Warga Jaksel: Hanya di NU Usai Vaksinasi Dapat Paket Sembako

Jakarta, Pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster satu juta dosis yang diselenggarakan atas kerja sama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kepolisian RI (Polri), dan Kementerian Agama (Kemenag) menarik minat besar masyarakat.

Ceria Monik, warga asal Jakarta Selatan (Jaksel) mengaku senang dengan adanya program vaksinasi booster tersebut.

“Mana ada habis vaksin dapat sembako selain di NU. Dan, ini sangat bermanfaat bagi orang yang sangat membutuhkan,” kata Monik saat ditemui di area vaksinasi di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022).

Wakil Ketua Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Jakarta Selatan ini menilai, pelaksanaan vaksin booster serentak ini dapat diikuti oleh seluruh warga Indonesia. Pasalnya, vaksinasi booster jelang Lebaran ini bukan hanya sebagai upaya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain dari risiko paparan Covid-19.

“Mudah-mudahan ini serentak di seluruh Indonesia dan orang-orang bisa mengikuti vaksin. Vaksin sebelum mudik ini menjaga diri kita untuk tidak membawa risiko penularan virus ke kampung halaman. Kalau kita sudah vaksin, otomatis imun kita yang sudah bagus menjadi tambah bagus,” ungkapnya.

Sangat terbantu Sementara itu, salah satu penerima vaksinasi booster lainnya, Yahdy Noor Fuad (53) asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga mengaku sangat terbantu dengan adanya program vaksinasi booster serentak ini.

“Saya secara pribadi, dengan adanya vaksinasi booster ini sangat terbantu sekali karena masih banyak juga orang yang susah mengakses atau mendapatkan vaksinasi,” kata Fuad.

Tidak sendiri, Fuad tampak membawa istri, anak serta bibinya untuk mengikuti vaksinasi booster ini. Ia memandang, vaksinasi adalah ikhtiar untuk menjaga diri dan sesama dari risiko terkait pandemi.

“Kondisi sekarang orang agak juga susah untuk diajak vaksin. Dengan alasan mau lebaran, takut sakit padahal kan, ini untuk kesehatan kita sendiri,” paparnya.

Kendati pria asal tanjung priok ini tidak akan melakukan mudik, ia tetap antusias untuk mengikuti program vaksinasi booster. Ia mengaku berangkat dari rumah sejak jam 08.30 pagi.

“Saya nggak mudik, saya asli Tanjung Priok. Vaksin ini untuk menjaga kesehatan biar daya tahan tubuh kuat dan aman tidak tertular virus dari orang lain,” ungkapnya.

Sebagai informasi, program vaksinasi booster yang digelar PBNU, Polri, dan Kemenag dilaporkan telah melampaui target. Berdasarkan data yang ada, jumlah peserta vaksinasi mencapai 1,3 juta orang. Usai melakukan vaksinasi, para peserta diberikan paket bantuan sembako yang telah disiapkan oleh NU Care-LAZISNU sebanyak 1000 paket.

Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa Editor: Musthofa Asrori

Artikel ini di kliping dari www.nu.or.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.