Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Jadwal Pembagian Deviden BBRI 2026, Siap-siap!

Posted on May 7, 2026

JAKARTA – Kabar gembira tengah dinantikan oleh para pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI. Para investor kini tengah bersiap menyambut pencairan sisa dividen tunai tahun buku 2025 yang dijadwalkan akan masuk ke kantong mereka pada Jumat, 8 Mei 2026 mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil yang kompetitif kepada para pemegang sahamnya atas kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pembayaran dividen tunai BBRI untuk tahap final ini akan dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2026. Dalam pengumuman tersebut, KSEI juga merinci bahwa setiap satu lembar saham BBRI yang dimiliki oleh investor yang berhak akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp209. Angka ini merupakan sisa dari total alokasi dividen yang telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.

Menanggapi antusiasme pasar, muncul berbagai pertanyaan teknis di kalangan investor ritel, terutama mengenai waktu pasti pencairan dana tersebut. Banyak investor yang bertanya-tanya, apakah dividen BBRI pada 8 Mei 2026 tersebut akan cair pada pukul 09.00 WIB, siang hari, atau justru pada sore hari menjelang penutupan pasar. Namun, berdasarkan penelusuran terhadap pengumuman resmi baik dari pihak KSEI maupun manajemen BRI, tidak ada keterangan spesifik mengenai jam pencairan dana secara mendetail.

Hal ini menjadi catatan penting bagi para investor agar tidak terjebak dalam spekulasi atau kepanikan yang tidak perlu. Secara administratif, yang ditegaskan oleh otoritas dan emiten hanyalah tanggal pembayaran, yakni 8 Mei 2026. Secara teknis, proses distribusi dana tidak terjadi secara instan dalam satu waktu yang seragam untuk seluruh investor di Indonesia. Dividen diproses melalui mekanisme KSEI yang kemudian diteruskan kepada masing-masing perusahaan efek (sekuritas) dan bank kustodian.

Oleh karena itu, waktu masuknya dana ke dalam akun investor bisa sangat bervariasi. Perbedaan waktu ini sangat bergantung pada kecepatan proses distribusi dari KSEI ke perusahaan sekuritas, serta kebijakan internal bank kustodian yang digunakan oleh masing-masing investor. Ada investor yang mungkin sudah melihat saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) mereka bertambah di pagi hari, namun ada pula yang baru menerimanya pada sore hari atau bahkan di hari kerja berikutnya, tergantung pada alur operasional lembaga keuangan terkait.

Merujuk pada ringkasan risalah RUPS Tahunan BRI, perseroan telah memberikan penjelasan mendalam mengenai kriteria penerima dividen ini. Dividen tunai tersebut hanya akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya telah tercatat secara resmi dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan dan/atau pemilik saham pada subrekening efek di KSEI pada saat penutupan perdagangan tanggal 22 April 2026. Tanggal tersebut merupakan “recording date” atau tanggal pencatatan, yang menjadi batas krusial untuk menentukan siapa saja yang berhak atas pembagian keuntungan tersebut.

Dalam dokumen resmi BRI, disebutkan bahwa bagi para pemegang saham yang sahamnya disimpan dalam bentuk penitipan kolektif di KSEI, maka pembayaran dividen tunai akan dilaksanakan melalui KSEI dan kemudian didistribusikan langsung ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) pada Perusahaan Efek dan/atau Bank Kustodian pada tanggal 8 Mei 2026. Hal ini menegaskan bahwa bagi investor ritel yang bertransaksi melalui aplikasi sekuritas, dana dividen tidak akan masuk langsung ke rekening tabungan pribadi secara otomatis, melainkan harus melalui RDN terlebih dahulu. Setelah masuk ke RDN, investor dapat memindahkannya ke rekening tabungan pribadi sesuai dengan prosedur sekuritas masing-masing.

Jika kita menilik angka nominalnya, besaran dividen final BBRI untuk tahun 2026 ini adalah Rp209 per lembar saham. Sebagai ilustrasi perhitungan, apabila seorang investor memiliki kepemilikan sebanyak 100 lot atau setara dengan 10.000 lembar saham BBRI yang memenuhi syarat pada saat recording date, maka total dividen final kotor yang akan diterima adalah sebesar Rp2.090.000 (10.000 saham x Rp209). Perlu diingat bahwa angka tersebut adalah nilai kotor sebelum dikurangi ketentuan pajak yang berlaku bagi masing-masing profil investor.

Penting untuk dipahami oleh masyarakat luas bahwa angka Rp209 per saham ini bukanlah total keseluruhan dividen yang dibagikan BBRI untuk tahun buku 2025. Secara keseluruhan, BRI telah menetapkan total dividen tunai sebesar Rp346 per saham, yang jika ditotal secara agregat mencapai nilai fantastis sekitar Rp52,10 triliun. Skema pembagian dividen ini dilakukan dalam dua tahap untuk menjaga stabilitas arus kas perusahaan.

Tahap pertama adalah pembagian dividen interim yang telah lebih dulu dibayarkan pada 15 Januari 2026 dengan besaran Rp137 per saham. Sedangkan tahap kedua, yang kini sedang dinantikan, adalah sisa dividen tunai atau yang disebut sebagai dividen final sebesar Rp209 per saham yang dijadwalkan cair pada 8 Mei 2026. Dengan demikian, total akumulasi dividen yang diterima pemegang saham untuk tahun buku 2025 adalah Rp346 per saham.

Selain besaran nilai, investor juga wajib memahami kalender penting terkait jadwal dividen agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan investasi. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Cum Dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada tanggal 20 April 2026. Sementara itu, Ex Dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada tanggal 21 April 2026. Untuk mekanisme di pasar tunai, Cum Dividen berlangsung pada 22 April 2026 dan Ex Dividen pada 23 April 2026.

Ketelitian terhadap tanggal-tanggal ini sangat vital. Investor hanya berhak menerima dividen jika mereka telah memiliki saham BBRI hingga batas akhir recording date pada 22 April 2026. Jika seorang investor melakukan pembelian saham BBRI setelah melewati masa Ex Date, maka secara otomatis ia tidak berhak mendapatkan dividen final yang akan dibayarkan pada 8 Mei 2026. Di sisi lain, investor yang sudah masuk dalam daftar pemegang saham tetap berhak menerima dividen meskipun mereka menjual sahamnya setelah melewati Cum Date atau setelah Recording Date, selama transaksi penjualannya telah tuntas sesuai ketentuan pasar.

Terkait aspek perpajakan, BRI juga telah memberikan penjelasan transparan. Perlakuan pajak terhadap dividen ini sangat bergantung pada status subjek pajak penerimanya. Bagi wajib pajak badan dalam negeri, dividen tunai ini dikecualikan dari objek pajak, sehingga perseroan tidak akan melakukan pemotongan Pajak Penghasilan (PPh). Namun, bagi wajib pajak orang pribadi dalam negeri, terdapat peluang untuk mendapatkan pengecualian pajak, dengan syarat dividen tersebut diinvestasikan kembali di wilayah hukum Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, bagi investor asing atau investor luar negeri, ketentuan yang berlaku mengacu pada dokumen resmi BRI yang menyebutkan penggunaan tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Untuk mendapatkan tarif yang menguntungkan, investor luar negeri diwajibkan memenuhi dokumen DGT atau Surat Keterangan Domisili. Apabila dokumen tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pembayaran dividen tunai akan dikenakan pemotongan PPh Pasal 26 sebesar 20 persen.

Sebagai penutup, para investor disarankan untuk tetap tenang dan melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi sekuritas masing-masing atau memantau mutasi saldo RDN pada tanggal 8 Mei 2026. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa dividen gagal cair hanya karena dana belum terlihat di pagi hari. Mengingat mekanisme distribusi yang melibatkan banyak lembaga keuangan, perbedaan waktu pencairan adalah hal yang wajar dalam dunia pasar modal.

Terbaru

  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Samsung Galaxy Z Fold 8 Jadi Makin Populer Karena iPhone Duo dirilis :)
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Lagi rame soal FF Kipas my id sama Naruto, mending hati-hati ojo asal klik verify UID
  • Info Demo Buruh di DPR Hari Ini 29 September 2026, Ada Apa Sih Sama RUU Ketenagakerjaan?
  • Kabar duka siswi SMA Santo Yosef Pangkalpinang, Caren Aurelia Estelle meninggal dunia di usia 17 tahun
  • Bukan cuma soal rukun iman, ternyata ada 77 cabang iman yang perlu dipahami warga lewat penjelasan Syekh Nawawi al-Bantani
  • Gilang Dirga kok ra ketok neng DA8? Warga bingung, jane metu opo piye?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme