Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kala Buya Syafii Maarif Menulis tentang Ajip Rosidi

Posted on May 29, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Akbar Malik

Ketika Ajip Rosidi meninggal, saya membaca banyak obituari yang ditulis orang tentangnya. Yang menulis dari berbagai kalangan, mulai dari kritikus sastra Maman S. Mahayana, esais Hairus Salim dan Bandung Mawardi, hingga penulis muda seperti Arlian Buana dan Zulkifli Songyanan. Setiap obituari ditulis dengan perspektif macam-macam, tapi tentu dengan sentuhan pengalaman personal dengan mendiang Ajip Rosidi.

Ketika Maman S. Mahayana “membedah” pengalaman serta karya Ajip Rosidi dalam esai panjangnya, Arlian Buana memilih mengenang dengan yang lucu-lucu saja, Buya Syafii Maarif sedikit lebih serius: menulis tentang kritik Ajip Rosidi terhadap budaya Sunda. Ya, Buya Syafii Maarif, guru bangsa yang sudah sepuh, ikut menulis obituari Ajip Rosidi.

Saya membaca tulisan Buya Syafii Maarif di Kompas.id, 4 Agustus 2020. Di awal esainya, ia membuka tulisan tentang kenangan bersama Ajip Rosidi. “Dalam rapat-rapat bulanan Akademi Jakarta di Taman Ismail Marzuki atau TIM, selama beberapa tahun, Bung Ajip hampir selalu duduk berdekatan dengan saya,” tulisnya. Buya Syafii Maarif dan Ajip Rosidi bisa dikatakan “satu angkatan”, usianya hanya selisih tiga tahun, lebih tua Buya.

Walau ranah perjuangan kebangsaan mereka berbeda, ada satu irisan di antara keduanya, mereka sama-sama rajin dan tekun menulis. Ajip Rosidi, di akhir usianya, masih terus menulis dan bahkan meninggalkan karya yang belum selesai. Sementara Buya Syafii Maarif, di usia yang tentu tidak lagi muda, masih terus menuangkan pemikiran dan petuahnya di kolom-kolom media massa. Semoga Buya selalu sehat dan terus mengucurkan kesejukan bagi bangsa.
Baca juga:  Syaikhona Kholil (1): Pendidikan itu Bermula
Dalam obituari Ajip Rosidi, Buya Syafii Maarif banyak mengutip tulisan Ajip Rosidi dalam otobiografi Ajip Rosidi; Hidup Tanpa Ijazah yang setebal 1.230 halaman itu. Buya Syafii Maarif mengatakan bahwa buku otobiografi Ajip Rosidi itu diberikan langsung oleh penulisnya kepadanya, disertai paraf dan nama penulisnya, tentu. Hal tersebut menandakan kedekatan yang akrab antara keduanya.

Saya yakin, obituari yang kaya, lincah, serta indah itu ditulis Buya Syafii Maarif sembari kembali membuka otobiografi Ajip Rosidi. Buku setebal itu masih dibaca Buya, sampai tak lupa bahwa yang dikutipnya adalah tulisan Ajip Rosidi dalam bagian tulisan berjudul “Tanya Jawab Diri Sendiri”, lihat halaman 1.204-2.209, jelasnya.

Dalam satu paragraf, Buya berkata, “Namun, masalahnya adalah jika dibiarkan berlanjut kenyataan serba kelemahan dan kekurangan yang kasatmata itu, maka tidak mustahil budaya suku atau budaya sebuah bangsa akan terus tersungkur dimainkan oleh gelombang globalisasi yang tidak mengenal ampun.”

Dalam kerangka menambahkan opini Ajip Rosidi dalam otobiografinya yang sedang mengkritik suku budaya sendiri, Buya, seperti biasanya, menulis dengan khas dan pandangan yang jernih. Ia, dengan kata lain, telah setuju dengan apa yang dilakukan Ajip Rosidi tentang otokritiknya terhadap budaya, terlebih budaya sendiri, bahwa kita tidak perlu tedeng aling-aling ketika bersikap kritis mengkritik budaya.
Baca juga:  Zainah Anwar, Aktivis dan Feminis Muslim Malaysia
Hal itu dilakukan semata-mata untuk merekonstruksi kebudayaan yang sudah berubah jalur; ketika manusia, aktor kebudayaan sedang lupa dan malah mengembangkan kebudayaan di luar nilai-nilai (values) yang dipegang pewaris kebudayaan: orang tua, karuhun.

Buya melanjutkan, “Dengan dalih tidak elok membuka borok sendiri, akibatnya orang akan hidup dalam kebanggaan semu sambil menunggu pukulan palu godam sejarah yang bisa meluluhlantakkan sebuah warisan budaya yang memang sudah lapuk.”

Di paragraf terakhir yang saya kutip itu, saya merasakan kedalaman spiritual sekaligus keluasan intelektual seorang Buya Syafii Maarif. Beliau memang guru bangsa dengan kecendekiawanannya. Tulisannya memang singkat, saya kira, tapi tidak sedikit pun mengurangi kecantikan visual suatu tulisan dalam goresan kata, juga kedalaman makna yang dibangun dari beberapa perspektif yang kaya.

Kalau orang hanya membaca tulisannya tanpa tahu siapa yang menulisnya, mungkin akan mengira ditulis oleh seorang intelektual muda yang sedang produktif dan progresif menyuarakan pendapatnya. Namun, saya sendiri memilih membaca opini itu karena sudah tahu lebih dulu bahwa penulisnya Buya Syafii Maarif. Memang sebenarnya tidak mengherankan, sosok “guru bangsa sepuh” yang sangat dihormati karya dan kiprahnya, masih segar dalam mengartikulasikan pemikirannya.

Kini, Buya telah disambut hangat oleh Bung Ajip. Keduanya bertemu dalam keabadaian. Mengutip Buya dalam menutup esainya, “Selamat jalan, Bung Ajip, kami semua sedang menunggu giliran, hanya persoalan waktu!”.
Baca juga:  Bertemu Gus Nul
Benar sekali, Buya, kita hanya sedang mengantre. Selamat jalan Buya, dalam keabadian, karya dan pemikiranmu sungguh abadi.

 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Inilah Data Pendaftar KIP Kuliah 2026 Jalur SNBP dan Bocoran Kriteria yang Lolos!
  • Inilah Game Silent Hill: Townfall, Teror Psikologis Baru yang Bakal Bikin Kalian Gemetar di Tahun 2026!
  • Inilah Trailer Mortal Kombat 2, Johnny Cage Resmi Gabung dan Siap Hadapi Shao Kahn!
  • Inilah Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S26 yang Baru Meluncur, Ternyata Harganya Naik Segini!
  • Inilah Cara Mematikan MSA Xiaomi Supaya HP Nggak Lemot dan Bebas Iklan, Ternyata Langkahnya Simpel Banget!
  • Inilah Kronologi Mobil Calya Plat D yang Viral Lawan Arus di Jakpus, Ternyata Bawa Banyak Plat Palsu!
  • Inilah Axioo Hype AI 5, Laptop AI Canggih yang Nggak Bikin Kantong Bolong!
  • Ini Loh Kejahatan Modus Phishing Google Tasks Terbaru yang Bisa Nguras Data Perusahaan Kalian
  • Inilah Poco X7 5G dan M7 Pro 5G, HP Gaming Performa Ekstrem yang Ngebikin Mabar Kalian Jadi Anti Lag!
  • Inilah Cara Mengubah Lahan Kosong Jadi Uang Lewat Strategi Land Banking
  • Ini Trik Supaya Gajian YouTube Shorts Tembus Puluhan Juta dari Penonton Bule!
  • Jangan Sampai Keliru! Begini Cara Cek Total Jam Linear dan Non Linear di EMIS GTK IMP 2026
  • Cuma Nonton Drama Pendek Bisa Cair Uang Tunai? Bongkar Habis Kebenaran Aplikasi FunFlick di Sini!
  • Apa itu Resetter Epson L3210?
  • Ini Loh Ukuran A4, F4, A3, B5, A5 di Canva Biar Hasil Cetakan Kalian Nggak Terpotong!
  • Inilah Cara Transfer Pulsa Telkomsel Paling Update 2026, Lengkap dengan Biaya dan Syarat Terbarunya!
  • Inilah Xolo.io, Solusi Praktis Buat Kalian yang Pengen Bangun Startup Skala Global Tanpa Harus Pindah ke Luar Negeri
  • Inilah Caranya Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax Supaya Nggak Kena Denda
  • Inilah Alasan Kenapa Software House Lokal Susah Dapat Insentif Pajak R&D dan Isu Amortisasi Pegawai yang Bikin Pusing
  • Inilah Alasan Kenapa Developer Game Indonesia Lagi Curhat Soal Pajak: Kasus Toge Productions
  • Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Lampu Lalu Lintas Pakai Warna Merah, Kuning, dan Hijau!
  • Nonton Drama Dapat Duit? Ini Kebenaran Soal FunFlick yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Cara Isi NPWP dan Rekening di EMIS GTK IMP 2026 Biar Tunjangan Lancar
  • Inilah Trik Farming AFK Roblox Fish It 24 Jam Tanpa Bikin HP Panas!
  • Hobi Nonton Drama Jadi Cuan? Ini Cara Ngebanyakin Diamond FreeReels Tanpa Ribet!
  • Panduan Lengkap Ukuran Banner Canva untuk Desain yang Menarik
  • Apakah ViaPaypal.id Penipuan?
  • Beda BRIVA dan Rekening? Ini Penjelasannya!
  • Pahami Perbedaan Kode SIEX, SIPX, dan SISX dengan Mudah!
  • Arti SPT Sebelumnya Tidak Ada dari BPS yang Perlu Kalian Pahami
  • How to Use User Accounts & System Admin on Linux Mint 23
  • What is Docker Digest Watching? Understanding the New Standard in Docker 8.2
  • What is LibreOffice Online? A Guide to the Community-Driven Cloud Office Suite
  • Lutris 0.5.21 Adds Steam Sniper Runtime & New Emulators: What’s New?
  • Wine 11.3 Released: New Features and Improvements Explained
  • Prompt AI Menyusun Script Pola Suara Karakter agar Brand Jadi Ikonik
  • Prompt AI untuk Merancang Karakter Brand yang Ikonik
  • Prompt AI Audit Konten Sesuai Karakter Brand
  • Prompt AI Merubah Postingan LinkedIn Jadi Ladang Diskusi dengan ChatGPT
  • Prompt AI: Paksa Algoritma LinkedIn Promosikan Konten Kalian
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme