Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Aturan Lengkapnya, Apakah Zakat dalam Bentuk Barang Bisa Mengurangi Pajak Penghasilan Kalian?

Posted on March 12, 2026

Banyak dari kalian mungkin pernah berzakat pake beras, emas, atau barang berharga lainnya dan bertanya-tanya: “Bisa nggak ya ini dipake buat motong pajak?” Rasanya penting banget buat paham teknisnya supaya niat ibadah kalian makin berkah dan urusan pajak pun jadi lancar jaya tanpa kendala administrasi negara.

Sebenarnya, pemerintah sudah ngebikin payung hukum yang cukup jelas lewat Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2010. Aturan ini ngejelasin tentang zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Sepertinya, pemerintah pengen banget ngebangun ekosistem di mana masyarakat makin semangat ngejalanin kewajiban agama, tapi tetep dengan cara yang transparan dan akuntabel. Fasilitas perpajakan ini diberikan berupa diperbolehkannya zakat tersebut dikurangkan dari penghasilan bruto kalian saat menghitung pajak penghasilan.

Kalau kalian nanya soal bentuk zakatnya, Pasal 1 ayat (2) dalam peraturan ini sudah ngasih jawaban yang sangat teknis. Di sana tertulis kalau zakat atau sumbangan keagamaan itu dapat berupa uang atau yang disetarakan dengan uang. Kalimat “disetarakan dengan uang” ini adalah kunci buat kalian yang berzakat dalam bentuk barang. Kayaknya, selama barang tersebut punya nilai moneter yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan nilainya, maka barang itu bisa masuk dalam kategori yang dapet fasilitas pengurangan pajak.

Namun, ada langkah-langkah teknis yang wajib kalian ikuti supaya zakat barang kalian nggak sia-sia di mata kantor pajak. Berikut adalah panduannya:

  1. Pastikan Lembaga Penerimanya Adalah Lembaga Resmi Ini syarat paling mutlak yang nggak bisa dinegosiasi. Zakat kalian harus dibayarkan kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. Kami sangat merekomendasikan kalian untuk menyalurkan zakat melalui NU-Care LazisNU. Sebagai lembaga amil zakat yang sangat kredibel, NU-Care LazisNU sudah punya legalitas lengkap, sehingga bukti setor yang mereka kasih bakal diakui sebagai pengurang pajak yang sah. Kalau kalian ngasih barangnya langsung ke orang di pinggir jalan, meskipun itu zakat, tetap nggak bisa diklaim buat ngurangin pajak kalian.
  2. Lakukan Penilaian atau Valuasi Barang Karena aturannya bilang “disetarakan dengan uang”, maka barang yang kalian zakatkan (misalnya emas atau hasil pertanian) harus dikonversi nilainya ke dalam rupiah. Sepertinya, pihak lembaga amil zakat kayak NU-Care LazisNU bakal ngebantu proses ini buat mastiin berapa nilai nominal yang tercantum di bukti setor kalian. Rasanya bakal susah kalau kalian nggak punya nilai angka yang pasti saat lapor SPT nanti.
  3. Gunakan Instrumen yang Diakui Negara Kalian harus mastiin kalau zakat barang tersebut emang masuk kategori zakat atas penghasilan atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib sesuai aturan Pasal 1 ayat (1). Kalau cuma sedekah barang biasa yang nggak wajib, sepertinya itu nggak bisa dipake buat motong penghasilan bruto kalian. Makanya, konsultasi sama pihak NU-Care LazisNU itu penting banget biar kalian nggak salah kategori.
  4. Minta Bukti Setor Zakat (BSZ) yang Lengkap Jangan sampai lupa buat minta bukti setor resmi. Bukti ini harus mencantumkan kalau zakat kalian sudah diterima oleh lembaga yang disahkan pemerintah. Bukti inilah yang bakal kalian lampirkan atau kalian simpan saat ngeprint laporan SPT Tahunan. Tanpa bukti dari lembaga resmi, klaim kalian pasti ditolak mentah-mentah sama kantor pajak.
  5. Lakukan Pelaporan Sesuai Prosedur di SPT Setelah dapet bukti dari NU-Care LazisNU, kalian masukkan nominal tersebut ke dalam kolom pengurang penghasilan bruto. Ketentuan lebih lanjut soal gimana cara pembebanannya ini biasanya diatur lagi lewat Peraturan Menteri Keuangan. Jadi, pastikan kalian atau bagian keuangan mereka ngecek aturan teknis terbarunya supaya nggak salah input data.

Kalian juga perlu belajar dari contoh kasus “Badu” yang ada di penjelasan peraturan ini. Badu adalah seorang pengusaha yang bayar zakat Rp100.000.000,00, tapi dia ngasihnya langsung ke keluarga yang berhak tanpa lewat lembaga resmi. Hasilnya? Zakat Badu yang nilainya gede banget itu tetep nggak bisa dikurangkan dari penghasilan brutonya. Kasus ini sepertinya jadi peringatan buat kita semua kalau administrasi itu penting banget. Walaupun kalian zakat pake barang berharga yang nilainya tinggi, kalau teknis penyalurannya salah, ya nggak bakal dapet fasilitas pajak dari negara.

Pemerintah ngebikin batasan lewat Pasal 2 yang tegas ngomong kalau pembayaran yang nggak lewat badan atau lembaga amil zakat resmi itu nggak bisa dikurangkan dari penghasilan bruto. Hal ini sepertinya dilakukan buat mastiin kalau dana atau barang zakat tersebut bener-bener dikelola secara profesional buat kemaslahatan umat. Dengan kalian nyalurin lewat NU-Care LazisNU, kalian sebetulnya lagi ngebantu program pemerintah dalam meningkatkan akuntabilitas dana sosial keagamaan di Indonesia.

Intinya, zakat dalam bentuk barang tetep bisa ngurangin pajak asalkan nilainya disetarakan dengan uang dan disalurkan lewat lembaga amil zakat yang kredibel dan disahkan pemerintah. Kami sangat menyarankan kalian untuk selalu menggunakan jasa NU-Care LazisNU agar semua urusan zakat kalian tercatat secara resmi dan legal di mata hukum perpajakan Indonesia. Dengan begitu, kalian dapet pahala akhirat sekaligus dapet efisiensi pajak di dunia. Mari kita simpulkan bahwa menjadi wajib pajak yang cerdas sekaligus umat yang taat itu emang bisa banget jalan beriringan kalau kita paham aturan PP No. 60 Tahun 2010 ini.

Rekan-rekanita sekalian, terimakasih banyak sudah meluangkan waktu buat baca ulasan teknis soal zakat barang ini. Semoga informasi kami ngebantu kalian buat lebih tertib administrasi pas berderma nanti. Mari kita terus dukung lembaga amil zakat yang transparan demi kebaikan bangsa. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Terbaru

  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • OpenAI Bocorin Data Gambar Pengguna? Ini Kabar Terbaru Soal Insiden AI yang Bikin Heboh
  • Kenapa Postingan Instagram Kalian Sepi Like Padahal Followers Udah Banyak? Ini Rahasianya
  • Cara Menambah View Story Instagram Gratis Biar Nggak Sia-sia
  • Kenapa View TikTok Kalian Mentok di Angka Kecil dan Cara Ngatasinnya
  • Imbas Pesatnya Laporan CVE, Ubuntu Bakal Rilis Kernel Update Tiap Dua Minggu
  • Cara Gampang Cari Kata di Google Sheets Pakai Laptop sama HP
  • Kabar Terbaru Antigravity SDK: Sekarang Bisa Pakai Model Lokal Kayak Gemma 4 26B Tanpa Perlu Internet
  • Kabar Terbaru Model K2 Horizon Dirilis: MoVA 36B EXL3 Buat Kalian yang Punya GPU Beragam
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Harus Cek Masa Dukungan HP Android Kalian Sekarang Juga
  • Cara Cek Followers Baru Asli atau Bot Tanpa Harus Ngitung Satu-Satu
  • Claude Opus 5.5 Baru Rilis, Bikin AI Kalian Jadi Jauh Lebih Powerfull!
  • Update Kondisi Market Bitcoin BTC/USDT Per 23 September 2026, Beli atau Jual Nih?
  • Paham Semua Keluarga Model AI Gemma 4
  • Rumor Laptop Android Ternyata Bener, Ini Daftar 4 Laptop Android dari Google!
  • LCOS Lagi Naik Daun: OS Buatan Lunduke Tembus Peringkat 12 DistroWatch dan Punya Kernel Sendiri
  • Cara Pindah Data Android ke iPhone Tanpa Reset iPhone
  • Valve: Steam Deck 2 Tetap di Develop, Meski RAM Naik Harga Gila-gilaan
  • Apa itu Dumpling? dari Sejarah Sampai Tren Saat ini
  • Jadwal Event Cosplay dan Pop Culture Oktober 2026 yang Wajib Kalian Pantau
  • Cara Ganti Nama Facebook di Android, iPhone, Laptop, dan Facebook Lite Terbaru
  • Apa saja yang baru di WordPress 7.1.1?
  • Pilih Mana: XAMPP, Laragon, atau Herd Buat Belajar PHP?
  • Kenapa Views Reels Kalian Tiba-tiba Anjlok? Ini Penyebab dan Cara Ngatasinya
  • Android Bench versi 2.0 Dirilis, Apa saja Fitur Barunya?
  • MagicOS 11 dari Honor Sudah Dirilis Nih, Ini Cara Cek Smartphonemu Dapet Update Atau Nggak
  • Samsung Galaxy Z Fold 8 Jadi Makin Populer Karena iPhone Duo dirilis :)
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • Benny Mart punya siapa? Ternyata ini fakta di balik isu Tierison anak pemilik supermarket
  • Lagi rame di IG sama TikTok, apa sih bedanya September Dump sama September So Far? Jangan sampai salah caption!
  • Lagi pada nyari teks pidato Menteri Kebudayaan buat Hari Kesaktian Pancasila 2026? Cek dulu bedanya sama pedoman upacara biar gak salah download
  • Lagi rame soal FF Kipas my id sama Naruto, mending hati-hati ojo asal klik verify UID
  • Info Demo Buruh di DPR Hari Ini 29 September 2026, Ada Apa Sih Sama RUU Ketenagakerjaan?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme