Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

INILAH Daftar Tim Peserta Kejuaraan Free Fire World Series Asia Tenggara 2024 di Surabaya

Posted on October 11, 2024

Surabaya bersiap menjadi saksi pertempuran sengit di dunia Free Fire. Kompetisi e-sports Free Fire World Series SEA Fall 2024 (FFWS SEA Fall 2024), akan memasuki babak puncak dengan Point Rush dan Grand Finals yang digelar pada 11-13 Oktober di Surabaya Convention Center, Pakuwon Mall. 12 tim profesional dari Indonesia, Vietnam, dan Thailand akan beradu strategi dan keahlian untuk merebut titel juara dan bagian terbesar dari prize pool senilai 300.000 dollar AS (sekitar Rp 4,5 miliar).

Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, FFWS SEA Fall 2024 merupakan ajang penentu bagi para tim untuk meraih tiket menuju Free Fire World Series Global Finals 2024 yang akan diadakan di Brasil pada November 2024. Delapan tim terbaik dari SEA Fall 2024 akan berkesempatan untuk bersaing di panggung dunia dan memperebutkan gelar juara global.

Sebelum menyaksikan pertempuran epik di Surabaya, mari kita kenali lebih dekat 12 tim yang akan berlaga di Grand Finals FFWS SEA Fall 2024. Profil ini disusun berdasarkan peringkat akhir babak Knockout Stage yang digelar sebelum Point Rush dan Grand Finals:

1. Buriram United Esports (Thailand)

Organisasi e-sports asal Thailand yang dimiliki oleh klub sepak bola Buriram United ini telah menunjukkan dominasinya sepanjang tahun 2024. Dengan skuad yang terdiri dari GETHIGH, Joena, Moshi, Wassana, dan DLong, Buriram United Esports menorehkan prestasi gemilang, seperti juara FFWS Thailand 2024 Spring dan ESL Snapdragon Pro Series Season 3 – Challenge Season. Di FFWS SEA Spring 2024, mereka berhasil meraih peringkat ketiga, serta peringkat keempat di Esports World Cup dan kesembilan di ESL Snapdragon Pro Series 2024: Mobile Masters.

Di babak Knockout Stage FFWS SEA Fall 2024, Buriram United Esports memimpin klasemen dengan total 1.199 poin, yang terdiri dari 519 poin posisi, 695 poin eliminasi, dan 15 kemenangan alias Booyah. Wassana, pemain kunci Buriram United Esports, bahkan dinobatkan sebagai Predator di pekan kedua Knockout Stage berkat jumlah kill terbanyak.

2. All Gamers Global (Thailand)

All Gamers e-Sports Club, atau All Gamers, merupakan organisasi asal China yang dikenal luas atas kesuksesannya di game shooter CrossFire dan game MOBA Honor of Kings. Divisi Free Fire mereka berbasis di Thailand dan diisi oleh CARAMEL, DEW, SAIFA, STOP, dan VIPER. Prestasi mereka pada 2024 meliputi juara ESL Snapdragon Pro Series Season 5: Thailand Open dan peringkat kelima di Esports World Cup 2024.

All Gamers menduduki peringkat kedua di babak Knockout Stage dengan 1.102 poin, hasil dari 459 poin posisi, 643 poin eliminasi, dan 12 kemenangan. Dua pemain mereka, SAIFA dan DEW, juga dinobatkan sebagai Predator di pekan keempat dan kelima.

3. RRQ Kazu (Indonesia)

Salah satu divisi dari organisasi e-sports Indonesia, Rex Regum Qeon (RRQ), RRQ Kazu siap memberikan perlawanan sengit di Grand Finals. Skuad mereka terdiri dari Abaay, Dutzz, Razor, Maal, serta C1benk, dan telah mencatatkan sembilan prestasi di tahun ini, termasuk juara pertama ESL Snapdragon Pro Series Season 5: Indonesia Open, juara kedua di FFWS Indonesia Spring 2024, dan peringkat ketiga di ESL Snapdragon Pro Series 2024: Mobile Masters.

Di FFWS SEA Fall 2024, RRQ Kazu menduduki peringkat ketiga dengan total 986 poin. Rinciannya adalah 447 poin posisi, 539 poin kill, dan 15 poin kemenangan (Booyah). Jumlah poin Booyah ini menyamai Buriram United Esports yang memimpin klasemen Knockout Stage.

4. Twisted Minds (Thailand)

Twisted Minds, organisasi e-sports berbasis Arab Saudi dengan tim Free Fire asal Thailand, memiliki roster yang terdiri dari DIAMOND, NAMELESS, Smingch, XPOZY, serta PORPOR. Mereka berhasil menduduki peringkat ke-11 di Esports World Cup 2024.

Di FFWS SEA Fall 2024, Twisted Minds menempati peringkat keempat dengan 984 poin, hasil dari 403 poin posisi, 581 poin kill, dan 8 poin kemenangan. Smingch, pemain Twisted Minds, berhasil menjadi Predator di pekan pertama Knockout Stage.

5. Team Falcons (Thailand)

Team Falcons, atau dikenal juga dengan nama Falcons Esports, adalah organisasi e-sports asal Arab Saudi dengan divisi Free Fire yang berasal dari Thailand. Tim ini diakuisisi dari CGGG pada April 2024. Roster Team Falcons meliputi COZQ, ONEMORE, ONFIRE, PETER, dan KERORO.

Skuad ini telah menorehkan prestasi gemilang tahun ini, termasuk juara FFWS SEA 2024 Spring dan Esports World Cup 2024. Di FFWS SEA Fall 2024, Team Falcons berada di peringkat kelima dengan 945 poin, terdiri dari 392 poin posisi, 553 poin kill, dan 6 poin Booyah.

6. Attack All Around (Thailand)

Organisasi e-sports asal Thailand, Attack All Around, mulanya bergerak di game Point Blank, lalu melebarkan sayapnya ke Counter-Strike dan Free Fire. Tim ini memiliki roster yang terdiri dari POONGOD, FOLKYY, JUMPGOD, LIMIT, dan COUGAR.

Attack All Around berhasil meraih juara FFWS Thailand Fall 2024, peringkat ketiga di FFWS Thailand Spring 2024 dan ESL Snapdragon Pro Series Season 5: Thailand Open, dan masih banyak lagi. Di FFWS SEA Fall 2024, Attack All Around menduduki peringkat keenam dengan 908 poin, terdiri dari 393 poin posisi, 515 poin kill, dan 9 poin Booyah. Limit, pemain Attack All Around, menjadi Predator di pekan keenam Knockout Stage.

7. WAG (Vietnam)

WAG, atau Walking Among Gods, adalah organisasi e-sports bermarkas di Vietnam. Roster WAG terdiri dari Cyrus, Krillin, TheGhost, Alan, serta Xbor. Prestasi mereka pada 2024 mencakup juara ESL Snapdragon Pro Series Season 5: Vietnam Open, peringkat kedua di King of Map, dan peringkat keempat di Nightmare International Showdown 2.

Di FFWS SEA Fall 2024, WAG berada di peringkat ketujuh dengan 906 poin, terdiri dari 382 poin posisi, 524 poin kill, dan 11 Booyah. Alan, salah satu pemain WAG, dinobatkan sebagai Predator di pekan ketiga babak awal FFWS SEA Fall 2024.

8. Evos Divine (Indonesia)

Evos Divine, salah satu divisi dari Evos Esports, organisasi gaming Asia Tenggara yang berbasis di Indonesia, siap membawa nama Indonesia di babak puncak FFWS SEA Fall 2024. Skuad Evos Divine terdiri dari AbaaaX, AimGOD, Reyyy, Geday, serta Bara.

Prestasi mereka sepanjang 2024 meliputi juara turnamen Kepo.id Free Fire Online Tournament dan UECS Season 12, serta runner-up di Esports World Cup dan Kepo.id Free Fire Online Tournament Season 2. Mereka juga meraih peringkat ketiga di FFWS Indonesia Spring 2024, dan posisi keempat di FFWS SEA Spring 2024.

Di FFWS SEA Fall 2024, Evos Divine berada di posisi kedelapan dengan 841 total poin, terdiri dari 365 poin placement, 476 poin eliminasi, dan 7 poin kemenangan.

Nikmati Sensasi main Freefire dengan Joystick ini. Auto WIN Hanya 12ribuan

9. Bigetron Delta (Indonesia)

Bigetron Delta, divisi dari Bigetron Esports yang juga bergerak di game e-sports lainnya seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile, menjadi salah satu perwakilan Indonesia di Grand Finals FFWS SEA Fall 2024. Skuad mereka terdiri dari Kyongg, Dhikzz, Nemzz, Ikal, dan Kojaa.

Pada tahun 2024, Bigetron Delta telah berlaga di belasan turnamen dan menorehkan prestasi gemilang, seperti juara Warrior Fams Cup 2024 with Gillette, AXIS Cup Season 5, Free Fire Nusantara Series #3, dan FFWS Indonesia Fall 2024.

Di FFWS SEA Fall 2024, Bigetron Delta menduduki peringkat kesembilan dengan 808 poin, terdiri dari 333 poin posisi, 475 poin eliminasi, dan 7 poin kemenangan. Poin kill mereka hanya terpaut satu poin dari Evos Divine, dan poin Booyah-nya sama.

10. HUA Esports (Vietnam)

HUA Esports, dengan roster yang terdiri dari Death, Popi, Shin, YanBin, serta TrKien, menjadi perwakilan Vietnam lainnya di babak kedua FFWS SEA Fall 2024. HUA Esports berhasil meraih juara FFWS Vietnam Fall 2024 dan peringkat ketiga di turnamen King of Map dan ESL Snapdragon Pro Series Season 5: Vietnam Open.

Di FFWS SEA Fall 2024, HUA Esports menabung 773 poin di klasemen akhir, terdiri dari 326 poin placement, 447 poin kill, dan 5 poin Booyah.

11. GOW (Vietnam)

GOW, atau God of Wolf, merupakan tim asal Vietnam dengan roster yang meliputi BoGia, DyanN, IZAGOD, RipGod, Demon, serta Tee. Death, yang kini bermain di HUA Esports, dulunya berasal dari GOW. Prestasi GOW pada 2024 mencakup juara pertama di FFWS Vietnam Spring 2024, juara kedua di Be Booyah! Bermuda to Begin dan ESL Snapdragon Pro Series Season 5: Vietnam Open, juara keempat di King of Map, dan peringkat kelima di Nightmare International Showdown Season 2.

Di FFWS SEA Fall 2024, GOW menduduki peringkat ke-11 dengan total 682 poin, terdiri dari 327 poin posisi, 355 poin kill, dan 2 poin Booyah.

12. Heavy (Vietnam)

Heavy, tim Vietnam yang sebelumnya bernama AFK Gaming, melengkapi daftar 12 tim yang akan berlaga di Grand Finals. Roster Heavy terdiri dari Hans, KhaBi, VThanh, Artemis, serta GetNice.

Pada 2024, Heavy berhasil mencapai peringkat keenam di turnamen King of Map, Be Booyah! Bermuda to Begin, dan ESL Snapdragon Pro Series Season 5: Vietnam Open.

Di FFWS SEA Fall 2024, Heavy berada di peringkat ke-12 dengan 633 poin, terdiri dari 313 poin posisi, 72 poin kill, dan 1 poin kemenangan.

Di luar ke-12 tim ini, enam tim lainnya juga ikut berpartisipasi di FFWS SEA Fall 2024, namun mereka tereliminasi di babak Knockout Stage. Tim yang tereliminasi meliputi P Esports (Vietnam), Onic Olympus (Indonesia), Star Knight eSports (Indonesia), Todak (Malaysia), Team Vamos (Malaysia), dan Expand (Malaysia). Hal ini menunjukkan bahwa Malaysia tidak memiliki perwakilan di babak Point Rush dan Grand Finals FFWS SEA Fall 2024.

FFWS SEA Fall 2024 akan menjadi momen yang menegangkan dan penuh aksi. 12 tim terbaik dari Asia Tenggara akan menampilkan strategi dan kemampuan terbaik mereka untuk merebut gelar juara dan tiket menuju panggung dunia di Free Fire World Series Global Finals 2024. Saksikan pertempuran epik ini di Surabaya Convention Center, Pakuwon Mall, Surabaya, pada 11-13 Oktober 2024.

JUAL Joystick khusus FreeFire All Size HP Hanya 15ribuan https://s.shopee.co.id/7UyIbohbme

Terbaru

  • Worth It! Switching from Fedora KDE to Kubuntu
  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • Ini Dia QR Link Dana Kaget 400K, 27 Oktober 2026
  • Fresh! Ini Biodata dan Fakta Unik dari Member No Na
  • Inilah Rekomendasi 10 Drama Jepang Wajib Tonton November 2026
  • Siapa Sosok Dibalik Video Kerudung Biru Di Mobil? Ini Konteks Asli Rekamannya
  • Bantah Menteri Kesehatan Sesak Nafas di Kalimantan, Netizen Tidak Percaya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme