Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Puasa dan Hari Raya Orang Syiah

Posted on April 24, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Rofiki Asral

Ihwal melaksanakan puasa di bulan Ramadan, semua umat Islam sepakat atas kewajibannya. Dengan tanpa uzur, tanpa halangan. Jika pun ada (kelompok) yang mengatakan tidak, kemungkinan besar mereka berasal dari kalangan ‘super minoritas’ yang menjalankan ajarannya dengan sembunyi-sembunyi. Tapi tak apa, betapa pun mereka dianggap sesat oleh sebagian besar dari kita, mereka tetap bagian dari masyarakat beragama. Atau setidaknya, masyarakat Indonesia yang mempunyai hak untuk berpendapat dan dilindungi keselamatannya oleh negara.

Ramadan adalah momentum tahunan dengan segala warna dan pernak-perniknya. Semua aliran dalam Islam, di bulan suci ini menjalankan ibadah puasa secara bersama-sama. Meskipun waktu penetapan hari pertamanya kadang tak sama. Hal ini wajar, sebatas persoalan furu’iyah (cabang) yang tak perlu ditarik panjang perdebatannya. Tahun ini, ketidaksamaan penetapan awal Ramadan kita rasakan kembali. Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan jatuh di tanggal 2 April, sementara NU bersama pemerintah pada tanggal 3 April 2022.

Kembali ke persoalan kewajiban puasa. Sejauh ini wajibnya puasa diakui secara mutlak oleh semua kelompok umat Islam, termasuk Syi’ah, yang bahkan dianggap oleh sebagian kita sebagai bukan bagian dari Islam. Sebagaimana muslim pada umumnya, mereka juga menjalankan ibadah puasa walaupun dengan tata cara yang sedikit berbeda. Di samping itu, dalam menetapkan awal bulan Syawal atau hari raya terdapat pula perbedaan di kalangan mereka. Namun, sekali lagi, perbedaan-perbedaan itu hanya sebatas persoalan furu’, tidak sampai menyangkut kepada yang bersifat prinsipil.

Salah satu yang berbeda dari tradisi berpuasa umat Syi’ah ialah menyangkut waktu berbuka. Jika Sunni (Ahlussunnah) pada umumnya berbuka puasa sesegera mungkin saat magrib tiba, orang Syi’ah menunda berbuka mereka hingga sekitar 10-15 menit kemudian. Hal ini bukan tanpa dasar. Yang menjadikannya sekaligus unik, keduanya, baik Sunni maupun Syi’i, mendasarkan pendapat mereka tentang kapan tiba berbuka puasa pada dalil yang sama. Ayat Al-Qur’an yang dijadikan dalil oleh mereka ialah surat Al-Baqarah: 187, “….tsumma atimmu ash-shiyama ila al-lail (….sempurnakanlah puasa sampai malam)”.
Baca juga:  Gerakan Islam di Tanah Banjar: Tuan Guru, Media Sosial, dan Pergumulan Paham Keagamaan
Syi’ah berpendapat bahwa “ila al-lail” (sampai malam) berarti sampai hari benar-benar gelap dengan ditandai hilangnya mega merah di ufuk timur. Sementara Sunni, mengartikan “ila al-lail” sebagai waktu di mana matahari sudah terbenam. Baik Syi’ah maupun Sunni, sebenarnya tidak lebih dari berhati-hati (ihthiyat) dalam menafsirkan ayat tersebut. Wujud dari penafsiran Syi’ah dengan menjeda berbuka puasa sampai benar-benar malam, sementara Sunni sebagai implementasi dari anjuran menyegerakan berbuka ketika waktu malam sudah datang.  Dari kasus ini sudah bisa kita lihat, betapa redaksi dalam satu ayat Al-Qur’an pun bisa menibulkan interpretasi yang beragam. Masalah fikih begitu kompleks, dan karena itu tak seharusnya ada klaim benar sendiri di antara kita.

Hal lain menyangkut kebiasaan umat Syi’ah dalam menjalankan ibadahnya di bulan puasa, di waktu malam mereka tidak melaksanakan salat tarawih sebagaimana menjadi tradisi orang-orang Sunni. Dalam hasil reportase suara.com tentang aktivitas umat Syi’ah di Islamic Cultural Center Jakarta Selatan, 29 April 2020, (https://www.suara.com/news/2020/04/29/182552/beda-waktu-berbuka-ini-tata-cara-puasa-islam-syiah?page=2), mereka menerangkan bahwa salat tarawih merupakan sunah, sementara salat sunah yang diajarkan adalah yang dilaksanakan sendiri-sendiri. Sebagai gantinya, mereka mengadakan ceramah atau pengajian yang berlangsung hingga malam.

Sebelum berbuka puasa, mereka melaksanakan salat magrib terlebih dahulu yang dijamak dengan isya. Ketika azan magrib dikumandangkan, mereka tidak lantas langsung berbuka, melainkan bergegas mengambil wudu dan salat berjamaah. Ini merupakan ajaran lain dari kebiasaan umat Syi’ah dalam beribadah di bulan puasa. Mereka melaksanakan salat wajid dalam tiga waktu, yakni subuh, zuhur dengan asar yang dijamak, kemudian magrib dengan isya. Jumlah rakaatnya sama, 17 rakaat sebagaimana biasanya salat fardu. Bagi Syi’ah, salat dalam keadaan berpuasa pahalanya lebih besar, di samping  hal yang demikian memang sesuai dengan tradisi yang dilakukan keluarga Nabi.
Baca juga:  Kisah-Kisah Nabi Muhammad, dari Maulid Nabi di Kampung hingga Adegan Film
Perbedaan selanjutnya mengenai waktu berakhirnya bulan Ramadan. Seperti halnya Sunni, mereka sebenarnya sependapat bahwa bulan Ramadan berakhir dengan ditandai terlihatnya bulan pada malam 1 Syawal. Perbedaan antara keduanya, sekali lagi, hanya pada persoalan furu’. Syi’ah menetapkan kriteria bagi orang yang melihat hilal lebih ketat daripada yang ditetapkan Ahlussunnah. Kesaksian satu orang saja, baik budak, perempuan, anak kecil, orang fasik, apalagi non-muslim, bagi Syi’ah tidak dapat diterima. Mereka yang melihat hilal haruslah seorang laki-laki, balig, beragama Islam, dan jumlahnya banyak.

Di hari raya Idul Fitri, umat Syi’ah tidak melaksanakan salat id secara berjamaah. Begitu pun pada hari raya Idul Adha. Salat hari raya umat Syi’ah dilaksanakan sendiri-sendiri selama belum ada imam maksum. Imam maksum (dalam Syi’ah Itsna Asyariyah) berarti merujuk kepada imam kedua belas yang kini masih dalam masa kegaiban (ghaibah kubra). Jadi, selama belum muncul imam tersebut, umat Syi’ah hanya boleh melaksanakan salat hari raya dengan sendiri-sendiri. Dalam tradisi Syi’ah juga, hari raya yang paling utama bagi mereka adalah Idul Ghadir Khum pada tanggal 18 Dzulhijjah.

****

Demikian beberapa perbedaan umat Syi’ah dalam menjalankan ibadah puasa serta berhari raya. Tulisan ini sebenarnya saya angkat melalui beberapa sumber, baik internet maupun buku-buku fikih Syi’ah. Karena secara pengalaman, sebenarnya saya tak pernah berinteraksi langsung dengan mereka, kecuali sebatas dekat dengan pemikiran-pemikirannya melalui penelitian yang selama ini saya lakukan.
Baca juga:  Ngaji dan Tantangan Keagamaan Saat Ini
Beberapa perbedaan tentang puasa dan hari rayanya orang-orang Syi’ah yang dibahas di atas merupakan bukti beragamnya interpretasi umat Islam terhadap teks-teks agama. Perbedaan-perbedaan tersebut, bagi saya bukanlah hal krusial yang memerlukan perdebatan panjang. Apalagi sampai ditarik pada tuduhan dan klaim-klaim egosentris yang ujungnya mengecap sesat dan kafir-mengafirkan. Perbedaan adalah satu keniscayaan. Jangankan dengan Syi’ah, di kalangan Sunni pun persoalan khilafiah semacam ini juga kerapkali terjadi.

Keberadaan Syi’ah dan aliran-aliran lain sebagai minoritas di negeri ini setidaknya perlu kita akui sebagai bagian dari masyarakat muslim Indonesia yang heterogen. Kekerasan dalam beragama, sebagaimana pernah terjadi pada penganut Syi’ah di Sampang, dan jamaah Ahmadiyah di beberapa daerah, sama sekali tidak dibenarkan dalam agama, terlebih dalam kehidupan bernegara. Hal terpenting adalah, bahwa mereka juga punya hak sebagaimana hak kita atas keyakinan kita sendiri. Di atas semua itu, mengikuti apa yang sering digaungkan Gus Dur: tidak lain karena kemanusiaan!

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Kabar Gembira Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Drastis Jadi 150 Ribu Peserta!
  • Inilah House of Amartha: Mengenal Bisnis Thariq Halilintar di Balik Pernikahan Mewah El Rumi dan Syifa Hadju
  • Inilah Cara Kuliah S1-S2-S3 Gratis dan Cepat Lewat Beasiswa BIB Kemenag Jalur Akselerasi 2026
  • Inilah Aturan Baru Penugasan Guru Non-ASN 2026, Nasib Kalian Ditentukan Sampai Tanggal Ini!
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Banten 2026 Biar Proses Masuk Sekolah Jadi Makin Lancar
  • Inilah Rincian Biaya Jalur Mandiri Untirta 2026 Lengkap Per Fakultas dan Program Studi
  • Inilah Cara Daftar Pra SPMB Kota Semarang 2026 untuk Calon Siswa SD, Jangan Sampai Ketinggalan!
  • Inilah Cara Daftar PPOP DKI Jakarta 2026: Persiapkan Diri Kalian Jadi Calon Atlet Elite Ibu Kota!
  • Inilah Alasan Raja Ampat Disebut Surga Terakhir di Bumi dengan Biodiversitas Laut Paling Gokil di Dunia
  • Inilah Tanggapan PKB Soal KPK Usul Syarat Capres Harus Kader Partai
  • Inilah 5 Calon Ketua DPC PKB Timor Tengah Selatan dan Perubahan Aturan Seleksi yang Perlu Kalian Perhatikan
  • Inilah 51 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026, Ada Gintoki Bundle dan Skin Eksklusif!
  • Inilah Profil Abdul Kadir Karding, Politikus PKB yang Resmi Dilantik Menjadi Kepala Badan Karantina Nasional!
  • Inilah 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Mei 2026, Ada Trik Rahasia Dapetin Pemain OVR 119 di Event TOTS!
  • Inilah iPhone Ultra, Bocoran Ponsel Lipat Pertama Apple dan MacBook Ultra Layar Sentuh yang Siap Mengguncang Pasar!
  • Inilah Bocoran Tanggal Rilis dan Gameplay EA Sports UFC 6 yang Paling Dinantikan
  • Inilah Arti Move WA dalam Bahasa Gaul yang Sering Muncul di Aplikasi Kencan dan Media Sosial
  • Inilah realme C100, Smartphone dengan Baterai Titan 8000mAh Pertama yang Garansi Awet Sampai 7 Tahun!
  • Inilah Cara Mengatasi Third Party Software Is Interfering With Roblox yang Sering Muncul Tiba-Tiba
  • Inilah Penyebab Data Seluler Tidak Bisa Digunakan Padahal Sudah Aktif dan Solusi Praktis Mengatasinya
  • Inilah Kenapa Canva Error 503 Tidak Bisa Dibuka Hari Ini dan Cara Mengatasinya Sampai Layanan Kembali Normal
  • Inilah Cerita Hangat di Balik Muscab PKB Kebumen: Dari Urusan Dapur Hingga Strategi Pemenangan 2029!
  • Inilah Kronologi dan Identitas 4 WNI yang Disandera Perompak Somalia di Kapal MT Honour 25
  • Inilah Alasan PKB Kaji Ulang Ambang Batas DPRD Biar Sejalan Sama Putusan MK
  • Inilah Jadwal Pengumuman Hasil TKA SD dan SMP 2026 dan Cara Cek Skor Kalian Secara Online
  • Inilah HP Gaming Vivo Terbaik 2026 yang Paling Gahar, Main Game Berat Nggak Pake Ngelag!
  • Inilah Potensi Pajak Selat Malaka yang Bikin Rame, Ternyata Gini Cara Mainnya Biar Nggak Melanggar Hukum Internasional
  • Inilah Alasan Kenapa Sinkhole Sering Muncul di Indonesia dan Cara Mengenali Tanda-Tandanya Supaya Kalian Tetap Aman
  • Inilah Program PJJ 2026 untuk Anak Tidak Sekolah, Cara Mudah Masuk SMA Tanpa Harus ke Kelas Tiap Hari!
  • Inilah Program SPMB 2026 PJJ Khusus Anak Tidak Sekolah, Solusi Buat yang Pengen Balik Belajar!
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Transform Your Windows 11 Interface into a Sleek and Modern Aesthetic Masterpiece
  • How to Understand Google’s New TPU 8 Series for Massive AI Training and Inference
  • How to Level Up Your PC Gaming Experience with the New Valve Steam Controller and Its Advanced Features
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to master OpenClaw voice personas to automate your business communication with a personalized human touch that builds customer trust
  • How to master AI agents using Hermes Web UI and the powerful new Xiaomi MiLM V2.5 model for beginners
  • How to Create Professional Movies and Advertisements Automatically Using the 50 Plus Artificial Intelligence Models in Studio by Abacus AI
  • How to use ChatGPT Images 2.0 to transform your creative ideas into professional visual assets
  • How to Use Dreamina SeaDance 2.0 to Create Professional Motion Graphics and Viral Videos Like a Pro
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme