Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kajian Ilmu Falak Seputar Gerhana Bulan Total 4 April 2015

Posted on April 4, 2015

Ditulis oleh Kyai Ibnu Zahid Abdul Muid, LFNU Gresik Jawa Timur, Terbit di NU Online tanggal 2 April 2015

Secara global di tahun 2015 M. ini Insya Alloh akan terjadi 4 kali gerhana. Dua kali gerhana bulan total, satu kali gerhana matahari total dan satu kali gerhana matahari sebagian / parsial. Namun sayangnya dari empat kali gerhana tersebut tidak bisa disaksikan dari Indonesia, kecuali gerhana kedua di tahun ini.

Gerhana kedua di tahun ini adalah Gerhana Bulan Total yang terjadi pada tanggal 4 April 2015. Gerhana bulan ini terjadi 15 hari setelah gerhana matahari total yang terjadi pada hari Jum’at Pon, 29 Jumadil Ula 1436 H./20 Maret 2015 M. Pukul 07:41 UT sampai 11:50 UT. di wilayah Norwegia dengan durasi total 2 menit 27 detik. Gerhana matahari tersebut juga melintasi Rusia, Asia bagian utara, Afrika bagian utara serta seluruh benua Eropa, namun hanya terlihat sebagai gerhana matahari sebagian. Wilayah Australia, Asia Tenggara, Asia bagian selatan, Afrika bagian selatan serta Amerika tidak mengalami gerhana sama sekali.  Termasuk juga wilayah Indonesia tidak terlintasi gerhana matahari ini.

Gerhana bulan total yang bisa disaksikan dari Indonesia tepatnya terjadi pada hari Sabtu Pon, 15 Jumadil Akhiroh 1436 H./ 4 April 2015 M. mulai jam  17:15 WIB sampai 20:44 WIB. Gerhana meliputi Asia, Australia dan Amerika. Dari wilayah Asia dan Australia, gerhana bisa dilihat pada sore hari sementara dari Amerika Utara dan Selatan, gerhana bisa diamati pada dini hari, sedangkan  Timur Tengah, Afrika dan Eropa tidak bisa menyaksikan peristiwa gerhana ini  karena pada saat gerhana terjadi, wilayah tersebut masih siang hari dan bulan masih dibawah ufuk.

Menurut sebagian metode hisab/astronomi, gerhana bulan 4 April 2015 ini tidak termasuk gerhana bulan total (total lunar eclipses) tetapi hanya gerhana bulan parsial (partial lunar eclipses), karena magnitude gerhana tidak sampai 1, akan tetapi menurut metode yang lainnya, seperti metode hisab Ad-Durrul Anieq, gerhana ini termasuk gerhana total karena magnitude gerhananya mencapai 1.0008 dengan durasi total 4 menit 48 detik.

Berikut ini hasil perhitungan gerhana bulan dari beberapa metode hisab dan software astronomy

Dari situs Fred Espenak Nasa, durasi gerhana umbra 3 jam, 29 menit, 1 detik, durasi totalnya 4 menit 43 detik dengan magnitude umbranya 1,00080. Pada release sebelumnya yang dikeluarkan Fred Espenak Nasa pada  Juli 2004, durasi gerhana umbra 3 jam 29 menit 40 detik, durasi totalnya 11 menit 56 detik, dengan magnitude umbra 1.0052.

Diantara metode dan software memprediksi gerhana ini sebagai gerhana parsial (tidak total) karena mgnitude gerhana tidak sampa 1, diantaranya :  Program MoonCalc 6.0 oleh Monzur Ahmed, magnitude 0,996, Program ALW dengan magnitude 0,99, Alghoritma Jean Meeus dengan magnitude 0,996, dan Redshift 3 dengan magnitude 0,994, Starry Night Pro 6.3.9 dan Stellarium 0.7.1.

Ternyata ilmu hisab yang tidak lain adalah ilmu pasti, dalam menghitung gerhana bulan 4 April 2015 ini terjadi perbedaan yang signifikan antara satu metode dengan metode yang lainnya. perbedaan hasil perhitungan ahli hisab/astronomi ini menjadi tantangan bagi ahli hisab untuk membuktikan keakurasian hisabnya. Mengingat bahwa ilmu hisab bukanlah dogma agama yang cukup hanya dipercayai dan tidak bisa diutak-atik, namun ilmu hisab adalah ilmu eksak, dimana perhitungannya berdasarkan data-data empirik hasil rukyat/observasi estafet para ahli hisab ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Ahli hisab sejati akan selalu mencari kebenaran dari perhitungan hisabnya sehingga hisab yang dipakai benar-benar hisab qoth’I yang realistis sesuai dengan di lapangan.

Pengamatan gerhana bulan berbeda dengan pengamatan gerhana matahari, masuknya bayangan umbra (bayangan inti) kedalam piringan bulan tidak mudah diidentifikasi karena tepi bayangan umbra sifatnya agak blur (Jawa : mbelabur) yakni tidak jelas betul seperti tepi bayangan pada momen gerhana matahari. Hal ini dikarenakan pada saat momen gerhana matahari, piringan matahari dilihat dari bumi terhalang langsung oleh obyek bulan. Sedangkan pada saat gerhana bulan, piringan bulan dilihat dari bumi tidak terhalang oleh obyek apapun, namun cahaya matahari yang menuju permukaan bulan terhalang oleh bumi yang kita tempati, sehingga bulan tidak memancarkan cahaya yang notabene berasal dari matahari. Jika kita menggunakan teleskop dengan zoom yang memadai maka pada saat gerhana bulan total sekalipun, permukaan bulan masih bisa dilihat dari bumi walaupun dengan kondisi sangat redup sekali, hal ini berbeda ketika pengamatan gerhana matahari, walaupun dengan teleskop canggih, permukaan matahari tidak akan bisa dilihat ketika obyek bulan sudah memasuki piringan matahari.

Karena kondisi bayangan umbra yang blur inilah sehingga menyulitkan bagi pengamat untuk mengidentifikasi kapan saat detik-detik awal gerhana umbra (awal irisan bayangan umbra menyentuh permukaan bulan), pun juga kapan saat detik-detik akhir gerhana umbra (akhir irisan umbra terlepas dari piringan bulan). Identifikasi tahapan-tahapan gerhana bulan akan lebih mudah jika didokumentasikan dalam bentuk video maupun foto sehingga bisa dianalisa lebih lanjut kapan sejatinya saat awal gerhana dan akhir gerhana, lama proses gerhana, serta jenis gerhana, total ataukah parsial?.

Dilihat dari kota Surabaya, saat bulan terbit dari ufuk timur sudah dalam keadaan gerhana. Berikut gambar tahapan gerhana bulan secara perhitungan dan penampakan gerhana dengan Stellarium 0.7.1 dari Surabaya

Terbaru

  • Inilah Cara Dapat Saldo Cool Lady Tanpa Undang Teman, Ternyata Begini Trik Rahasianya!
  • Inilah Cara Main Watermelon Merge Fun Biar Dapat Saldo DANA, Apakah Benaran Membayar?
  • Inilah Kenapa Stok Penarikan Free Reels Sering Habis dan Cara Mengatasinya Agar Saldo Cair!
  • Inilah Alasan Kenapa Telat Lapor SPT 2026 Nggak Bakal Kena Denda, Cek Aturan Lengkapnya!
  • Inilah Cara Mematikan Koreksi Otomatis di WhatsApp Agar Nggak Salah Ketik Lagi
  • Apa itu Bujang Inam? Inilah Alasan Kenapa Kata Ini Jadi Makian Paling Kasar dalam Budaya Medan dan Batak!
  • Inilah Kenapa Link FF Kipas My ID Verify UID Beta Testing Sering Gagal dan Cara Menghadapinya
  • Gini Caranya Mulai Dropshipping Pake AI di Tahun 2026, Auto Cuan Tanpa Ribet!
  • Baterai Smartwatch Boros? Inilah Caranya Biar Baterai Smartwatch Kalian Bisa Awet Berhari-hari!
  • Belum Tahu? Inilah Fakta Cahaya Misterius di Lampung yang Ternyata Sampah Roket China CZ-3B!
  • Inilah Roblox Mod APK 2026, Fitur Premium Jadi Gratis dan Cara Pasangnya yang Perlu Kalian Tahu!
  • Inilah Panduan Lengkap UTUL UGM 2026, Cari Tahu Jadwal, Biaya Pendaftaran, Sampai Info Uang Pangkal IPI di Sini!
  • Inilah IGRS di Roblox dan Steam, Ternyata Ini Alasan Komdigi Kasih Aturan Ketat!
  • Inilah Makna Mendalam Regina Caeli: Kenapa Umat Katolik Wajib Doa Ratu Surga Selama Masa Paskah?
  • Inilah Kronologi Lengkap Kecelakaan Truk TNI di Kalideres: Simak Fakta dan Status Sopirnya Sekarang!
  • Inilah Rahasia Ambil Ide Youtube Lain, Tapi Konten Kalian Nggak Terlihat Membosankan
  • Studi Kasus SEO: Ellevest Dapat 14 Ribu Pengunjung Organik Per Bulan dengan Strategi SEO Niche dan Otomasi AI
  • Inilah Rahasia ReciMe, Potensi Sukses dari Aplikasi Resep Sederhana
  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme