Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Mazda EZ-60: Kabin Ada Layar 5K 26.5 Inch & Speaker Dolby Asmos

Posted on April 19, 2025

Changan Mazda kembali membuat gebrakan dengan memperkenalkan informasi lebih detail mengenai SUV listrik terbarunya, EZ-60, yang dijadwalkan untuk debut pada 23 April di Shanghai Auto Show. Mobil ini bukan sekadar kendaraan listrik biasa, melainkan sebuah pernyataan dari Mazda untuk memasuki segmen mid-to-premium dengan desain yang memukau dan teknologi canggih.

Model produksi EZ-60 tetap setia pada konsep “ARATA” yang sebelumnya diperkenalkan, menawarkan pilihan powertrain pure electric (listrik murni) dan range-extender (penambah jarak tempuh). Dengan aerodinamika yang dioptimalkan, EZ-60 memiliki dimensi yang cukup besar, yaitu panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, dan tinggi 1.620 mm, dengan wheelbase (jarak sumbu roda) mencapai 2.902 mm. Ukuran ini menjanjikan ruang kabin yang lega dan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang.

Desain Interior yang Memanjakan Mata dan Telinga

Masuk ke dalam kabin, Kamu akan disambut dengan desain interior dual-tone yang elegan, dipadukan dengan floating roof berwarna hitam yang memberikan kesan modern dan mewah. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah layar ultra-wide 5K berukuran 26,45 inci. Layar ini bukan sekadar hiasan, melainkan pusat kendali yang menggabungkan berbagai fungsi, mulai dari instrumentasi digital, media, hingga pengaturan suhu kabin.

Dengan minimnya tombol fisik, Mazda tampaknya ingin memberikan pengalaman berkendara yang intuitif dan futuristik. Sebagian besar operasi diharapkan dapat dilakukan melalui layar sentuh atau perintah suara. Ini adalah langkah berani yang menunjukkan komitmen Mazda terhadap inovasi teknologi.

Tidak hanya visual, Mazda juga memanjakan telinga Kamu dengan sistem audio 23 speaker 7.1.4-channel yang mendukung Dolby Atmos. Dengan kualitas suara yang jernih dan surround yang imersif, setiap perjalanan akan terasa seperti konser pribadi. Penumpang di baris belakang juga dimanjakan dengan touchscreen kendali yang memungkinkan mereka mengatur suhu dan hiburan sesuai keinginan.

Ruang Kabin yang Luas dan Fungsional

Selain desain yang menawan dan teknologi canggih, EZ-60 juga menawarkan ruang kabin yang luas dan fungsional. Ruang kargo dapat diperluas dari 350 liter hingga 2.036 liter, memberikan fleksibilitas untuk membawa berbagai barang bawaan. Pada varian pure electric, terdapat juga front trunk (bagasi depan) berkapasitas 126 liter, menambah ruang penyimpanan yang berguna.

Platform dan Powertrain: Kombinasi Efisiensi dan Performa

SUV ini dibangun di atas platform EPA milik Chang’an, yang juga digunakan oleh Deepal S07. Hal ini menempatkan EZ-60 dalam kategori mid-size (ukuran sedang), dengan ruang interior yang diharapkan serupa dengan model lain yang menggunakan platform yang sama.

Pilihan powertrain menjadi daya tarik utama EZ-60. Selain varian fully electric (listrik penuh), tersedia juga varian range-extender yang menggabungkan mesin 1.5 liter 72 kW sebagai generator dengan motor listrik bertenaga 190 kW. Varian ini menggunakan baterai lithium-iron-phosphate berkapasitas 31,73 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh 160 km dalam mode pure electric.

Sayangnya, Mazda belum mengungkapkan spesifikasi untuk varian pure electric. Namun, diharapkan varian ini akan menawarkan performa dan jarak tempuh yang kompetitif di kelasnya.

Persaingan Ketat di Pasar NEV China

Setelah peluncuran di pasar domestik, Changan Mazda berencana memasarkan EZ-60 di pasar luar negeri dengan nama Mazda CX-6e. Namun, tantangan besar menanti di pasar NEV (New Energy Vehicle) China yang sangat kompetitif. Raksasa otomotif seperti Tesla, BYD, dan Nio terus mempertahankan momentum penjualan yang kuat.

Sebagai gambaran, sedan EZ-6 yang diluncurkan sebelumnya hanya terjual 4.329 unit antara November 2024 dan Februari 2025. Hal ini menunjukkan bahwa Mazda perlu bekerja keras untuk mendapatkan daya tarik pasar yang lebih luas.

Menghadapi Rival yang Tangguh

EZ-60 akan memasuki arena persaingan yang ketat dengan rival-rival yang sudah mapan, seperti Avatr 07 dan Deepal S07. Selain itu, EZ-60 juga harus bersaing dengan EV (Electric Vehicle) yang lebih terjangkau dari Honda, yaitu P7 dan S7, yang dibanderol di bawah 200.000 yuan (sekitar 27.400 USD).

Meskipun Mazda belum mengumumkan harga resmi, diperkirakan EZ-60 akan dibanderol lebih mahal dari Deepal S07, yang harganya berkisar antara 149.900 – 197.900 yuan (20.500 – 27.100 USD). Strategi penetapan harga ini akan menjadi kunci penting di pasar EV China yang sangat memperhatikan nilai. Pembeli semakin menuntut teknologi mutakhir dan harga yang kompetitif secara bersamaan.

Apakah EZ-60 Mampu Bersaing?

Dengan desain yang memukau, teknologi canggih, dan pilihan powertrain yang menarik, Mazda EZ-60 memiliki potensi untuk menjadi penantang serius di pasar SUV listrik. Namun, persaingan yang ketat dan ekspektasi konsumen yang tinggi menuntut Mazda untuk memberikan yang terbaik.

Keberhasilan EZ-60 akan bergantung pada kemampuan Mazda untuk menawarkan kombinasi yang tepat antara kualitas, performa, fitur, dan harga. Jika Mazda mampu memenuhi ekspektasi tersebut, EZ-60 berpotensi menjadi salah satu pemain utama di pasar SUV listrik global.

Kesimpulan

Mazda EZ-60 adalah bukti komitmen Mazda terhadap inovasi dan keberlanjutan. Dengan desain yang menawan, teknologi canggih, dan pilihan powertrain yang menarik, EZ-60 menawarkan alternatif yang menarik di pasar SUV listrik yang semakin berkembang.

Meskipun persaingan ketat, Mazda memiliki peluang untuk sukses jika mampu menawarkan produk yang memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Kita tunggu saja bagaimana performa EZ-60 di pasar dan bagaimana Mazda akan terus berinovasi di masa depan.

Sumber: CarNewsChina.com

Terbaru

  • Worth It! Switching from Fedora KDE to Kubuntu
  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Siapa Sosok Dibalik Video Kerudung Biru Di Mobil? Ini Konteks Asli Rekamannya
  • Bantah Menteri Kesehatan Sesak Nafas di Kalimantan, Netizen Tidak Percaya
  • Download Full Link Video Kakak vs Adik 17 Menit Viral, A Day In My Life? Hati-hati Virus!
  • Nasib Veda Ega di Moto3 Australia 2026: Sudah dapat pole position malah dihambat hujan deras
  • Lagi rame dicari link download Dopamine TV APK, warga diingatkan hati-hati soal keamanan data

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme