Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram

Posted on July 10, 2026

Warga yang sering main media sosial atau punya bisnis online pasti sudah tidak asing lagi sama Google Search Console. Biasanya alat ini dipakai orang-orang yang punya website buat ngecek gimana performa situs mereka di mesin pencari Google. Tapi ada kabar baru yang cukup penting buat para kreator konten, pemilik toko online, sampai publisher. Google baru saja mengumumkan fitur baru namanya Social Media Property atau Platform Property pada 7 Juli 2026 kemarin.

Singkatnya, fitur ini bikin kita bisa memantau gimana akun media sosial kita muncul di hasil pencarian Google. Jadi selama ini kalau orang cari sesuatu di Google, terus yang muncul malah video TikTok kita atau postingan Instagram kita, kita cuma bisa nebak-nebak saja kenapa itu bisa terjadi. Nah, lewat fitur baru ini, semuanya jadi lebih jelas karena datanya langsung ditarik ke Google Search Console.

Banyak yang mungkin bingung, apa bedanya sama fitur insight yang sudah ada di aplikasi media sosial itu sendiri? Bedanya cukup jauh. Kalau insight di Instagram atau TikTok itu fokusnya ke apa yang terjadi di dalam aplikasi mereka. Misalnya berapa banyak orang yang kasih like, berapa banyak yang komen, atau berapa banyak pengikut baru yang masuk. Itu semua urusan internal aplikasi masing-masing.

Sedangkan Social Media Property ini cuma fokus ke satu hal, yaitu gimana konten kita “nongol” di ekosistem Google. Misalnya lewat Google Search atau Google Discover. Jadi, data yang dikasih itu bukan soal berapa banyak yang like di TikTok, tapi soal berapa banyak orang yang nemuin video TikTok kita setelah mereka ngetik sesuatu di Google. Ini penting banget buat mereka yang mau serius main di dunia digital, supaya tahu kata kunci apa yang bikin konten mereka ditemukan orang lewat Google.

Jasa meningkatkan traffic website & blog di Google Search Console https://s.shopee.co.id/6VM9UYJJdy

Beberapa data yang bisa dilihat nanti antara lain kata kunci atau search queries yang dipakai orang sampai akhirnya nemu akun kita. Terus ada jumlah klik yang didapat dari hasil pencarian Google, jumlah tayangan atau impressions, sampai nilai Click Through Rate atau CTR. Ada juga info posisi rata-rata konten kita ada di urutan keberapa pas orang lagi nyari sesuatu. Data-data ini kalau dikumpulin bisa buat bahan evaluasi strategi konten. Jadi nggak cuma asal posting, tapi bisa tahu jenis postingan apa yang paling disukai mesin pencari Google.

Untuk tahap awal ini, Google baru nyediain dukungan buat empat platform besar, yaitu Instagram, TikTok, X, sama YouTube. Kalau buat platform lain kayak Facebook atau yang lainnya, mungkin harus nunggu kabar selanjutnya. Biasanya kalau respon dari para kreator bagus, Google bakal nambahin dukungan buat platform lain juga.

Cara pakainya juga dibilang cukup simpel buat yang sudah biasa pakai alat-alat Google. Caranya, tinggal masuk ke akun Google Search Console, terus buka daftar properti di sebelah kiri layar. Cari menu Add Property, terus pilih opsi Platform Property. Setelah itu tinggal pilih mau masukin akun media sosial yang mana. Google nanti bakal minta izin buat verifikasi akun, dan kalau sudah diizinkan, akunnya bakal otomatis nyambung.

Tapi ada catatan penting buat masyarakat atau kreator yang mau coba. Google meluncurkan fitur ini secara bertahap. Jadi kalau pas dicek menu Platform Property itu belum ada di akun kalian, jangan panik dulu. Itu artinya memang belum dapat giliran saja. Tinggal tunggu saja sampai peluncurannya lebih luas lagi. Buat yang sudah punya, mumpung masih baru, bisa langsung dicoba buat lihat pola pencarian orang-orang terhadap konten kita.

Intinya, fitur ini bakal ngebantu banget buat membedakan antara konten yang cuma ramai di kalangan followers sendiri, sama konten yang punya jangkauan luas sampai ke pengguna Google yang mungkin belum kenal kita sama sekali. Jadi buat yang pengen naik kelas dari sekadar main medsos jadi profesional, fitur ini bisa jadi senjata baru.

Terbaru

  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • PT SBA Wood Industries kena semprot Singapura gara-gara dugaan kabut asap, ini profil dan hubungannya sama Sinar Mas
  • Lagi-lagi soal asap, PT Bumi Andalas Permai masuk daftar pantauan Singapura gara-gara kabut asap
  • Lagi rame dicari, ini info lengkap soal Gembox Patch PES 2026 buat PS3 biar game jadul makin update
  • PT Hutan Lestari Raya masuk daftar hitam Singapura gara-gara asap, sebenarnya perusahaan ini jualan apa sih?
  • Lagi rame bahas CSE, pendidikan seksualitas buat remaja itu beneran bikin penasaran atau justru buat jaga diri?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme