Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Menag Sapa Santri Tahfidz Indonesia di Turki

Posted on October 18, 2015

Istanbul, NU Online
Setelah mempromosikan model pendidikan pesantren, sebagai strategi peningkatan kualitas SDM Muslim dalam pembukaan 1st Asia & Pasific Countries Muslim Religious Leaders’ Summit, di Istanbul, Turki, pada hari kedua, Rabu (13/10), Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, mengunjungi Pesantren Sulaimaniyah di Kota “Pertemuan Dua Benua” itu.

Lokasi Summit di sisi daratan Eropa, asrama Pesantren Sulaimaniyah di Istanbul bagian Asia. Menag melintasi Jembatan Bosporus sepanjang 1,09 kilometer, di atas selat Bosporus yang memisahkan bekas ibu kota Kekhalifahan Turki Usmani itu. Di asrama pesantren berlantai delapan yang rapi bersih mirip hotel bintang tiga, Menag yang didampingi pejabat Konjen RI di Istanbul, Harlan H. Hakim, Kasubdit Pendidikan Diniyah, Ahmad Zayadi dan Sekretaris Menag, Khorul Huda Basyir, disambut pimpinan Pesantren dan ratusan santri asal Indonesia.

Tercatat lebih 200 santri tahfidz asal Indonesia di pesantren tersebut, sebagai penerima Program Beasiswa Tahfidz Al-Quran (PBTQ), hasil kerja sama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan United Islamic Culture Centre of Indonesia (UICCI), pengelola pesantren Sulaimaniyah. Pesantren ini memiliki ratusan cabang di berbagai negara, termasuk belasan di Indonesia. Demikian dikutip dari kemenag.go.id.

Selain mengucapkan terima kasih pada Pesantren Sulaimaniyah, Menag menyuntikkan motivasi dan semangat pada para santri. Sebagian besar santri lulusan MTs/SMP. Ada juga lulusan SMK, bahkan sarjana UI, dan juga ada santri yang memperkenalkan diri pada Menag, baru berusia 12 tahun, asal Depok Jawa Barat. 

“Sudah berapa lama di Turki?” tanya Menag saat dialog. “Dua bulan,” jawab santri bernama Hilmy Amirul Mukminin itu. “Betah di sini?,” tanya Menag lagi. “Betah,” jawab Hilmy, singkat, sambil tersipu malu.

“Saya ingin mengajak Saudara sekalian bersyukur terhadap apa yang kita sedang jalani. Ingatlah, begitu banyak saudara kita di tanah air, teman kita, yang memiliki keinganan yang sama untuk bersekesampatan mengenyam pendidikan di Turiki, tapi tak semua bisa mendapatkan kesempatan,” kata Menag.

“Syukuri nikmat yang luar biasa ini dengan cara menjaga dan memelihara sebaik-baiknya,” Menag menambahkan. “Caranya, belajar sebaik-baiknya, agar cepat menyelesaikan pendidikan ini dan kembali ke tanah air serta mampu menyebarkan ilmu yang kita dapatkan.” Menag kembali menekankan, “Bersyukurlah berkesampatan bisa belajar di Sulaimaniyah. Turki adalah bangsa besar yang punya peradaban panjang.”

Kerja sama Ditjen Pendidikan Islam dan UICCI dimulai sejak 2010, selama 4 tahun,  dan diperpanjang tahun 2014, untuk empat tahun berikutnya. Program ini bertujuan menghasilkan santri hafal Al-Quran 30 juz, memiliki kemampuan bidang kajian ilmu-ilmu Islam berbasis kitab kuning, serta kemampuan berbahasa Arab dan Turki. Seleksi beasiswa dilakukan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren secara serempak pada 18 provinsi: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan DKI Jakarta.

Pada tahun 2010, dari 250 santri, diseleksi 27 anak. Tahun 2011 (58 santri), tahun 2012  (119 orang), tahun 2013 (303 orang), dan tahun 2014 (325 orang). Totalnya, sampai tahun 2014, sebanyak 832 santri, terdiri 626 santri putra dan 206 santri putri. Dari angkatan 2010-2015, sudah 1296 santri mengikuti program ini. Para santri mengikuti pendidikan dua tahun di beberapa cabang Pesantren Sulaimaniyah di Indonesia, kemudian diseleksi untu k mengikuti pendidikan 3 tahun di Turki. Di Turki, mereka mendalami tahfidz Al-Quran, pengetahuan keagamaan Islam, serta kemampuan berbahasa Arab dan Turki.

Ada dua kelompok program: usia 18-22 tahun dan usia 13-18 tahun. Santri program tahfidz kelompok usia 13-18 tahun syaratnya telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 1 juz, sekurangnya Juz ‘Amma (Juz 30), serta lancar membaca al-Quran sesuai kaidah yang baik dan benar. Mereka mengikuti pendidikan di Indonesia selama dua tahun.   Santri program tahfidz kelompok usia 18-22 tahun syaratnya telah hafal 30 juz. Mereka mengikuti pendidikan di Indonesia lebih pendek, hanya 1 tahun, kemudian ikut seleksi ke Turki, untuk menempuh pendidikan 3 tahun.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Turki, santri PBTQ wajib mengabdi sekurang-kurangnya satu tahun. Saat ini, dari lebih seribu santri yang sudah terseleksi mondok di Indonesia itu, terdapat 213 (172 putra dan 41 sputri) santri yang sedang melanjutkan pendidikan program di Pesantren Sulaimaniyah Turki. “Pemerintah Indonesia hanya memberi tiket dan uang saku. Selebihnya, untuk makan, biaya pendidikan, biaya baju dan buku-buku, dan lainnya, ditanggung Pesantren Sulaimaniyah,” kata Ahmad Zayadi, Kasubdit Pendidikan Diniyah.

Selama di Turki, selain pendalaman tahfidz, santri juga mendapatkan pendidikan kajian-kajian ilmu keislaman, seperti Fiqih, Aqidah, Tarikh, Tasawwuf, Sharf dan Nahwu, Hadits, Tafsir, Ilmu Mantiq, Bahasa Arab, Fiqih 4 Madzhab, Ushul Fiqih, Ushul hadits, Ushul Tafsir, Ilmu Faraidh, Syarhi Aqaid, Syarhi Mantiq, Tasawwuf dan juga Bahasa Turki.

Alumni PBTQ saat ini tercatat 45 santri. Mereka tersebar mengabdi di beberapa beberapa pesantren tahfidz di Indonesia dan di luar negeri yang dikerjasamakan dengan UICCI. Di dalam negeri, mereka tersebar di Klaten, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Lumajang, Temanggung, Puncak-Bogor, Aceh, Palembang, Ciputat (Tangsel), Sumenep, Kalimantan dan Medan.

Di luar Negeri, mereka berada di Turki, Malaysia dan Suriname. Ada juga beberapa alumni yang kini mengabdi sebagai ustadz di Turki. Mereka ada yang sudah 5 sampai 7 tahun. Alumni pendidikan usia SMA/MA yang berminat melanjutkan studi ke perguruan tinggi, difasilitasi mendapat ijazah persamaan. Red: Mukafi Niam

Sumber: NU Online

Terbaru

  • ASUS ExpertBook Ultra: Produk Flagship yang Cerminkan Kepemimpinan ASUS di Pasar Global
  • Inilah Tahapan dan Syarat Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II (25 Mei – 25 Juni 2026)
  • Ini Maksud Soal Tugas Guru Non-ASN Berakhir 2027!
  • Apa Itu Siscamling? Inilah Cara Mengaktifkan Paket Anti Spam Telkomsel
  • Sah, Nilai TKA Jadi Salah Satu Komponen Seleksi Siswa SPMB Secara Nasional 2026
  • Inilah 3 Lagi Pinjol Ilegal Menurut OJK Tahun 2026
  • Cara Login Proktor Browser OSN Mode Online, Uji Coba OSN Semua Jenjang Terbaru
  • Inilah Link Web Komunikasi OSN 2026 anbk.kemendikdasmen.go.id/osnk ANBK Kemendikdasmen untuk Simulasi
  • Inilah Jadwal Pembagian Deviden BBRI 2026, Siap-siap!
  • Ini Alasan Kenapa Followers IG Berkurang Sendiri Mei 2026?
  • Panduan Download vhd-osnk-2025_fresh versi 29.25.5.0 untuk Uji Coba OSN-K SMA SMP Sederajat 2026
  • Iniloh Syarat dan Komponen Nilai Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Nilai Rapor 2026/2027
  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Write Super Fast GPU Kernels in Python Using CUTLASS and JAX for Your Deep Learning Projects
  • How to set up OpenClaw and build your own local AI assistant plugins with ease
  • How to Create Stunning Cinematic AI Videos Using the New Higgsfield Canvas Node-Based Architecture
  • How to master Google Pomelli for automated on-brand marketing campaigns in minutes
  • Whats New in OpenClaw 5.6 Release?
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme