Ulama Banjar (190): KH. Ahmad Fahmi Zamzam, MA

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Redaksi

Salah satu diantara urang banua yang juga peduli pada dunia pendidikan adalah KH. Ahmad Fahmi Zamzam, MA. Beliau memiliki nama lain, yakni Abu Ali Al Banjari An Nadwi Al Maliki. Putera kelahiran 9 Juni 1959 di desa Harus Amuntai Tengah ini mempunyai banyak pengalaman yang berasal dari dalam negeri akan tetapi juga pengalaman yang ia dapatkan dari luar negeri. Sebagai seorang pendidik ia bercita-cita dan berjuang untuk melahirkan generai ulama Rabbani. Caranya adalah dengan melakukan perpaduan atau kolaborasi antara system lama yang baik dengan system baru yang bermanfaat.

Karena itu, ayah dari sembilan orang anak ini mencoba merumuskan sebuah falsafah bahwa pendidikan adalah usaha yang terus-menerus dalam mengembangkan potensi individu secara menyeluruh dan terpadu, berasaskan islam, iman dan ihsan Rabbani sebagai hamba dan khalifah Allah yang terampil, sanggup dan mampu membangun diri dan masyarakat demi mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sebelum berkecimpung dalam dunia pendidikan, Ahmad Fahmi belajar di Madrasah Ibtidaiyah Sullamun Ulum, Harus, Amuntai Tengah. Kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Darun Najah di Simpang Tiga Telaga Silaba, Amuntai Selatan. Pendidikan tingkat Aliyah ia tempuh di Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Bangil Jawa Timur. Sedangkan pendidikan lanjutan hingga Bachelor of Art untuk jurusan Dakwah dan Sastra Arab (Nadwatul Ulama) di Locknow, Uttar Pradesh, India. Untuk melengkapi ilmunya ia juga sempat bermukim beberapa waktu di Mekkah, Syiria dan Mesir.
Baca juga:  Ulama Banjar (139): Drs. H. Zainal Arifin Zamzam, MA
Kini ia memimpin Pondok Pesantren Yayasan Islam Nurul Hidayah (Yasini) Banjarbaru (Islamic Foundation) yang beralamat di komplek Berlina Jaya, Blok F No.2 Rt.14 B jalan Gunung Manggis Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru, Ahmad Fahmi selama 19 tahun berpengalaman mengajar di Ma’had Tarbiyah Islamiyah, Derang Pokok Sena, Kedah-Malaysia (1984-2003). Dalam upaya menambah pengalaman, beliau sempat mengunjungi beberapa negara seperti Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Yordania, Lebanon, Palestina, Turki, Pakistan, Bangladesh, Uzbekistan dan Yaman.

Sedikitnya ada 14 karya tulis yang sudah dihasilkannya yaitu, Empat Puluh Hadits Peristiwa Akhir Zaman, Empat Puluh Hadits Penawar Hati, Empat Puluh Hadits Akhlak Mulia, Terjemah Empat Puluh Hadits Kelebiahn Ilmu dan Ulama, Terjemah Biyadul Hidayah (panduan Amalan Harian), Terjemah Ayyuhal Walad (Wahai Anakku yang Tercinta), Terjemahan Bustanul Arifin (Taman orang-orang yang Arifin), Sejarah Perkembangan Islam di India, Kiamat Hampir Tiba, Syair-Syair Wasiat di Akhir Zaman, Terjemahan Qasidah Burdah, sejarah Hidup Sayyid Abul Hsan An Nadwi dan Pemikirannya, Tahqiq Sairu Al Salikin (4 Jilid Besar) dan Bekal Akhirat.

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.