Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ditemukan, Species Tikus Tanpa Geraham di Sulawesi

Posted on August 23, 2012

Ekspedisi penelitian yang dilakukan di Sulawesi berhasil menemukan genus tikus baru. Makhluk ini unik karena tidak memiliki gigi geraham.

Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters itu diprakarsai oleh Anang Setiawan Achmadi dari Museum Zoologi Bogor, Jacob Esselstyn dari McMaster University di Kanada, dan Kevin C Rowe dari Museum Victoria Melbourne. “Spesies tikus ini unik karena tidak memiliki molar atau gigi geraham,” kata Anang saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/8/2012).

Tikus baru ini hanya berukuran beberapa sentimeter dan memiliki moncong yang panjang. Semua tikus yang ditemukan sebelumnya memiliki gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Namun, tikus ini hanya memiliki dua gigi seri dan gigi taring, tanpa geraham. Spesies dan genus tikus baru ini dinamai Paucidentomys vermidax. Paucidentomys berarti sedikit gigi, sementara vermidax berarti pemakan cacing.

Menurut Anang, tikus ini merupakan bentuk evolusi baru dari golongan tikus. “Secara morfologi, ini dekat dengan tikus. Tetapi, secara perilaku, ini dekat dengan curut. Karenanya, ini dinamai shrew rat atau tikus kencurut,” papar Anang.

Tikus dan curut adalah hewan yang mirip, tetapi sebenarnya berbeda. Anang menerangkan salah satu perbedaan kedua hewan itu terletak pada makanannya. Curut adalah hewan pemakan serangga (insektivora), sedangkan tikus adalah hewan pemakan segala (omnivora).

Tiadanya gigi geraham merupakan salah satu adaptasi yang dialami tikus ini. “Spesies ini menyuguhkan bukti bagaimana evolusi bisa berbalik ke sifat-sifat yang muncul sebelumnya ketika menghadapi tantangan baru,” kata Esselstyn seperti dikutip Discovery, Selasa (21/8/2012).

Anang menuturkan, tikus spesies baru ini memakan cacing dan larva serangga dengan cara unik. Para peneliti menduga tikus ini makan dengan memotong cacing, lalu langsung menghisapnya ke dalam perut tanpa mengunyah lebih dulu.

Paucidentomys vermidax dideskripsikan dari dua spesimen yang seluruhnya ditemukan di Sulawesi. Satu spesimen ditemukan di Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Adapun spesimen lainnya ditemukan di Gunung Gandang Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sumber: Kompas

Terbaru

  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • Inilah Cara Mendapatkan Witherbloom di Fisch Roblox, Rahasia Menangkap Ikan Paling Sulit di Toxic Grove!
  • Kenapa Indomart Point Bisa Kalahkan Bisnis Kafe?
  • Inilah Cara Mendapatkan Rotten Seed di Fisch Roblox, Lokasi Rahasia di Toxic Grove Buat Unlock Toxic Lotus!
  • Inilah Cara Zakat Crypto Kalian Bisa Jadi Pengurang Pajak Berdasarkan Aturan Resmi Pemerintah!
  • Inilah Perbandingan Airwallex vs Payoneer 2026: Jangan Sampai Profit Kalian Ludes Gara-Gara Biaya Admin!
  • Inilah Roadmap 7 Tahap Bangun Bisnis Digital dari Nol Biar Nggak Cuma Putar-Putar di Tempat!
  • Inilah Cara Tetap Gajian dari YouTube Meski View Masih Ratusan, Penasaran?
  • Inilah Alasan Akun TikTok Affiliate GMV 270 Juta Kena Banned Permanen!
  • Inilah Bahaya Astute Beta Server APK, Jangan Sembarang Klik Link Download FF Kipas 2026!
  • Inilah Bahaya Nonton Film di LK21 dan IndoXXI, Awas Data Pribadi dan Saldo Rekening Kalian Bisa Ludes!
  • Inilah Kronologi & Video Lengkap Kasus Sejoli Tambelangan Sampang Viral, Ternyata Gini Awal Mulanya!
  • Inilah Alasan Kenapa Koin Nego Neko Shopee Nggak Bisa Dipakai Bayar Full dan Cara Rahasia Dapetinnya!
  • Inilah Cara Menjawab Pertanyaan Apakah di Sekolahmu Sudah Ada IFP/PID dengan Benar dan Profesional
  • Inilah Fakta Isu Roblox Diblokir di Indonesia 2026, Benarkah Akan Ditutup Total?
  • Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi FF Kipas My ID Verify UID Biar Akun Tetap Aman
  • How to Recover Lost Windows Passwords with a Decryptor Tool
  • How to Fix Python Not Working in VS Code Terminal: A Troubleshooting Guide
  • Game File Verification Stuck at 0% or 99%: What is it and How to Fix the Progress Bar?
  • Why Does PowerPoint Underline Hyperlinks? Here is How to Remove Them
  • AI Bug Hunting with Semgrep
  • Create Your Own Netflix-Style Documentaries Using AIQORA in Minutes!
  • How to Build a Super Chatbot with RAG Gemini Embbeding & Claude Code
  • How to Do Professional AI Prompting in Nano Banana 2
  • How to Create Agent & Automation in Minutes with Sim AI
  • Claude Code Tips: Don’t Overuse SKILL.md!
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme