Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Caranya Plotting Bidang Tanah Mandiri Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku Supaya Data Jenengan Makin Akurat

Posted on May 29, 2026

Sering bingung kenapa sertifikat tanah kalian belum muncul di peta digital nasional? Tenang wae, sekarang urusan tanah nggak harus ribet bolak-balik ke Kantor Pertanahan terus-terusan. Lewat fitur Swaplotting di aplikasi Sentuh Tanahku, kalian bisa nge-plotting lokasi tanah sendiri pakai HP. Inilah cara praktis buat mastiin aset jenengan terdata secara resmi.

Perkembangan teknologi sekarang ini sepertinya emang ngebuat semua urusan birokrasi jadi lebih simpel, nggak terkecuali urusan pertanahan. Kementerian ATR/BPN sudah ngasih solusi lewat aplikasi Sentuh Tanahku yang punya fitur andalan bernama Swaplotting. Fitur ini tujuannya buat ngebantu kita semua memetakan bidang tanah yang mungkin belum terdata dalam sistem digital mereka. Jadi, kalau tanah kalian masih berupa sertifikat lama atau malah belum bersertifikat, kalian bisa kasih tahu pemerintah posisi persisnya lewat koordinat GPS yang akurat.

Sebenarnya, plotting itu apa sih? Jadi gini, plotting itu proses buat netapin posisi bidang tanah kalian ke dalam peta digital. Kalau dulu kan harus petugas dari Kantor Pertanahan (Kantah) yang datang langsung, sekarang kita dikasih ruang buat partisipasi secara mandiri. Inget ya, partisipasi masyarakat ini penting banget buat ngedukung pemutakhiran data pertanahan yang lebih akurat. Rasanya bakal lebih tenang kalau tanah kita sudah “kelihatan” di sistem, karena ini ngebuat kepastian hukum atas lokasi tanah jadi lebih kuat.

Kepala Pusdatin Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, pernah bilang kalau tanah yang sudah diverifikasi nantinya bakal semakin terintegrasi dengan data keseluruhan. Yo nggak ngono konsepe kalau kalian cuma sekadar foto terus selesai; tetap ada proses verifikasi dari pihak Kantah setempat. Mereka bakal ngebandingin data yang kalian kirim sama catatan yang ada di kantor. Kalau semuanya cocok, baru deh bidang tanah itu resmi masuk peta digital.

Buat kalian yang mau mencoba, nggak usah bingung gimana caranya. Berikut ini adalah langkah-langkah teknis buat melakukan Swaplotting lewat smartphone kalian:

  1. Unduh dan Registrasi Aplikasi
    Langkah pertama pastinya kalian harus punya aplikasinya dulu. Cari “Sentuh Tanahku” di Google Play Store buat pengguna Android atau App Store buat pengguna iOS. Setelah di-install, kalian wajib buat akun dulu. Masukkan data diri yang bener ya, jangan asal-asalan karena ini urusannya sama aset berharga.
  2. Berikan Izin Akses Lokasi
    Pas pertama kali buka fitur Swaplotting, aplikasi biasanya bakal minta izin akses lokasi atau GPS. Nah, bagian ini ojo sampai ditolak. Kalian harus pilih “Izinkan” supaya sistem bisa mengidentifikasi posisi koordinat tanah kalian secara akurat. Sepertinya nggak mungkin sistem bisa kerja kalau GPS-nya mati.
  3. Masuk ke Menu Swaplotting
    Di halaman utama aplikasi, kalian bakal nemuin menu “Swaplotting”. Klik aja menu kui. Di sini kalian bakal dihadapkan pada dua pilihan besar, yaitu apakah tanah kalian sudah bersertifikat atau belum. Pilih yang sesuai dengan kondisi asli lapangan.
  4. Prosedur untuk Pemilik Sertifikat (Analog/Lama)
    Kalau tanah kalian sudah ada sertifikatnya tapi belum muncul di peta digital, pilih opsi “Bersertipikat”. Setelah itu, kalian diminta buat ngisi identitas pemegang hak. Masukkan data kayak nomor hak, luas tanah, dan letak bidang sesuai yang tertulis di buku sertifikat. Jangan lupa, kalian juga harus nge-upload foto dokumen sertifikatnya sebagai bukti pendukung. Pastikan fotonya jelas, nggak blur, supaya petugas Kantah gampang ngebacanya.
  5. Prosedur untuk Tanah yang Belum Bersertifikat
    Buat mereka yang tanahnya emang belum punya sertifikat, jangan khawatir, kalian tetep bisa partisipasi. Pilih opsi “Belum Sertifikat”. Jenengan perlu melengkapi data identitas diri, lokasi detail bidang tanah, serta alas hak yang kalian miliki (misalnya surat girik atau keterangan lainnya). Dokumen pendukung kayak bukti pembayaran pajak (PBB) juga biasanya diminta buat diunggah sebagai penguat data.
  6. Pengecekan Lokasi di Peta
    Setelah data administratif diisi, sistem bakal nampilin peta. Kalian harus mastiin titik koordinat yang muncul sudah pas di tengah-tengah bidang tanah kalian. Kayaknya lebih bagus kalau kalian pas melakukan ini lagi berdiri di lokasi tanahnya langsung biar GPS-nya makin presisi.
  7. Kirim dan Tunggu Verifikasi
    Kalau semua data sudah dirasa bener, tinggal klik kirim. Data kalian bakal masuk ke server Kementerian ATR/BPN dan diteruskan ke Kantor Pertanahan setempat. Mereka bakal melakukan pemeriksaan mendalam. Inget, data nggak langsung berubah detik itu juga, karena butuh waktu buat verifikasi manual dari petugas.

Nge-plotting tanah sendiri ini sebenarnya cara kita buat ngebangun transparansi data. Semakin banyak orang yang sadar buat pendaftaran tanah, risiko sengketa di masa depan juga bakal makin kecil. Jangan sampai nanti di masa depan malah kaget kalau ada klaim tumpang tindih cuma gara-gara tanah kita belum terpetakan secara digital. Mending diurus sekarang wae mumpung fasilitasnya sudah disediain gratis dan mudah lewat HP.

Langkah ini adalah bentuk nyata kalau pemerintah pengen kita lebih proaktif. Dengan adanya data yang sinkron antara lapangan dan sistem digital, integrasi data pertanahan nasional jadi lebih solid. Jadi, buat kalian yang punya waktu luang, nggak ada salahnya ngecek status tanah masing-masing lewat aplikasi ini.

Pemanfaatan fitur Swaplotting ini sepertinya menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi kita semua untuk menjaga aset berharga. Dengan mendaftarkan koordinat tanah secara mandiri, kalian sudah membantu negara dalam menciptakan basis data pertanahan yang lebih rapi dan bebas konflik. Kami sangat menyarankan agar jenengan segera melakukan pengecekan, apalagi buat yang punya sertifikat model lama. Ojo ditunda-tunda maneh, karena kepastian hukum itu mulainya dari keakuratan data yang kita sampaikan sendiri.

Demikian informasi mengenai cara penggunaan fitur Swaplotting ini, rekan-rekanita. Semoga bermanfaat dan bisa membantu mengamankan aset tanah kalian semua. Terimakasih sudah membaca sampai selesai, mari kita simpulkan bersama bahwa menjaga legalitas tanah sekarang sudah ada di genggaman tangan kita masing-masing.

Terbaru

  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Samsung Galaxy Z Fold 8 Jadi Makin Populer Karena iPhone Duo dirilis :)
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Lagi rame soal FF Kipas my id sama Naruto, mending hati-hati ojo asal klik verify UID
  • Info Demo Buruh di DPR Hari Ini 29 September 2026, Ada Apa Sih Sama RUU Ketenagakerjaan?
  • Kabar duka siswi SMA Santo Yosef Pangkalpinang, Caren Aurelia Estelle meninggal dunia di usia 17 tahun
  • Bukan cuma soal rukun iman, ternyata ada 77 cabang iman yang perlu dipahami warga lewat penjelasan Syekh Nawawi al-Bantani
  • Gilang Dirga kok ra ketok neng DA8? Warga bingung, jane metu opo piye?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme