Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Kenapa Bisa Ada Sensasi Mencekam di Bangunan Tua

Posted on May 13, 2026

JAKARTA – Pernahkah Anda melangkah masuk ke sebuah ruang bawah tanah yang lembap, melewati lorong bangunan tua yang sunyi, lalu tiba-tiba merasakan bulu kuduk berdiri? Atau mungkin, Anda merasakan gelombang kecemasan yang tidak beralasan, perasaan gelisah yang menghimpit dada, hingga sensasi seolah-olah ada sepasang mata yang sedang mengawasi Anda dari kegelapan? Selama berabad-abad, fenomena psikologis dan fisik ini hampir selalu dikaitkan dengan hal-hal mistis, keberadaan entitas supranatural, atau kehadiran makhluk halus yang menghuni tempat tersebut.

Namun, sebuah terobosan ilmiah terbaru kini hadir untuk menantang narasi mistis tersebut. Sebuah penelitian mendalam yang dilakukan oleh para ilmuwan dari MacEwan University telah berhasil membedah mekanisme biologis di balik sensasi mencekam tersebut. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi, Frontiers in Behavioral Neuroscience, mengungkapkan bahwa apa yang selama ini dianggap sebagai gangguan gaib, ternyata merupakan reaksi fisiologis tubuh terhadap fenomena fisik yang disebut sebagai infrasound.

Apa sebenarnya infrasound itu dan bagaimana ia mampu memanipulasi emosi serta fisik manusia tanpa kita sadari?

Memahami Infrasound: Suara yang Tak Terdengar Namun Terasa

Secara teknis, infrasound adalah gelombang suara dengan frekuensi yang sangat rendah, yakni berada di bawah ambang batas pendengaran manusia, yaitu di bawah 20 Hertz (Hz). Sebagai perbandingan, telinga manusia umumnya hanya mampu menangkap getaran suara mulai dari 20 Hz hingga 20.000 Hz. Karena frekuensinya yang sangat rendah, otak kita tidak mampu memproses getaran ini sebagai “suara” dalam pengertian konvensional. Kita tidak mendengar melodi atau bunyi, namun tubuh kita tetap mampu merespons getaran mekanis yang dihasilkan oleh gelombang tersebut.

Infrasound bukanlah fenomena langka yang hanya ada di laboratorium. Menurut Prof. Rodney Schmaltz, seorang peneliti utama dari MacEwan University, infrasound sebenarnya adalah bagian tak terpisahkan dari lingkungan sehari-hari kita. Ia bisa muncul dari fenomena alam yang masif seperti badai besar, gempa bumi, atau pergerakan awan. Namun, yang lebih sering terjadi di lingkungan urban adalah infrasound yang bersumber dari aktivitas manusia.

“Infrasound ada di mana-mana dalam lingkungan sehari-hari. Ia muncul di dekat sistem ventilasi gedung, lalu lintas kendaraan yang padat, hingga mesin-mesin industri yang sedang beroperasi,” ujar Prof. Schmaltz dalam kutipan yang diambil dari laporan Science Daily.

Dalam konteks bangunan tua atau ruang bawah tanah, sumber infrasound ini bisa sangat spesifik. Pipa-pipa air tua yang bergetar, sistem ventilasi yang sudah usang dan tidak efisien, hingga mesin generator di lantai dasar sering kali menjadi produsen utama gelombang frekuensi rendah ini. Getaran yang dihasilkan oleh mesin-mesin tersebut merambat melalui struktur bangunan dan udara, menciptakan atmosfer yang secara tidak sadar memengaruhi sistem saraf manusia.

Eksperimen Laboratorium: Lonjakan Hormon Stres dan Perubahan Mood

Untuk membuktikan keterkaitan antara infrasound dan reaksi emosional, tim peneliti melakukan sebuah eksperimen terkontrol yang melibatkan 36 partisipan. Dalam studi ini, para peserta dipaparkan pada gelombang infrasound dengan frekuensi spesifik, yakni 18 Hz. Angka ini sangat krusial karena berada tepat di ambang batas bawah pendengaran manusia.

Hasilnya sangat mengejutkan. Meskipun para partisipan melaporkan bahwa mereka tidak mendengar suara apa pun selama eksperimen berlangsung, data biologis menunjukkan perubahan drastis pada tubuh mereka. Para peneliti menemukan adanya lonjakan signifikan pada kadar kortisol dalam air liur partisipan. Kortisol dikenal secara luas dalam dunia medis sebagai “hormon stres”. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal sebagai bagian dari respons alami tubuh terhadap ancaman atau situasi yang menekan.

Kale Scatterty, penulis pertama dari studi tersebut, menjelaskan bahwa peningkatan kadar kortisol ini berkorelasi langsung dengan perubahan perilaku dan suasana hati. “Peningkatan iritabilitas atau sifat mudah marah dan kadar kortisol yang lebih tinggi secara alami berhubungan satu sama lain. Ketika seseorang merasa lebih kesal atau mengalami stres, kortisol cenderung naik sebagai bagian dari respons stres normal tubuh,” jelas Scatterty.

Lebih lanjut, para partisipan melaporkan perubahan psikologis yang nyata. Mereka merasa lebih mudah marah, lebih cepat merasa kesal terhadap hal-hal kecil, dan merasa kehilangan fokus atau kurang terlibat (disengaged) dalam aktivitas yang sedang mereka lakukan. Fenomena ini menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa sangat tidak nyaman atau “terganggu” di suatu ruangan tanpa tahu apa penyebab pastinya.

Dampak pada Persepsi Estetika: Musik yang Terasa Lebih Sedih

Salah satu temuan paling menarik dan unik dari penelitian ini adalah bagaimana infrasound memengaruhi cara manusia memproses informasi sensorik lainnya, dalam hal ini adalah musik. Ketika para partisipan terpapar getaran frekuensi rendah tersebut, persepsi mereka terhadap seni berubah. Mereka cenderung menilai musik yang sedang didengarkan terasa jauh lebih sedih, melankolis, atau suram dibandingkan saat mereka berada dalam kondisi normal.

Hal ini menunjukkan bahwa infrasound tidak hanya memengaruhi fisik secara langsung, tetapi juga mampu mengubah “lensa” emosional yang digunakan manusia untuk melihat dan merasakan dunia di sekitar mereka. Jika emosi dasar seseorang sedang ditekan oleh hormon stres akibat infrasound, maka interpretasi mereka terhadap rangsangan eksternal (seperti musik) akan cenderung mengarah pada nuansa negatif.

Peringatan Kesehatan: Bahaya Polusi Suara Tak Terdengar

Meskipun fenomena ini sering dianggap sebagai hal yang menarik secara ilmiah, para ahli memberikan peringatan serius. Paparan infrasound yang bersifat kronis atau terjadi dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Pelepasan hormon kortisol yang terus-menerus bukanlah kondisi yang sehat bagi tubuh.

Secara fisiologis, kadar kortisol yang tinggi dalam waktu lama dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, kecemasan kronis, hingga penurunan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pengendalian “polusi suara tak terdengar” di lingkungan kerja, industri, maupun area pemukiman untuk menjaga kesejahteraan mental dan fisik masyarakat.

Menepis Mitos: Mengapa Kita Mengaitkannya dengan Hantu?

Penelitian ini memberikan jawaban ilmiah yang sangat masuk akal mengapa banyak orang merasa “merinding” di gedung tua. Prof. Schmaltz menjelaskan bahwa terdapat faktor psikologis tambahan yang memperkuat persepsi supranatural tersebut. Jika seseorang sudah memiliki sugesti atau telah diberi tahu sebelumnya bahwa sebuah bangunan itu “berhantu”, maka otak mereka akan secara otomatis mencari penjelasan atas rasa gelisah yang mereka rasakan akibat infrasound.

Alih-alih menyimpulkan bahwa “tubuh saya sedang bereaksi terhadap getaran pipa di dinding”, otak manusia yang cenderung mencari pola akan menyimpulkan, “saya merasa gelisah karena ada penampakan di sini”. Inilah yang disebut dengan bias konfirmasi, di mana sensasi fisik yang nyata (akibat infrasound) langsung dikaitkan dengan kepercayaan yang sudah ada sebelumnya (hal gaib).

Langkah Awal Menuju Pemahaman yang Lebih Dalam

Meskipun studi ini memberikan fondasi yang sangat kuat, para peneliti mengakui bahwa penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan. Studi mendatang diharapkan dapat mengeksplorasi berbagai variasi frekuensi infrasound lainnya untuk melihat spektrum reaksi manusia yang lebih luas. Namun, temuan saat ini sudah cukup untuk menjadi langkah awal yang revolusioner dalam memahami bagaimana polusi suara yang tidak kasat mata dapat membentuk emosi, perilaku, dan persepsi manusia di dunia nyata.

Sebagai kesimpulan, fenomena “atmosfer berat” atau perasaan mencekam di bangunan tua mungkin bukanlah tanda kehadiran makhluk dari dunia lain. Bisa jadi, itu hanyalah cara tubuh Anda merespons getaran mekanis dari pipa tua atau sistem ventilasi yang tidak beraturan. Jadi, lain kali jika Anda merasa tidak nyaman saat memasuki sebuah ruangan sunyi, cobalah untuk tidak langsung takut pada bayangan di sudut ruangan, melainkan sadarilah bahwa tubuh Anda mungkin hanya sedang bereaksi terhadap gelombang suara yang tak terdengar.

Studi ini secara resmi dipublikasikan dengan judul “Infrasound exposure is linked to aversive responding, negative appraisal, and elevated salivary cortisol in humans” dalam jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience pada tanggal 27 April 2026.

Terbaru

  • Kenapa Amerika Melarang Produk Robot Vacuum Cleaner & Produk Robot Lain?
  • Rayap sebagai Tanda Ada Masalah Kelembapan di Bangunan
  • Beli HP Bekas Flagship Oppo? Ini 3 Rekomendasi Terbaik yang Masih Gahar di 2026
  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Nungguin jadwal MPL ID Season 18, kapan mulai main dan gimana susunan pemain barunya?
  • Sinyal Telkomsel tiba-tiba berubah jadi E, banyak warga ngeluh internet lemot dari kemarin sore
  • Lagi rame di Threads, artis inisial AZ dituduh nikah cuma buat kedok, siapa sebenarnya?
  • Lagi rame nomor 14082 nelpon terus, ini beneran dari Bank Mandiri atau penipuan?
  • Ternyata Sadie Sink jadi Jean Grey di Spider-Man: Brand New Day, Kok Bisa Jadi Villain?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme