Menjelang Muktamar PKB 2013

  • Post author:
  • Post category:PKB

Tahun 2013 adalah tahun politik bagi semua partai, tak terkecuali PKB. Selain harus mempersiapkan para Calegnya untuk berlaga di Pemilihan Umum 2014, PKB juga harus disibukkan dengan agenda Muktamar. Ya, menurut hasil putusan Muktamar Luar Biasa Ancol tahun 2008 yang lalu, kepengurusan DPP yang sekarang akan berakhir sekitar Juli tahun ini.

Menggelar Muktamar setahun sebelum pemilu memang langkah yang terlalu berani, bahkan sangat berani bagi partai yang punya sejarah konflik antar-kubu yang hebat seperti PKB. Tapi tahun ini apakah akan ada konflik antar-kubu kembali? Muhaimin Iskandar sudah 2x menjadi Ketua Umum dan sepertinya tidak akan mencalonkan lagi. Lalu dimana potensi konfliknya?

Potensi konfliknya akan datang dari hubungan PKB – PBNU. Jika Keputusan Muktamar PKB nantinya tidak sesuai yang diharapkan oleh PBNU, bisa jadi komunikasi yang berjalan semenjak tahun 2010 dibawah komando KH Said Aqil Siradj akan sirna begitu saja. Tapi semoga saja itu tidak terjadi.

Sekarang, menilik peta kekuatan sebelum Muktamar 2013, berikut adalah calon-calon potensial yang akan memperbutkan Kursi Ketua Umum DPP PKB 2013-2018 (versi saya):

  • Imam Nahrawi (sekarang Sekjend)
  • Abdul Malik Haramain (sekarang Waketum, Anggota DPR)
  • Marwan Dja’far (Ketua FPKB DPR)
  • Ali Masykur Musa (Anggota BPK, Ketum ISNU, harus mundur dulu dari BPK)
  • KH Yusuf Chudlori (Ponpes API Tegalrejo Magelang/Ketua DPW PKB Jawa Tengah)
  • Helmi Faishal Zaini (Meneg PDT)
  • Yenny Wahid (kalau ikhlas Islah)

Sedangkan untuk Ketua Dewan Syuro mungkin akan terjadi pertarungan antara:

  • KH Hasyim Muzadi (Ponpes al Hikam)
  • KH Abdul Aziz Mansyur (Ponpes Paculgowang Jombang/Ket. Dewan Syuro DPP Sekarang)
  • KH Hanif Muslich (Ponpes Futuhiyah Mranggen/Ketua Dewan Syuro DPW Jateng)
  • KH Nuril Arifin (Ponpes Sokotunggal Semarang)
  • KH Dimyati Rois (Ponpes Fadlu wal Fadlilah Kendal)
  • KH Abdussalam Mudjib (Ponpes Al Khoziny Sidoarjo/Ketua Dewan Syuro DPW Jatim)

nama-nama tersebut akan sangat mungkin bergeser, namanya juga tebakan. Mungkin KH Hasyim Muzadi – KH Yusuf Chudlori akan jadi pasangan yang pas. 🙂