
Pernahkah kamu memperhatikan mata anjingmu berkaca-kaca saat kamu pulang setelah lama bepergian? Atau mungkin kamu merasa lebih tergerak untuk memeluk anjingmu saat matanya tampak berair? Ternyata, ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini!
Selama ini, kita mungkin mengira air mata hanya berfungsi untuk membersihkan mata atau sebagai ekspresi kesedihan. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa air mata pada anjing, khususnya saat mereka bertemu kembali dengan pemiliknya, bisa jadi memiliki peran yang lebih dalam dalam membangun ikatan emosional.
Anjing dan Manusia: Persahabatan yang Unik
Anjing memang istimewa. Mereka memiliki kemampuan sosial dan kognitif yang mirip dengan manusia, yang diduga berkembang seiring dengan evolusi bersama kita. Salah satu kunci dari hubungan unik ini adalah kontak mata. Tatapan anjing dapat memicu perilaku merawat pada manusia, dan bahkan meningkatkan produksi hormon oksitosin, hormon cinta dan kasih sayang, pada diri kita.
Air Mata Sebagai Alat Komunikasi?
Pada manusia, air mata bukan hanya respons terhadap rasa sakit fisik, tetapi juga emosi. Kita menangis saat bahagia, sedih, terharu, atau bahkan saat merasa sangat lega. Air mata menjadi semacam sinyal nonverbal yang mengomunikasikan perasaan kita kepada orang lain.
Lantas, bagaimana dengan anjing? Apakah air mata mereka juga memiliki fungsi serupa?
Penelitian yang Mengubah Pandangan Kita
Sebuah penelitian yang menarik mencoba menjawab pertanyaan ini. Para peneliti mengamati perilaku anjing saat bertemu kembali dengan pemiliknya setelah berpisah selama beberapa jam. Hasilnya? Anjing-anjing tersebut menunjukkan perilaku yang sangat ramah dan antusias, seperti menatap pemiliknya, mengibas-ngibaskan ekor, melompat-lompat, dan menjilati wajah. Selain itu, kadar oksitosin pada anjing juga meningkat selama momen reuni ini.
Yang lebih menarik lagi, para peneliti menemukan bahwa volume air mata anjing meningkat secara signifikan saat mereka bertemu kembali dengan pemiliknya. Peningkatan ini tidak terjadi saat mereka bertemu dengan orang yang dikenal tetapi bukan pemiliknya. Ini menunjukkan bahwa air mata anjing mungkin memiliki hubungan khusus dengan ikatan mereka dengan pemiliknya.
Untuk menguji lebih lanjut, para peneliti memberikan larutan oksitosin pada mata anjing. Hasilnya, volume air mata mereka juga meningkat. Ini menunjukkan bahwa oksitosin berperan dalam produksi air mata pada anjing.
Air Mata yang Membangkitkan Rasa Sayang
Para peneliti kemudian melakukan eksperimen dengan melibatkan manusia. Mereka menunjukkan foto-foto wajah anjing kepada peserta, beberapa foto dengan mata normal dan beberapa dengan mata yang diberi air mata buatan. Peserta diminta untuk menilai seberapa besar keinginan mereka untuk merawat anjing dalam foto tersebut.
Hasilnya sangat menarik! Foto-foto anjing dengan air mata buatan mendapatkan skor yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa air mata pada mata anjing dapat memicu perasaan ingin merawat dan melindungi pada manusia.
Penjelasan Ilmiah di Balik Air Mata Emosional

Penelitian pada hewan pengerat menunjukkan bahwa oksitosin dapat merangsang produksi air mata dengan bekerja pada reseptor oksitosin di kelenjar air mata. Selain itu, neuron oksitosin di otak juga terlibat dalam meningkatkan produksi air mata. Ini menjelaskan mengapa peningkatan oksitosin yang terkait dengan emosi positif dan negatif dapat memicu produksi air mata.
Fungsi Sosial Air Mata
Fungsi sosial dari air mata yang distimulasi oleh oksitosin masih belum sepenuhnya jelas. Pada mamalia, air mata dapat berfungsi sebagai sinyal kimia. Misalnya, air mata tikus jantan mengandung feromon yang dapat memicu perilaku seksual pada tikus betina dan agresi pada tikus jantan. Pada manusia, air mata juga mengandung sinyal kimia dan dapat digunakan sebagai sinyal sosial-seksual.
Anjing sering kali saling mencium dan menjilat di sekitar mata saat bertemu. Ini menunjukkan bahwa air mata anjing mungkin juga berperan sebagai sinyal sosial di antara mereka.
Air Mata: Perekat Ikatan Anjing dan Manusia?
Pada manusia, bayi menggunakan air mata untuk menyampaikan perasaan negatif kepada orang tua mereka, dan orang tua merespons dengan memberikan perawatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa wajah anjing dengan air mata juga dapat memicu emosi merawat pada manusia.
Meskipun volume air mata meningkat setelah reuni dengan pemiliknya, fungsi sosial air mata pada anjing masih belum jelas. Ada dua aspek penting yang perlu diteliti lebih lanjut: fungsi air mata sebagai sinyal kimia di antara anjing dan kemampuannya untuk memicu perilaku merawat pada manusia.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa anjing mengeluarkan air mata saat bertemu kembali dengan pemiliknya, dan bahwa produksi air mata ini mungkin dimediasi oleh oksitosin. Ini adalah laporan pertama tentang emosi positif yang merangsang produksi air mata pada hewan non-manusia, dan tentang fungsi oksitosin dalam produksi air mata.
Tidak seperti hewan lain, anjing telah berevolusi atau didomestikasi melalui komunikasi dengan manusia dan telah memperoleh kemampuan komunikasi tingkat tinggi dengan manusia menggunakan kontak mata. Melalui proses ini, air mata mereka mungkin memainkan peran dalam memicu perilaku melindungi atau merawat dari pemiliknya, yang menghasilkan pendalaman hubungan timbal balik dan selanjutnya mengarah pada ikatan antar spesies.
Jadi, lain kali kamu melihat mata anjingmu berkaca-kaca, ingatlah bahwa itu mungkin bukan hanya air mata kesedihan, tetapi juga air mata kebahagiaan dan cinta yang mempererat ikatan antara kamu dan sahabat terbaikmu.
Sumber: Jurnal Current Biology