Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ciri-ciri WhatsApp kena Hack

Posted on February 28, 2025
Review WhatsApp Beta

Kemudahan penggunaan, kepraktisan, dan proses pengunduhan gratis menjadikan WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan terpopuler di Indonesia dan dunia. Menurut data Business of Apps, jumlah pengguna aplikasi buatan Brian Acton dan Jan Koum ini terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini, tercatat 2,5 miliar orang di lebih dari 100 negara menggunakan WhatsApp untuk berbagai keperluan, mulai dari komunikasi pribadi, bisnis, hingga penyebaran informasi layanan publik.

Beberapa fitur user friendly yang sering dimanfaatkan oleh pengguna WhatsApp antara lain pengiriman pesan teks dan audio, panggilan video pribadi maupun grup, serta berbagi lokasi secara akurat.

Perlindungan Privasi dan Data Pengguna WhatsApp

WhatsApp berupaya melindungi keamanan penggunanya dengan menyediakan berbagai fitur keamanan, seperti enkripsi end-to-end, verifikasi dua langkah dengan PIN tambahan, serta verifikasi perangkat dengan sistem keamanan kriptografi untuk mencegah akses ilegal seperti malware atau kloning akun.

Selain itu, WhatsApp juga menawarkan fitur kontrol privasi, pemblokiran dan pelaporan, perlindungan dari spam dan hoaks, opsi enkripsi cadangan chat di Cloud, serta notifikasi keamanan otomatis jika kode keamanan kontak pengguna berubah secara tiba-tiba.

Meskipun WhatsApp telah dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan, risiko peretasan, penyadapan, atau pembajakan akun tetap ada. Tindakan kejahatan siber ini dilakukan oleh hacker di tingkat lokal hingga internasional. Jika pengguna kurang waspada, akun atau nomor WhatsApp dapat menjadi sasaran empuk untuk pencurian data, pencurian identitas, penipuan, hingga pengurasan uang melalui pembobolan rekening bank di ponsel.

Kenali Tanda-Tanda Akun WhatsApp Diretas

Sebagai pengguna aplikasi yang bertanggung jawab, penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri akun WhatsApp yang telah diretas. Berikut adalah beberapa tanda-tandanya:

  • Menerima OTP Asing: One Time Password (OTP) adalah kode enam angka yang dikirim melalui SMS untuk mengakses WhatsApp. Jika Anda tiba-tiba menerima pesan berisi nomor OTP tanpa permintaan, ini menandakan ada pihak lain yang mencoba masuk dan mengakses akun WhatsApp Anda.
  • Keluar dari WhatsApp secara Tiba-Tiba: Jika WhatsApp tiba-tiba keluar atau log out sendiri, ini menandakan ada perangkat lain yang mencoba masuk ke akun Anda. Segera periksa daftar perangkat lain yang terhubung dengan akun Anda dengan menekan ikon tiga titik pada aplikasi, lalu pilih “WhatsApp Web”.
  • Pesan Terbaca atau Terkirim Sendiri: Pesan Anda tiba-tiba terbaca atau terkirim sendiri tanpa sepengetahuan Anda.
  • Melakukan Panggilan Telepon Tanpa Izin: WhatsApp tiba-tiba melakukan atau tercatat telah melakukan panggilan telepon tanpa sepengetahuan Anda.
  • Status WA Misterius: Status WhatsApp Anda tiba-tiba berubah tanpa sepengetahuan Anda.

Akun WhatsApp Terlanjur Diretas? Jangan Panik, Lakukan Langkah-Langkah Berikut!

Jika Anda menyadari bahwa akun WhatsApp Anda telah diretas, jangan panik. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:

  • Laporkan ke WhatsApp: Nonaktifkan akun Anda dan jelaskan kronologi kejadian melalui email ke [email protected] dengan subjek “Lost/stolen: please deactivate my account” di badan email. Biasanya, Anda akan diberikan waktu 30 hari untuk mengaktifkan kembali akun Anda sebelum WhatsApp menghapusnya secara permanen.
  • Log in Ulang: Segera keluar dari akun Anda dan lakukan uninstall WhatsApp. Kemudian, instal ulang aplikasi dan masuk dengan menggunakan nomor yang terdaftar sebelumnya agar Anda dapat menerima kode OTP.
  • Kunci Layar Akun WhatsApp: Fitur ini hanya tersedia untuk pengguna Android. Untuk mengaktifkannya, buka “Pengaturan”, lalu “Privasi”. Kemudian, pilih opsi “Kunci Layar” dan aktifkan pemindaian sidik jari.
  • Periksa WhatsApp Web: Periksa apakah ada perangkat tidak dikenal yang terhubung dengan akun Anda melalui WhatsApp Web. Jika ada, segera hapus atau keluarkan perangkat tersebut dengan menekan opsi tiga titik, lalu klik “WhatsApp Web”. Anda akan melihat daftar perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp Anda, dan Anda dapat memilih opsi “Keluar dari semua perangkat”.

Cegah Peretasan Akun WhatsApp dengan Cara Ini

Untuk mencegah peretasan akun WhatsApp, Anda dapat mengaktifkan fitur Two-Step Verification atau two-factor authentication (2FA). Fitur ini akan memperkecil kemungkinan akun WhatsApp Anda diakses oleh pihak lain karena Anda mengaktifkan dua langkah autentikasi dan verifikasi ganda.

Selain itu, Anda juga dapat menambahkan sistem keamanan dengan menggunakan autentikasi biometrik (sidik jari atau wajah) untuk meningkatkan keamanan secara berlapis.

Cara mengaktifkan fitur 2FA sangat mudah. Buka aplikasi WhatsApp, tekan ikon tiga titik untuk masuk ke “Settings”. Lalu pilih “Account”, tekan “Two-Step Verification”, dan pilih “Enable”. Selanjutnya, Anda tinggal memasukkan enam kode dan alamat email Anda.

Selain menggunakan dan mengaktifkan Two-Step Verification, Anda juga harus berhati-hati terhadap upaya social engineering atau phishing yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan mengirimkan tautan asing, file palsu, dan mencurigakan yang berisi malware sehingga akun Anda dapat diambil alih.

Pastikan juga Anda tidak memberikan kode OTP kepada siapa pun. Hindari mengunduh dan menggunakan aplikasi modifikasi tidak resmi yang sering mengandung malware atau spyware (backdoor) yang memungkinkan peretas mengambil alih akun dan mencuri data Anda.

Peretasan WhatsApp adalah tindakan kriminal yang melanggar UU ITE dan UU PDP. Korban dapat melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. WhatsApp memiliki sistem end-to-end encryption, sehingga peretasan skala besar sulit dilakukan tanpa adanya kelalaian dari pihak pengguna.

Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Sebagai pengguna layanan digital, OTT (Over-The-Top), dan media sosial, jangan sampai kita membuka celah peretasan karena kelalaian diri sendiri.

Terbaru

  • Inilah Alasan Kenapa Beli Follower IG itu TIDAK AMAN!
  • EPIK! Kisah Mesin Bor Tercanggih Takluk di Proyek Terowongan Zojila Himalaya
  • Bingung Cari Lokasi Seseorang? Cek Cara Melacak Pemilik Nomor HP Tanpa Bayar Ini, Dijamin Akurat!
  • Apa itu Logis? Kenapa Logika Bisa Berbeda-beda?
  • Ini Alasan Kenapa Fitur Bing AI Sedang Trending dan Dicari Banyak Orang
  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Cara Tarik Saldo APK Game Clear Blast
  • Apakah APK Game Clear Blast Penipu? Ini Reviewnya
  • Inilah Perbedaan SEO dan GEO + Tips Konten Disukai Google dan AI!
  • Inilah Cara Download Video TikTok 2026 Tanpa Watermark
  • Belum Tahu? Ini Trik Nonton Doods Pro Bebas Iklan dan Cara Downloadnya
  • Misteri DNA Spanyol Terungkap: Jauh Lebih Tua dari Romawi dan Moor!
  • Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan
  • Apa itu Tesso Nilo dan Kronologi Konflik Taman Nasional
  • Inilah 4 Keunikan Sulawesi Tengah: Kota Emas Gaib, Situs Purba dll
  • Kepulauan Heard dan McDonald: Pulau Paling Terpencil Milik Australia
  • Ghost Farm Janjikan Rp 3 Juta Cuma-Cuma, Beneran Membayar atau Scam? Ini Buktinya!
  • Apakah UIPinjam Pinjol Penipu? Cek Reviewnya Dulu Disini
  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • CES 2026: Real Botics Wants to Be Your Best Friend, but at $95k, Are They Worth the Hype?
  • Begini Cara Menggabungkan LLM, RAG, dan AI Agent untuk Membuat Sistem Cerdas
  • Cara Buat Sistem Moderasi Konten Cerdas dengan GPT-OSS-Safeguard
  • Inilah Cara Membuat Aplikasi Web Full-Stack Tanpa Coding dengan Manus 1.5
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Apa itu Grubhub Crypto Scam? Ini Pengertian dan Kronologi Penipuan yang Catut Nama Grubhub
  • Apa Itu CVE-2025-59374? Mengenal Celah Keamanan ASUS Live Update yang Viral Lagi
  • Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme