Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini

Posted on July 10, 2026

Bayangkan lagi asyik-asyiknya pesan tiket pesawat buat liburan atau lagi mau check-in hotel favorit, eh tiba-tiba aplikasinya nggak bisa dibuka karena diblokir pemerintah. Kedengarannya kayak skenario film buruk, tapi ini beneran bisa kejadian kalau 22 platform digital yang lagi dapet “surat cinta” dari Komdigi nggak gercep urus izin mereka.

Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi ngasih peringatan keras ke puluhan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat. Masalahnya simpel tapi krusial: mereka belum daftar sebagai PSE resmi di Indonesia. Kalau sampai batas waktu 13 Juli 2026 lewat dan mereka masih belum taat aturan, pemerintah nggak bakal ragu buat melakukan pemutusan akses atau blocking.

Daftar perusahaan yang kena tegur ini isinya pemain besar semua. Sektornya pun beragam, mulai dari perhotelan mewah, maskapai penerbangan internasional, sampai platform edukasi. Kalau kita lihat daftarnya, banyak banget nama yang mungkin sering temen-temen pake pas lagi traveling.

Beberapa nama besar yang masuk daftar peringatan itu antara lain:

  • Sektor Perhotelan: Accor (yang megang brand Raffles dan Pullman), Banyan Tree, Barceló Hotel Group, Best Western, The Ascott Limited, WorldHotels, Archipelago International, Aryaduta Hotels Group, Hotel Indonesia Group (HIG), sampe Tauzia Hotel Management.
  • Sektor Maskapai: ANA, Qantas Airways, dan Qatar Airways.
  • Sektor Edukasi: Kodland dan Stimuler.

Gila sih, kalau sampe maskapai kayak Qatar Airways atau Qantas beneran kena blokir, urusannya bakal ribet banget buat para traveler. Belum lagi kalau jaringan hotel internasional kayak Accor tiba-tiba nggak bisa diakses lewat aplikasi mereka sendiri.

Tapi tenang dulu, nggak semuanya dalam kondisi bahaya. Dari total 25 platform yang awalnya dapet pemberitahuan, ternyata ada tiga yang udah proaktif banget. Mereka udah komunikasi sama Komdigi dan lagi proses pendaftaran biar aman. Ketiga platform itu adalah Strava (aplikasi buat temen-temen yang hobi lari atau sepedaan), AYO: Super Sport Community App, dan aplikasi Six Senses.

Aku sih ngerasa langkah Strava ini patut diapresiasi. Sebagai pengguna, kita pasti pengen aplikasi yang kita pake itu legal dan punya kepastian hukum di sini. Jadi kalau ada apa-apa sama data kita, ada payung hukumnya yang jelas di Indonesia.

Aku sih ngerasa, sebenernya ini bukan soal pemerintah mau ribet-ribet urus administrasi doang. Masalahnya, kalau perusahaan asing ini beroperasi di Indonesia tapi nggak terdaftar, kita sebagai pengguna jadi agak “abu-abu” posisinya. Kalau terjadi kebocoran data atau masalah transaksi, kita mau lapor ke mana? Makanya, pendaftaran PSE ini penting banget buat ngasih perlindungan ke kita semua.

Kenapa Harus Daftar PSE?

Mungkin temen-temen mikir, “Ah, kan mereka perusahaan gede, masa urusan daftar aja ribet?”. Nah, menurut Alexander Sabar dari Komdigi, pendaftaran ini bukan cuma soal kertas kerja atau urusan administratif doang. Ini soal kepastian hukum dan tata kelola ruang digital yang aman.

Dengan terdaftar sebagai PSE, pemerintah jadi punya kendali buat melakukan pengawasan. Jadi, kalau ada layanan yang nggak sesuai standar atau merugikan masyarakat, pemerintah punya dasar yang kuat buat negur atau menindak. Ini semacam cara biar ekosistem digital kita nggak jadi “hutan rimba” yang nggak ada aturannya.

Pemerintah juga sebenernya masih kasih ruang buat diskusi. Kalau ada kendala teknis atau masalah administrasi yang bikin mereka telat daftar, mereka masih boleh komunikasi sama Komdigi. Tapi ya itu, batas waktunya udah mepet banget di pertengahan Juli 2026 nanti.

Buat kita sebagai pengguna, sekarang sih mending pantau aja dulu. Selama platform yang kalian pake masih lancar jaya, berarti mereka lagi proses atau emang udah patuh. Tapi, kalau tiba-tiba aplikasi hotel atau maskapai langganan kalian nggak bisa diakses, ya mungkin itu salah satu dari 22 perusahaan tadi yang telat bayar “tiket masuk” ke regulasi Indonesia.

Saran aku, kalau kalian punya rencana booking hotel atau tiket pesawat lewat platform yang masuk daftar di atas, mending cek lagi statusnya atau coba cari alternatif platform lain yang udah pasti aman dan terdaftar. Lebih baik cari aman daripada rencana liburan berantakan gara-gara aplikasi kena blokir.

Tetap waspada dan bijak dalam menggunakan layanan digital ya, rekan-rekanita!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme