Ketua DPP PKB: Gus Dur itu Pendiri, Inspirasi dan Mahaguru PKB

  • Post author:
  • Post category:PKB

Jakarta – Meski sudah berpulang ke rahmatullah, sosok Gus Dur tidak akan pernah lekang dari sepak terjang Partai Kebangkitan Bangsa. Gagasan serta tauladannya akan senantiasa menjadi inspirasi perjuangan.

“Gus Dur itu pendiri dan mahaguru PKB. Beliau selalu menjadi inspirasi perjuangan PKB. Gus Dur ada dalam hati dan pikiran kader-kader PKB di seluruh Indonesia. Perjuangan Gus Dur tidak akan pernah berhenti selama PKB masih ada,” tegas Ketua DPP PKB M Hanif Dhakiri di Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Oleh sebab itu, Hanif menegaskan, PKB akan konsentrasi penuh bekerja untuk rakyat agar menjadi partai yang lebih bermanfaat.

“Kita hanya khawatir kalau politik itu tidak bermanfaat buat rakyat. Makanya PKB bekerja sebaik-baiknya untuk membuat politik makin bermanfaat bagi rakyat. Sebaik-baik partai adalah yang paling banyak manfaatnya bagi rakyat secara keseluruhan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum DKN Garda Bangsa itu menuturkan PKB tak akan menghiraukan pernyataan-pernyataan yang mencoba membenturkan partainya dengan sosok Gus Dur, karena faktanya Gus Dur adalah pendiri dan mahaguru PKB. “Kita tetap bekerja seperti biasa, menjalankan fungsi-fungsi partai sebaik-baiknya dan berusaha memenangkan pemilu mendatang,” kata dia.

Pada Minggu 7 Maret 2013 lalu, DPP PKB menggelar diskusi bertajuk PKB Penerus Perjuangan Gus Dur di Gedung Graha Gus Dur, Sekretariat DPP PKB, Jalan Raden Saleh No 9, Jakarta Pusat.

Dalam diskusi itu, disimpulkan bahwa gagasan dan pemikiran Gus Dur sangat dipengaruhi oleh pengalamannya sebagai seorang santri yang ditempa di pesantren. Hal ini diungkap Yahya C. Staquf, mantan juru bicara Gus Dur. “Cara berpikir, cara bertindak dan semua yang digagas Gus Dur bermula dari alam santri,” ungkap Yahya

Sebagai cucu ulama besar, pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, Gus Dur diyakininya mendapat pendidikan yang khas serta melebihi santri biasa. “Saya menyadari bahwa tindakan dan ucapannya dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks ilmunya seorang santri, Gus Dur serba fikih, fikih usuli,” katanya.

Salah satu bukti betapa pemikiran Gus Dur adalah seorang santri, Yahya mencontohnya slogan Partai Kebangkitan Bangsa, Membela Yang Benar. “Benar secara kontekstual, bukan secara hakikat, karena yang benar secara hakikat hanyalah Allah,” ungkap Yahya.

Demikian juga dengan sebutan Islam Rahmatan Lil Alamin, menurutnya, itu bermula dari pemikiran Gus Dur yang dipengaruhi alam seorang santri.

“Sejak kapan kita dengar islam rahmatan lil alamin ? Siapa yang dengar slogan itu ? Itu lahir bersamaan lahirnya PKB, Gus Dur yang menyerukan itu. Gus Dur mengibarkan Islam rahmatan lil alamin untuk mengingatkan rahmah adalah risalah Rosul dan ingin agar kita kembangkan rahmah ini dengan cara yang baru, bahwa rahmah harus menyentuh termasuk pada kemanusiaan,” ungkap Yahya.

Sumber: DPP PKB