Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Peradaban yang Mencandu 

Posted on April 11, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Enzen Okta Rifai, Lc.

Ekonomi berbasis globalisasi saat ini membuat banyak orang tergopoh-gopoh dan kecanduan dalam segala hal. Kecanduan itu meliputi soal fisik dan psikis, seakan sulit untuk dicarikan jalan keluarnya. Masyarakat sudah kadung diindustrialisasi, bahkan hingga ke desa dan perkampungan terpencil sekalipun.

Kita seakan tidak lagi mengenal tetangga kita, alih-alih mengulurkan bantuan atau meminta bantuan secara sungkan. Banyak rumah-rumah besar dan megah yang memiliki ruang dan kamar kosong, sementara tidak sedikit masyarakat yang hanya tidur di emperan jalan dan pertokoan. Banyak orang menghabiskan hidupnya dengan sibuk menjalani pekerjaan yang dibenci, hanya supaya mereka bisa mengembalikan utang pada bank yang sedari awal telah diciptakannya dari ketiadaan.

Dalam peradaban semacam itu, apakah ada orang yang ikhlas memberi tanpa pamrih, kecuali kelak dia akan menuntut balas jasa yang harus dikembalikan?

Pada prinsipnya, kehidupan yang serba pamrih dalam naungan ekonomi moneter ini tak bisa lain – seperti yang diprediksi bapak bangsa kita – hanya mampu bertahan dengan cara mengeksploitasi kehidupan lain, bahkan menghancurkannya, demi untuk membangun tempat yang lebih baru dan baru lagi.

Karena itu, ekonomi yang berbasis lokalitas, dirasa sudah mendesak harus diterapkan, karena ia merupakan model di mana seluruh kebutuhan dicukupkan dengan menggunakan material setempat, yang dihasilkan dalam jangkauan berjalan kaki dari tempat tinggal, atau sekadar menaiki sepeda saja.
Baca juga:  Fitnah

Tidak sedikit orang Indonesia yang skeptis. Mereka menganggap pandangan ini terlampau idealis, bahkan sulit diterima oleh nalar dan pikiran normal. Padahal, memang seperti itulah semestinya kehidupan harus dijalani, dalam menghadapi ledakan kerusakan ekologis yang fatal dan sangat memprihatinkan saat ini. Dan buktinya, kita masih bisa menyaksikan fakta kehidupan masyarakat pedalaman yang tetap survive, masih menganut pola semacam itu?

Di sisi lain, para pendukung sistem ekonomi moneter berpendapat, bahwa dunia ini berkelimpahan, dan mestinya semua sumber daya dapat digunakan secara bijaksana dan dibagi secara merata di antara seluruh umat manusia. Bukan hanya untuk mereka yang memiliki kemampuan finansial. Sementara itu, banyak yang menyangsikan pemakaian teknologi tingkat-tinggi yang dianggap kontraproduktif terhadap rasa kebahagiaan dan ketentraman batin.
Teknologi tinggi

Untuk mewujudkan teknologi tinggi, dibutuhkan kesepakatan seluruh bangsa di dunia sebelum kita dapat sama-sama memulai memikirkan realisasi rencana itu. Penggunaan teknologi tingkat-tinggi akan banyak menguras mineral dan material, termasuk pembuatan produk-produk sampingannya.

Kita bisa bayangkan, jika ada kesepakatan seluruh dunia untuk memakai produk berteknologi-tinggi. Apa yang terjadi dengan minyak di Timur Tengah, tembaga di Cina, mineral di Afrika, karet di Amerika Selatan, dan begitu banyak yang akan terkuras dari kandungan bumi dan laut Indonesia. Dengan mempertimbangkan kompleksitas dunia ini berikut bangsanya, politiknya, budayanya, hukumnya, bahkan agamanya, maka kesepakatan global untuk penggunaan produk berteknologi-tinggi, sepertinya tidak realistis.
Baca juga:  Tradisi Natal dan Catatan Toleransi Umat Beragama (2): Dialog Bersama Pare Christian Community

Ada “kekuatan” yang tiba-tiba menyerang pendapat saya, dan mereka berasumsi bahwa penggunaan teknologi tinggi, akan membuat bangsa-bangsa merasa senang dan bahagia. Tetapi lihat saja fakta di lapangan. Jika asumsi itu benar, lalu mengapa dalam periode yang berteknologi paling maju di era milenial ini, justru kehidupan bangsa Indonesia dan dunia merasa lebih tertekan, panik, nelangsa, bahkan lebih frustasi dan putus asa dari periode-periode sebelumnya?

Sementara itu, kita semua tahu, kehidupan masyarakat yang berteknologi rendah, dari dulu hingga kini, lebih kuat memperlihatkan rasa kebahagiaan, kepuasan, dan hubungan yang lebih harmonis antar sesama manusia dan lingkungan sekitarnya.

Kita yang hidup di negara “berkembang” ini, amat tertekan oleh kepentingan negeri-negeri maju untuk menomboki utang yang justru ditawarkan oleh mereka sendiri, seakan-akan kita hanya bisa hidup dengan bergantung pada Dana Moneter Internasional berikut kroni-kroninya. Sementara, kehidupan masyarakat dusun dan kampung pedalaman justru lebih pemurah terhadap penggunaan sumber daya, waktu, makanan, serta barang-barang material di sekitar mereka.

Suatu hari, ketika diperiksa kesehatan atas ribuan warga Baduy-Dalem di pedalaman Rangkasbitung, Banten Selatan, ternyata tak seorang pun dari mereka yang dinyatakan positif Covid-19. Tes kesehatan itu justru dilakukan di pertengahan tahun 2021, ketika rumah-rumah sakit di seluruh kota-kota besar membludak disesaki pasien-pasien Covid-19, hingga para dokter dan perawat kewalahan dan kelimpungan dibuatnya.
Baca juga:  Makna Moderat dalam Al-Qur’an dan Hadis

Masyarakat Baduy Luar, terutama wilayah Lewidamar yang mendekati perkotaan, telah bersentuhan dengan dunia modernisasi, yang menurut seniman Chavchay Saifullah, “Mestinya kehidupan modern itu justru mempermudah urusan hidup manusia, karena mereka lebih banyak memiliki alat untuk menghemat waktu. Tapi faktanya, semakin masyarakat memodernisasi diri, justru semakin tidak memiliki waktu?”

Belum lagi beban psikis yang harus ditanggung masyarakat perkotaan, seperti kesehatan mental, emosional dan spiritual. Secara pribadi, saya tak mau menggunakan meja mekanik yang multi-fungsi, tetapi saya ingin membuatnya dengan tangan saya sendiri, atau dengan tangan tetangga saya yang punya usaha kayu. Sebab, bagaimanapun, membuat sesuatu dengan tangan sendiri sangat bagus untuk kesehatan tubuh, kreatif, otot-otot bergerak, juga hubungan akan baik dengan lingkungan sekitar.

Kalau setiap rumah-tangga kita merasa terasing dari tetangganya sendiri, lantas bagaimana kita memiliki pertalian serta perhubungan yang intim dengan lingkungan, begitupun rasa hormat terhadap bumi dan seluruh semesta ini? Lalu, di mana letak manifestasi kita sebagai penganut agama yang katanya  rahmatan lil-alamin ini? (*)

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Ini Arti Kode Error FP26EV dan FP27EV di Aplikasi BriMO Serta Cara Mengatasinya!
  • Cara Jadi Clipper Modal Ngedit Video di TryBuzzer, Cocok Banget Buat Pemula!
  • Cara Pakai Beb6 Wifi Password Untuk Cek Jaringan di Sekitar Kalian
  • Inilah Review Lengkap Apakah Turbo VPN Extension Aman
  • Apa itu Toko Biru? Ini Istilah Olshop yang Perlu Kamu Tahu
  • Adswerve Inc Penipu? Ini Fakta di Balik Konsultan Digital Terkemuka Dunia!
  • Sering Ditelepon 08111? Simak Apakah Ini Penipuan atau Marketing Resmi Telkomsel
  • Inilah Cara Daftar dan Login Subsidi Tepat LPG 3 kg di Merchant Apps MyPertamina!
  • Akademi Crypto Penipu?
  • Belum Tahu Arti Paket Sedang Transit di TikTok Shop? Ternyata Ini Maksudnya Biar Kalian Nggak Panik!
  • Akun Paylater Tiba-tiba Diblokir? Jangan Panik, Gini Cara Mengatasinya Biar Lancar Jaya!
  • HP Vivo Sering Mati Sendiri Padahal Baterai Masih Banyak? Ini Penyebab dan Solusinya!
  • Inilah Cara Mengatasi BNI Mobile Banking Transaksi Tidak Dapat Dilanjutkan dan Penjelasan Kode Errornya!
  • Inilah Daftar Lengkap Tempat OVO PayLater Bisa Digunakan
  • Gini Caranya Biar Nggak Mati Topik Pas Lagi Main RP Role Play
  • Gini Caranya Atasi Kontak yang Sudah Dihapus Tapi Masih Ada di WA, Dijamin Ampuh!
  • Cara Mengatasi DJP Online Error 403 atau 405 dengan Mudah
  • Sering Lihat Kata Puqi di TikTok? Jangan Asal Tulis, Ternyata Ini Artinya!
  • Apa Itu HP Refurbished?
  • Cara Backup WhatsappGB Tanpa Hilangkan Chat
  • Belum Tahu? Ini Trik Dapat Battle Emote Ejen Ali Mobile Legends Gratis Permanen!
  • Kelebihan dan Kekurangan Paypal Indonesia 2026
  • Inilah Fungsi Web Browser Terbaru yang Bikin Internetan Kalian Jauh Lebih Aman!
  • Ini Cara Pinjaman Online Bank Mandiri Langsung Cair via Livin Tanpa Ribet
  • Gagal Tukar Pengguna Dapodik? Jangan Panik, Ini Trik Ampuh Buat Jenjang PAUD dan SD!
  • Game Terasa Berat Padahal HP Bagus? Ini Trik Setting WebView yang Jarang Orang Tahu!
  • Cara Simpan Video FreeReels ke Galeri Tanpa Watermark, Dijamin Aman dan Resmi!
  • Capek Mancing Terus? Coba Trik AFK Fish It Roblox 2026 Ini, 100% Gratis Tanpa Langganan!
  • Profil Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR Indonesia Air Yang Jatuh di Maros, Sulawesi Selatan
  • Update Pencarian Pesawat IAT: Suara Ledakan di Maros Bikin Geger, Ini Fakta Terbarunya!
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Begini Teknik KV Caching dan Hemat Memori GPU saat Menjalankan LLM
  • Apa itu State Space Models (SSM) dalam AI?
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Tutorial AI Lengkap Strategi Indexing RAG
  • Cara Membuat AI Voice Agent Cerdas untuk Layanan Pelanggan Menggunakan Vapi
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme