Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Lesbumi Ajak Baca Sejarah dengan Cara Emik

Posted on December 18, 2015

Jakarta, NU Online
Ketua PBNU Imam Aziz mengatakan, cara pandang sejarah emik (sudut pandang yang selama ini ditulis orang lain) merupakan kajian pascakolonial. Hal ini penting sebagai upaya mengkritik cara berpikir sejarah yang ada sebab Indonesia ini punya banyak masalah dalam penulisan sejarah dan dalam memperlakukan sejarah.

“Ini berkaitan dengan sejarah tidak sekadar narasi, tapi berkaitan manusia. Narasi membuat nasib manusia berubah. Penulisan sejarah akan menentukan nasib kita,” katanya pada diskusi bertema “Kolonial Belanda dan Kekerasan Budaya Pasca-1926-1927” di auditorium lantai 8 PBNU, Jakarta, pada Kamis (17/12).

Misalnya terkait penulisan sejarah Gerakan 30 September 1965. Ia mengaku telah mengumpulkan fakta-fakta sejarah di 35 kabupaten dan kota di Jawa dan Bali. Ia melakukan itu ketika duduk di Lakpesdam Yogyakarta.  

Dari fakta-fakta itu, ia mendapatkan narasi-narasi yang berbeda dari sejarah yang ditulis di Jakarta dan dalam buku sejarah dan di film. “Sejarah harus ditulis jangan dari narasi besar seperti yang ada di Jakarta karena jauh berbeda,” katanya seraya menambahkan, karena itulah, kita harus mengkritik sejarah itu dan menawarkan perspektif baru kepada masyarakat. Dalam peristiwa 65 itu sudah 50 tahun kita menggunanakan sejarah secara etik, sudut pandang orang luar.

Sementara narasumber lain, KH Ng. Agus Sunyoto, sependapat dengan Imam Aziz. Menurut Agus, selama ini, kita tak memiliki kacamata sendiri dalam membuat sejarah. Kita seolah tak memiliki kewenangan bercermin dengan kepada cermin milik kita dengan cara kita sendiri.  “Semua sudah dalam narasi etik orang lain,” kata Ketua Lesbumi PBNU ini.

Ia menyebut contoh penduduk asli Amerika disebut orang Barat sebagai Indian. Padahal itu salah fatal. Penyebabnya, Colombus, yang dianggap penemu benua Amerika menganggap sudah sampai ke India.

Begitu juga, lanjut penulis Suluk Abdul Jalil 7 jilid ini, ketika orang Inggris datang ke benua Australia. Mereka menyebut penduduk aslinya sebagai aborigin. “Enggak ada penduduk asli namanya itu. Aborigin itu adalah sebutan orang Inggris yang berarti, setengah manusia setengah binatang. Itu sudut pandang mereka,” katanya pada diskusi yang digelar Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU tersebut.

Dari penyebutan Aborigin, sebagai dikemukakan Imam Aziz, akan membentuk nasib mereka di masa akan datang. Penulisan sejarah akan menentukan nasib orang yang ditulis itu.

Sementara narasumber ketiga, Daniel Rudi, dengan fakta-fakta yang dikemukakan kedua narasumber tersebut, ia mengajak untuk, dalam bahasa dia, hijrah intelektual. Artinya, membaca ulang penulisan sejarah-sejarah yang ada. Kemudian mengemukakan sejarah dari sudut pandang kita (emik), bukan orang lain (etik).

Diskusi yang dihadiri puluhan peserta ini dimoderatori Widyasena Sumadyo tersebut dihadiri puluhan peserta. Rencananya, Lesbumi akan menggelar diskusi tiap bulan dengan tema berlainan. (Abdullah Alawi)  

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apakah Jika Ganti Baterai HP, Data akan Hilang?
  • Apa itu Game Sakura School Simulator Solwa?
  • Hasil Benchmark Xiaomi Pad 8 Global Bocor! Siap-siap Masuk Indonesia Nih
  • KAGET! Ressa Rizky Rossano Akui Sudah Nikah & Punya Anak
  • Inilah Kronologi Ledakan Bom Rakitan SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya Kalbar
  • Cara Mengatasi Error 208 BCA Mobile
  • Hapus Sekarang! Inilah Hornet, App LGBTQ Tembus Indonesia, Hati-hati
  • Berapa Lama Sih Ngecas HP 33 Watt? Ini Dia Penjelasannya!
  • Cara Cek Saldo Hana Bank Lewat SMS
  • Update Sistem Google Februari 2026: Apa yang Baru dan Perlu Kalian Tahu?
  • Membership FF Bulanan & Mingguan: Berapa DM yang Harus Kalian Siapkan?
  • Maksimal Ngecas HP Berapa Kali Sehari? Boleh 2 Kali Nggak, Sih?
  • Cara Mengatasi Error “Try Again, Open in Another App”
  • Sideload Android: Cara Pasang APK Tanpa Google Play Store (Panduan Lengkap 2026)
  • iPhone Jadi Kamera Vintage Modular? Proyek Kickstarter Ini Bikin Kagum!
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Belanda Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial: Ini Detailnya!
  • Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!
  • Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!
  • DCT Coin: Crypto Legitim atau Penipuan? Bedah Tuntas, Harga & Fakta Penting!
  • Apple Rilis Update Terbaru untuk iOS, macOS, watchOS & Lainnya!
  • Paket Super Seru Telkomsel: Aplikasi Apa Saja yang Bisa Digunakan?
  • Deus Ex: Human Revolution GRATIS di Android! Buruan Download Sebelum Hilang!
  • Apa Bedanya Thigh, Wing, dan Drumstick di McDonald’s? Yuk, Kupas Tuntas!
  • OpenAI Luncurkan Codex App untuk macOS: Kode Jadi Lebih Mudah!
  • Dana Kaget Wealth Plan: Untung atau Mitos? Review Jujur & Cara Daftarnya!
  • How to Run Qwen (14B) on AMD MI200 with vLLM
  • How to Enable New Run Dialog in Windows 11
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme