Microsoft (MSFT) kembali mengukir sejarah di jagat teknologi. Raksasa perangkat lunak ini sukses mencatatkan valuasi pasar senilai USD 4 triliun pada Kamis lalu. Pencapaian fantastis ini tak lepas dari laporan pendapatan yang “meledak” pada Rabu malam, yang sontak mendongkrak saham perusahaan.
Saham Microsoft Meroket Drastis
-
Lonjakan Awal Perdagangan: Saham Microsoft melonjak nyaris 4,5% sesaat setelah pasar dibuka pada Kamis. Kenaikan ini mendorong valuasi intraday perusahaan mencapai USD 4,01 triliun.
-
Kenaikan Tahunan: Sejak awal tahun ini, saham Microsoft telah melonjak sekitar 28%. Sebuah performa yang bikin banyak investor melongo.
Tonggak sejarah ini terukir hanya dalam kurun waktu satu setengah tahun setelah Microsoft mencapai valuasi USD 3 triliun. Padahal, perusahaan ini baru menembus angka USD 1 triliun pada April 2019. Dengan pencapaian ini, Microsoft kini bergabung dengan Nvidia yang telah lebih dulu menyentuh angka USD 4 triliun pada awal bulan ini.
Ambisi AI dan Performa Bisnis Cemerlang
Microsoft, tampaknya, sangat serius menggarap bisnis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan ini memproyeksikan belanja modal rekor sebesar USD 30 miliar untuk kuartal fiskal pertama saat ini demi mewujudkan ambisi AI-nya.
-
Azure dan Copilot Jadi Jagoan: Laporan penjualan bisnis komputasi awan Azure yang “ngebut” pada Rabu lalu menjadi salah satu pendorong utama. Para analis Wall Street juga mencatat bahwa chatbot AI Copilot milik Microsoft rupanya berhasil memacu pertumbuhan signifikan pada bisnis perangkat lunak perusahaan Microsoft 365.
-
Investasi Strategis OpenAI: Investasi miliaran dolar Microsoft pada OpenAI terbukti menjadi game-changer. Pasalnya, kolaborasi ini memperkuat penawaran Office Suite dan Azure dengan AI mutakhir, mendorong nilai saham perusahaan menjadi lebih dari dua kali lipat sejak debut ChatGPT pada akhir 2022. Dengan akses eksklusif ke model OpenAI, Microsoft telah melesat di depan dalam persaingan AI generatif, mengokohkan dominasinya dibandingkan dengan layanan komputasi awan Google dan Amazon.
Perbandingan dengan Raksasa Teknologi Lain
Pergerakan Microsoft menuju USD 3 triliun memang lebih terukur dibandingkan raksasa teknologi lainnya seperti Nvidia (NVDA) dan Apple (AAPL). Nvidia, sebagai pionir AI, mampu melipatgandakan nilainya hanya dalam setahun dan mencapai USD 4 triliun lebih dulu pada 9 Juli. Sementara itu, Apple terakhir kali tercatat memiliki valuasi USD 3,12 triliun.
Dampak Perundingan Dagang dan Pemulihan Pasar
Kabar baik dari perundingan dagang antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya menjelang tenggat waktu tarif 1 Agustus yang ditetapkan Presiden Donald Trump, turut membangkitkan pasar saham. Hal ini mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi. Microsoft, sebagai perusahaan terbesar kedua di AS, telah bangkit hampir 50% dari titik terendah April 2025, ketika pasar global diguncang oleh serangan tarif Trump.
Kepercayaan Wall Street dan Efisiensi Perusahaan
-
Pendapatan Rekor: Kepercayaan Wall Street yang membumbung tinggi terhadap Microsoft datang setelah perusahaan ini mencatatkan pendapatan rekor berturut-turut sejak September 2022.
-
Optimalisasi Tenaga Kerja: Reli saham juga mendapat dorongan ekstra karena Microsoft memangkas tenaga kerjanya dan menggandakan investasi AI, bertekad mengukuhkan kepemimpinannya seiring dengan persaingan bisnis untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Meskipun tarif AS yang meluas sempat membuat investor khawatir akan pengetatan pengeluaran bisnis, pendapatan kuat Microsoft menunjukkan bahwa perusahaan belum terkena dampak dari kebijakan tersebut.
Restrukturisasi Karyawan dan Peran AI
Meski mengalami peningkatan pesat, Microsoft justru melakukan perampingan jumlah karyawan dalam beberapa bulan terakhir. Awal bulan ini, perusahaan mengumumkan akan memangkas sekitar 9.000 karyawan, atau sekitar 4% dari total stafnya. Ini merupakan pengurangan terbesar sejak 2023, menyusul pemutusan hubungan kerja 6.000 karyawan pada Mei lalu.
Juru bicara perusahaan mengatakan pemotongan pada Juli sebagian mencerminkan teknologi baru yang membuat karyawan lebih produktif. Meskipun AI tidak disebutkan secara spesifik, pemotongan ini terjadi saat raksasa Silicon Valley menggunakan teknologi yang mereka bangun untuk membuat pekerja mereka lebih efisien. CEO Microsoft, Satya Nadella, sebelumnya mengatakan bahwa 20% hingga 30% kode perusahaan dibuat oleh AI, dan perusahaan sedang menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur AI.
Sumber: CNN