Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!

Posted on March 14, 2026

Pernah nggak sih kalian merasa bingung pas melihat slip gaji, kok potongan pajaknya beda-beda tiap bulan? Nah, mulai Januari 2024, pemerintah resmi menerapkan aturan baru yang namanya Pajak TER atau Tarif Efektif Rata-rata. Skema ini hadir buat menyederhanakan perhitungan PPh 21 supaya nggak makin ribet dan memusingkan bagi kita semua.

Sistem perpajakan di Indonesia memang terus mengalami penyempurnaan agar lebih mudah dipahami, baik oleh wajib pajak pribadi maupun pihak perusahaan. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah penerapan skema Tarif Efektif Rata-rata (TER) dalam pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21. Aturan ini sengaja dibuat untuk memangkas proses perhitungan pajak karyawan yang sebelumnya dianggap terlalu kompleks dan memakan waktu. Dengan sistem baru ini, perusahaan sepertinya nggak perlu lagi melakukan simulasi perhitungan yang rumit setiap bulannya.

Apa Itu Sebenarnya Pajak TER?

Secara teknis, pajak TER adalah metode pemotongan PPh Pasal 21 yang menggunakan tarif efektif berdasarkan penghasilan bruto. Kami perlu tegaskan kalau ini bukanlah jenis pajak baru yang menambah beban kalian. Pemerintah hanya mengubah cara hitungnya saja agar proses administrasi di level perusahaan jadi jauh lebih praktis. Skema TER ini biasanya digunakan untuk pemotongan pajak bulanan dari periode Januari sampai November.

Perubahan ini secara resmi diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023. Aturan tersebut membahas tentang tarif pemotongan PPh 21 atas penghasilan yang berkaitan dengan pekerjaan atau jasa wajib pajak orang pribadi. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi pemberi kerja. Jadi, mereka nggak perlu lagi pusing memikirkan pengurang biaya jabatan atau iuran pensiun setiap bulan saat menghitung potongan gaji kalian.

Dasar Hukum yang Berlaku

Penerapan skema TER ini punya landasan hukum yang kuat, lho. Beberapa regulasi yang menaunginya antara lain:

  1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.
  2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023.
  4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023.

Dalam aturan-aturan tersebut, dijelaskan kalau tarif pemotongan pajak bisa menggunakan metode lain yang lebih simpel, yaitu TER. Hal ini rasanya menjadi angin segar buat para HRD karena beban kerja administratif mereka jadi lebih ringan.

Tujuan Utama Skema TER

Pemerintah sepertinya sudah mempertimbangkan matang-matang sebelum ngebikin aturan ini. Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai, yaitu:

  • Menyederhanakan perhitungan: Nggak ada lagi rumus panjang buat ngitung potongan pajak bulanan.
  • Minimalisir kesalahan: Karena rumusnya simpel, risiko salah hitung oleh perusahaan jadi makin kecil.
  • Transparansi: Kalian bisa lebih mudah ngecek apakah potongan pajak di slip gaji sudah sesuai atau belum.
  • Administrasi praktis: Mempermudah pelaporan pajak bulanan ke kantor pajak.

Meskipun cara hitungnya berubah, kalian nggak perlu khawatir. Total pajak yang dibayarkan dalam setahun tetap sama kok, karena pada bulan Desember akan dilakukan perhitungan ulang menggunakan tarif progresif Pasal 17.

Kategori Tarif TER yang Wajib Diketahui

Dalam sistem TER, tarif dibagi menjadi tiga kategori utama berdasarkan status Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) kalian:

  1. Kategori A: Ditujukan bagi wajib pajak dengan status PTKP Tidak Kawin tanpa tanggungan (TK/0), Tidak Kawin dengan 1 tanggungan (TK/1), atau Kawin tanpa tanggungan (K/0).
  2. Kategori B: Berlaku untuk status PTKP TK/2, TK/3, dan K/1.
  3. Kategori C: Khusus untuk mereka yang punya status PTKP K/2 dan K/3.

Sebagai contoh, di Kategori A, kalau gaji kalian di bawah Rp5,4 juta per bulan, tarifnya 0%. Artinya nggak ada potongan pajak. Tapi kalau gaji sudah menyentuh angka Rp10 juta, tarifnya mungkin sekitar 2% dari penghasilan bruto.

Langkah-Langkah Menghitung Pajak TER

Buat kalian yang mau mencoba menghitung sendiri, caranya gampang banget. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Hitung Total Penghasilan Bruto: Jumlahkan semua pendapatan yang kalian terima dalam satu bulan, mulai dari gaji pokok, tunjangan, lembur, sampai bonus kalau ada.
  2. Identifikasi Status PTKP: Pastikan kalian tahu status kalian di kantor, apakah TK/0, K/1, atau yang lainnya. Ini penting buat nentuin kategori TER.
  3. Tentukan Kategori TER: Cek apakah kalian masuk Kategori A, B, atau C sesuai status PTKP tadi.
  4. Cari Tarif di Tabel: Lihat tabel tarif efektif yang berlaku. Misalnya, untuk gaji Rp8 juta dengan status TK/0, biasanya kena tarif 1,5%.
  5. Kalikan Bruto dengan Tarif: Langsung saja kalikan total penghasilan bruto dengan tarif tersebut. Contoh: Rp8.000.000 x 1,5% = Rp120.000. Itulah potongan pajak bulanan kalian.

Perubahan Penting Lainnya

Selain soal tarif, ada beberapa poin penting yang juga berubah sejak skema ini berlaku. Sekarang, semua penghasilan dalam satu bulan harus digabungkan. Kalau kalian dapet bonus atau THR di bulan tersebut, hitungannya bakal langsung digabung sama gaji bulanan. Selain itu, pemberian natura atau fasilitas kantor kayak mobil atau apartemen tertentu sekarang juga bisa dianggap sebagai penghasilan yang kena pajak. Namun, zakat atau sumbangan keagamaan yang dipotong lewat perusahaan bisa ngebantu ngurangin penghasilan bruto kalian.

Penerapan skema TER ini pada akhirnya memang bertujuan untuk ngebikin segala sesuatunya jadi lebih efisien. Walaupun awalnya mungkin terasa asing, tapi kalau sudah terbiasa, kalian pasti bakal ngerasa kalau sistem ini jauh lebih transparan dibanding cara lama. Intinya, skema ini ngebuat urusan pajak nggak lagi jadi momok yang menyeramkan setiap kali tanggal gajian tiba. Kami menyarankan agar kalian tetap rajin mengecek slip gaji dan menyimpan bukti potong pajak dengan rapi. Dengan memahami cara kerja TER, kalian jadi lebih sadar akan hak dan kewajiban sebagai wajib pajak yang baik.

Rekan-rekanita, itulah penjelasan lengkap seputar skema Pajak TER yang perlu dipahami. Semoga informasi ini bisa ngebantu kalian nggak bingung lagi pas ngelihat potongan di slip gaji masing-masing. Terimakasih sudah membaca!

Terbaru

  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Samsung Galaxy Z Fold 8 Jadi Makin Populer Karena iPhone Duo dirilis :)
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Benny Mart punya siapa? Ternyata ini fakta di balik isu Tierison anak pemilik supermarket
  • Lagi rame di IG sama TikTok, apa sih bedanya September Dump sama September So Far? Jangan sampai salah caption!
  • Lagi pada nyari teks pidato Menteri Kebudayaan buat Hari Kesaktian Pancasila 2026? Cek dulu bedanya sama pedoman upacara biar gak salah download
  • Lagi rame soal FF Kipas my id sama Naruto, mending hati-hati ojo asal klik verify UID
  • Info Demo Buruh di DPR Hari Ini 29 September 2026, Ada Apa Sih Sama RUU Ketenagakerjaan?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme