Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Potensi Pajak Selat Malaka yang Bikin Rame, Ternyata Gini Cara Mainnya Biar Nggak Melanggar Hukum Internasional

Posted on April 29, 2026

Belakangan ini, publik lagi dihebohkan sama obrolan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal ide memungut pajak di Selat Malaka. Meskipun katanya cuma bercanda, tapi kayaknya isu ini narik banget buat dibahas lebih dalam. Gimana sih sebenarnya aturan mainnya dan apakah kita beneran bisa dapet cuan dari kapal-kapal asing itu?

Kalian mungkin sempat dengar kalau Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sempat ngelempar ide soal keinginan memungut pajak di Selat Malaka. Ide ini sebetulnya meniru kebijakan yang diterapin sama Iran di Selat Hormuz. Tapi, beliau sendiri sudah mengonfirmasi kalau pernyataan itu sebenarnya bukan dalam konteks yang serius. Purbaya ngejelasin kalau omongannya itu muncul pas lagi pidato santai di acara Simposium PT SMI 2026. Beliau ngaku kalau saat itu rasanya suasana lagi cair dan nggak ada wartawan, makanya beliau berani ngomong blak-blakan soal ide “nakal” tersebut. Beliau juga negasin kalau secara teknis, beliau paham banget sama aturan hukum laut internasional yang nggak ngebolehin penarikan pajak sembarangan di jalur lintas damai.

Meskipun Pak Menkeu bilangnya cuma bercanda, tapi pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ternyata punya pandangan yang lebih teknis dan serius soal ini. Mereka ngeliat kalau potensi Selat Malaka buat nambah pemasukan negara itu beneran ada, asalkan caranya tepat dan sesuai aturan. Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, ngejelasin kalau mereka sudah ngelakuin riset mendalam soal perlintasan kapal internasional di sana. Kalian perlu tahu kalau di Selat Malaka itu ada dua jalur utama. Ada kapal yang gerak dari selatan ke utara, kayak dari Pulau Batam naik ke atas, dan ada yang dari utara ke selatan, misalnya dari Sabang masuk ke arah Batam.

Nah, di sinilah letak teknisnya. Berdasarkan aturan internasional, kapal-kapal yang menuju ke arah utara itu bakal masuk ke wilayah perairan Singapura dan Malaysia. Tapi buat arah sebaliknya, mereka justru masuk ke perairan Indonesia. Inilah celah yang menurut BRIN perlu kita atur dengan lebih ketat. Selama ini, kapal-kapal yang lewat di sana emang dapet layanan pemandu, tapi sifatnya masih sukarelawan alias opsional. Pemandu ini disiapin sama perusahaan-perusahaan tertentu, termasuk perusahaan lokal kita. Jadi, kalau kapal asing mau pake jasa pemandu, barulah mereka bayar. Masalahnya, biaya atau charge yang dikenakan sekarang mungkin masih terlalu rendah kalau dibandingin sama beban perawatan jalur yang harus kami tanggung.

Kalau kalian penasaran gimana caranya Indonesia bisa dapet pemasukan secara legal dari Selat Malaka tanpa melanggar hukum internasional, berikut ini adalah langkah-langkah teknis yang bisa dilakukan pemerintah berdasarkan hasil riset BRIN:

  1. Peningkatan Fasilitas Keamanan Navigasi
    Pemerintah perlu ngebangun dan nambah rambu-rambu navigasi yang lebih modern. Kita nggak bisa cuma narik duit tanpa ngasih fasilitas. Dengan adanya sistem pandu dan kontrol radio yang lebih lengkap dan canggih, kapal-kapal asing bakal ngerasa lebih aman lewat perairan kita. Fasilitas keamanan ini ngebikin mereka punya alasan kuat buat ngebayar jasa yang kita tawarin.
  2. Optimalisasi Sistem Pemanduan Kapal (Pilotage)
    Karena Selat Malaka itu jalurnya sempit dan padat banget, risiko kecelakaan sangat tinggi. Pemerintah bisa ngebangun sistem pemanduan yang lebih profesional dan terintegrasi. Kalau layanan pemandunya top banget, mereka pasti bakal lebih milih pake jasa kita daripada ambil risiko nabrak atau kandas. Inilah yang nantinya bisa ngebikin biaya jasa pemanduan jadi salah satu sumber APBN yang lumayan gede.
  3. Menetapkan Status Particulary Sea Sensitive Area (PSSA)
    Selat Malaka itu sudah diakui dunia sebagai wilayah yang punya biota laut yang sensitif dan harus dilindungi. Dengan status PSSA ini, Indonesia punya kewajiban buat nge-monitor setiap kapal yang lewat biar nggak ngerusak lingkungan atau ngebikin polusi. Karena kami ngasih fasilitas perlindungan lingkungan ini, logikanya kapal-kapal yang lewat harus ikut urunan buat biaya pemeliharaannya.
  4. Implementasi Monitoring Ketat di Wilayah ZEE
    Sesuai prinsip freedom of navigation, kita emang wajib ngizinin kapal lewat di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Tapi di sisi lain, kita juga punya tanggung jawab buat jaga keamanan di sana. Dengan ngejalanin fungsi pengawasan yang ketat, kita bisa pastiin nggak ada aktivitas ilegal yang ngerugiin negara. Biaya operasional buat jaga keamanan ini yang sepertinya bisa dikonversi jadi skema layanan maritime yang berbayar.

Langkah-langkah di atas itu sebenarnya sudah dipraktikkan sama negara lain. Kayak di Australia misalnya, mereka sudah terapin aturan ketat di Selat Torres sejak tahun 2005. Kapal yang lewat di sana dikenakan biaya yang duitnya dipake buat ngerawat terumbu karang di pantai-pantai mereka. Jadi, sebetulnya bukan “pajak” dalam arti harfiah yang kita pungut, tapi lebih ke biaya jasa pelayanan dan biaya konservasi lingkungan. Hal kayak gini yang kayaknya perlu lebih jelas disosialisasikan supaya nggak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat atau di mata internasional.

Purbaya sendiri akhirnya ngasih penegasan kalau dalam aturan hukum yang berlaku sekarang, negara emang nggak bisa langsung nge-pajakin kapal yang cuma sekadar lewat. Prinsip kebebasan navigasi itu saklek banget. Tapi kalau kita ngomongin jasa maritim, itu beda cerita. Kita wajib ngizinin mereka lewat, tapi kita juga wajib jaga keamanan mereka. Jadi, kalau Indonesia mau serius dapet untung dari Selat Malaka, fokus utamanya harusnya ke pembangunan infrastruktur maritim dan layanan jasa yang mumpuni. Jangan sampai kita cuma mau duitnya tapi fasilitasnya masih seadanya.

Memang bener kalau wacana ini awalnya cuma kelakar, tapi sepertinya ini bisa jadi momentum buat kita buat lebih serius ngelola kekayaan maritim. Kita punya posisi strategis, tapi selama ini kayaknya kita lebih sering jadi penonton doang sementara negara tetangga dapet cuan melimpah dari jasa logistik dan maritim di selat yang sama. Dengan riset dari BRIN dan kemauan politik dari pemerintah, nggak mustahil kalau ke depannya Selat Malaka beneran bisa ngebantu ngebangun ekonomi kita lewat skema yang legal dan profesional.

Halo rekan-rekanita, terima kasih sudah membaca ulasan mendalam soal dinamika pajak di Selat Malaka ini. Semoga informasi ini ngebantu kalian buat lebih paham soal kompleksitas hukum laut internasional dan potensi ekonomi maritim kita. Yuk, kita bareng-bareng kawal kebijakan yang ngebangun negeri ini biar makin maju!

Terbaru

  • Inilah Caranya Plotting Bidang Tanah Mandiri Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku Supaya Data Jenengan Makin Akurat
  • Inilah Debut Yua Mikami di Drama Netflix Sins of Kujo, Perannya Bikin Banyak Orang Kaget!
  • Inilah Alasan Kenapa Video Viral Rok Hijau di Dapur Jadi Trending Topik dan Bikin Geger Netizen
  • Inilah Arti Rizz yang Viral di Media Sosial dan Rahasia Punya Karisma Alami Tanpa Perlu Banyak Gaya
  • Inilah Cara Menghapus Game Steam Sampai Bersih Biar Penyimpanan Lega dan Library Tetap Rapi
  • Inilah Cara Melacak iPhone Hilang Biar Bisa Motret Muka Pencurinya Secara Otomatis
  • Iki Loh Mitos Jam Posting Instagram yang Sering Bikin Bingung
  • Inilah Arti Withdrawn dalam Saham dan Cara Melakukannya Biar Nggak Bingung Pas Trading
  • Inilah Cara Melihat Nilai UTBK SNBT 2026 dan Tutorial Download Sertifikat Resminya
  • Inilah Kenapa Kalian Harus Pilih View TikTok Gratis Tanpa Login Biar Akun Tetap Aman dan Cepat FYP
  • Inilah Bedanya SSD NVMe vs SATA di Laptop Bisnis, Kitorang Kasih Tau Biar Kalian Tra Salah Pilih!
  • Inilah Cara Cek Tier Akun FF Pakai AI yang Lagi Viral, Ternyata Gampang Sekali!
  • Is it Legal? How to Use Fake Website to Generate Leads?
  • Get 4000 Watch Hours with Only One Video Easy Way
  • How to Connect Podman Containers with Network Volume and Pod Unit Files
  • Inilah Usia Ideal Anak Masuk SD: 6 Tahun atau 7 Tahun atau 8 Tahun?
  • Cara Daftar Sekolah Maung 2026
  • Anak 6 Tahun Bisa Daftar SD! Kuota Prioritas Tetap Usia 7 Tahun?
  • Apa itu Pemetaan Calon Murid Baru di SPMB Jabar 2026, PCMB Bisa Pilih 1 atau 2 Jalur? Berapa Sekolah?
  • Ini Rekomendasi 15 SMA Swasta Terbaik di Bandung 2026
  • Cara Laporan Mafia Tanah di BPN Jogja
  • Apa Jawaban dari Soal “Apa Pengertian KK-SK Online?”
  • Unlockffbeta.Com Gratis Free Fire Advance Server, Benarkah Aman?
  • Cara Download dan Contoh SPMT CPNS 2026
  • Inilah Jadwal Pelaksanaan SPMB SD Jakarta 2026
  • Tanggal Penerbitan KK & SKD untuk Pendaftaran SPMB 2026 Dimana?
  • Inilah Lima HP Xiaomi Rp1 Jutaan Sudah Punya NFC
  • Apa itu Jabatan Panitera Muda Mahkamah Agung, Berapa Gaji & Tunjangannya 2026?
  • Inilah Kenapa Bisa Ada Sensasi Mencekam di Bangunan Tua
  • Apa itu Pengertian Frontier Market di Dunia Saham?
  • How Actually SELinux is Work?
  • How to Install Elementary OS 8 Easy and Make It Good
  • How to Install UniFi OS Server on Ubuntu Linux Without Cloud Key
  • Top DNF5 Tips to Make Your Fedora Linux Super Fast
  • Run Local AI on Fedora 44 CPU Without Expensive GPU
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme