Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak

Posted on May 9, 2026

PATI – Gelombang keprihatinan menyelimuti dunia pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia menyusul terungkapnya kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kasus yang mencederai nilai-nilai luhur pendidikan Islam ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan parlemen. Menanggapi situasi darurat tersebut, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, memberikan pernyataan resmi yang memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis yang diambil oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Dalam keterangannya yang dirilis pada Jumat, 8 Mei 2026, Neng Eem menegaskan bahwa respons cepat dan tindakan tegas yang ditunjukkan oleh Kementerian Agama merupakan bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan hukum dan keamanan bagi generasi penerus bangsa. Menurutnya, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan adalah pelanggaran berat yang tidak boleh dibiarkan tanpa tindakan hukum dan administratif yang menjerakan.

Neng Eem menekankan bahwa perlindungan terhadap santri, yang merupakan aset masa depan bangsa, harus ditempatkan sebagai prioritas tertinggi dalam agenda kebijakan pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan kekerasan seksual, di lingkungan mana pun, termasuk di lembaga pendidikan berbasis agama seperti pondok pesantren.

Langkah konkret yang telah diambil oleh Kementerian Agama dalam menangani krisis di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo dinilai sangat tepat sasaran dan humanis. Berdasarkan data yang dihimpun, Kemenag telah melakukan evakuasi besar-besaran terhadap para korban guna menjamin keamanan dan stabilitas psikologis mereka. Sebanyak 252 santri yang terdampak telah dipindahkan ke enam lembaga pendidikan berbeda yang berada di wilayah Kabupaten Pati. Lembaga-lembaga tersebut meliputi MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil.

Langkah pemindahan ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan upaya untuk memutus rantai trauma dan memastikan bahwa hak atas pendidikan para santri tetap terpenuhi tanpa gangguan dari lingkungan yang tidak sehat. Selain itu, sebagai bentuk sanksi administratif yang keras, Kementerian Agama secara resmi telah mencabut izin operasional lembaga pendidikan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo. Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa institusi yang gagal memberikan rasa aman bagi peserta didiknya tidak lagi memiliki legalitas untuk menjalankan fungsi pendidikan.

Tidak hanya fokus pada santri, Kemenag juga memberikan perhatian pada aspek keberlangsungan proses belajar mengajar secara menyeluruh. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang sebelumnya bertugas di pesantren tersebut juga telah dialihkan ke madrasah atau sekolah lain yang berada di bawah binaan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Hal ini dilakukan agar roda pendidikan tetap berjalan dan tidak ada pihak yang dirugikan secara akademis akibat dinamika hukum yang sedang berlangsung.

Selain kapasitasnya di parlemen, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz juga berbicara dari perspektif organisatoris sebagai Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Kebijakan Publik Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU. Dalam kapasitasnya tersebut, ia merumuskan tiga poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah agar tragedi memilukan ini tidak menjadi pola yang berulang di masa depan.

Poin pertama yang ditekankan oleh Neng Eem adalah mendesaknya penguatan sistem pengawasan terhadap seluruh lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia, termasuk pondok pesantren. Ia berpendapat bahwa selama ini pengawasan terhadap pesantren mungkin masih bersifat administratif, namun ke depan harus ditingkatkan menjadi pengawasan yang menyentuh aspek keamanan lingkungan dan perilaku pendidik. Sistem deteksi dini harus dibentuk agar potensi penyimpangan perilaku dapat diidentifikasi sebelum jatuh korban.

Poin kedua berkaitan dengan aspek keadilan hukum. Neng Eem menuntut agar proses hukum terhadap oknum pelaku dilakukan secara transparan, terbuka, dan tanpa pandang bulu. Ia menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan setinggi-tingginya agar memberikan efek jera. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada hukuman penjara bagi pelaku, melainkan harus mencakup pendampingan psikologis yang komprehensif serta perlindungan penuh bagi setiap korban agar mereka dapat pulih dari trauma dan kembali menjalani kehidupan normal.

Poin ketiga adalah pentingnya membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat luas, dan pengelola pesantren. Menurutnya, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif. Masyarakat harus berani bersuara jika melihat indikasi penyimpangan, dan pengelola pesantren harus memiliki komitmen moral yang tinggi untuk menjadikan pesantren sebagai tempat yang suci dari segala bentuk kejahatan kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan yang emosional namun tegas, Neng Eem juga memberikan pembelaan terhadap marwah institusi pesantren. Ia mengimbau agar masyarakat tidak menyamaratakan tindakan bejat oknum pelaku dengan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren. Ia menegaskan bahwa oknum pelaku kekerasan seksual bukanlah representasi dari nilai-nilai pesantren itu sendiri.

“Pondok Pesantren adalah aset besar bangsa yang telah lahir dan tumbuh jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamirkan. Pesantren adalah benteng moral bangsa dan pilar utama dalam pembentukan karakter generasi muda. Perlu dipahami dengan jelas bahwa oknum cabul yang melakukan tindakan keji tersebut sejatinya bukanlah produk dari pesantren, melainkan penyimpangan individu yang justru bertentangan dengan seluruh ajaran pesantren,” tegas Neng Eem.

Menutup pernyataannya, Neng Eem menyampaikan harapan besar agar seluruh elemen pendidikan keagamaan di seluruh pelosok negeri dapat meningkatkan kewaspadaan mereka. Ia mendorong adanya budaya saling mengingatkan antar sesama pendidik, orang tua, dan santri. Ia berharap gejala-gejala awal kekerasan seksual, sekecil apa pun itu, dapat segera dilaporkan dan ditangani sedini mungkin. Dengan demikian, tragedi kemanusiaan yang terjadi di Pati ini dapat menjadi pelajaran pahit yang menjadi titik balik bagi perbaikan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan berbasis agama di Indonesia.

Kasus ini kini menjadi perhatian nasional, dan publik menantikan langkah-langkah lanjutan dari pihak kepolisian serta Kementerian Agama untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar tegak bagi para santri yang menjadi korban. Komitmen negara dalam melindungi hak anak dan memastikan lingkungan pendidikan yang aman kini sedang diuji melalui penanganan kasus di Ndolo Kusumo ini.

Terbaru

  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Samsung Galaxy Z Fold 8 Jadi Makin Populer Karena iPhone Duo dirilis :)
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Lagi rame soal FF Kipas my id sama Naruto, mending hati-hati ojo asal klik verify UID
  • Info Demo Buruh di DPR Hari Ini 29 September 2026, Ada Apa Sih Sama RUU Ketenagakerjaan?
  • Kabar duka siswi SMA Santo Yosef Pangkalpinang, Caren Aurelia Estelle meninggal dunia di usia 17 tahun
  • Bukan cuma soal rukun iman, ternyata ada 77 cabang iman yang perlu dipahami warga lewat penjelasan Syekh Nawawi al-Bantani
  • Gilang Dirga kok ra ketok neng DA8? Warga bingung, jane metu opo piye?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme