Linux Mint Akan Tetap Menggunakan Systemd dan Upstart

Setelah Debian resmi menggunakan SystemD, maka salah satu distro besar turunan Debian, Ubuntu juga melakukan langkah yang sama. Rilis Debian dan Ubuntu dengan systemd juga sudah dirilis beberapa pekan yang lalu. Namun, langkah ini tidak diikuti oleh Linux Mint.

Linux Mint yang juga distro Linux yang sangat populer yang berbasis pada Debian/Ubuntu memutuskan tidak menggunakan hanya systemd atau upstart, namun menggunakan keduanya. Digunakannya dua system init ini hanya semata-mata ingin memberikan pengalaman transisi yang mulus, dari upstart ke systemd.

Jika implementasi systemd pada Debian/Ubuntu dan Linux Mint nantinya sudah stabil, mereka akan menggunakan systemd sebagai default init system.

Seperti kata om Clement Lefevre di blog Linux Mint “Both Betsy and Mint 17.x use sysvinit (with upstart in Mint) as well as consolekit for session management but with a functional logind there as well (afaik that’s needed these days since some components made the choice to depend on it). In a way that’s good, because it means we’re using old and reliable technologies while systemd matures. It’s good also because users are able to switch to systemd in Betsy if they want to.So as you can see, right now, we’re in the best position cause we’ve got multiple choices and we’re defaulting to proven techs,”.

Itu artinya, Linux Mint 17.xx masih menggunakan upstart sampai rilis versi 18.xx nanti.

Scroll to Top