Tokyo, Jepang – Asahi Group Holdings, perusahaan minuman terbesar Jepang yang memproduksi bir Asahi, mengonfirmasi bahwa mereka mengalami kebocoran data yang memengaruhi sekitar 15 juta pelanggan. Insiden ini, yang terdeteksi pada 17 Mei 2024, melibatkan akses tidak sah ke data pelanggan yang disimpan di server internal perusahaan.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis Asahi, perusahaan telah mengambil langkah-langkah segera untuk mengatasi pelanggaran keamanan ini. Mereka bekerja sama dengan lembaga penegak hukum setempat dan perusahaan keamanan siber untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab dan ruang lingkup kebocoran data. Selain itu, Asahi juga telah memberitahu otoritas perlindungan data Jepang dan berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Data yang bocor termasuk nama, alamat, nomor telepon, alamat email, dan informasi pembelian produk Asahi. Informasi sensitif seperti kata sandi, data kartu kredit, atau detail keuangan lainnya tidak termasuk dalam kebocoran data ini. Namun, perusahaan mengakui bahwa potensi risiko keamanan pelanggan tetap menjadi perhatian utama dan mereka terus berupaya untuk meminimalkan dampak negatif dari insiden ini.
Asahi menyatakan bahwa mereka telah mengaktifkan langkah-langkah keamanan tambahan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Langkah-langkah ini meliputi peningkatan kontrol akses, perbaikan sistem keamanan, dan pelatihan tambahan bagi karyawan mengenai praktik keamanan siber. Selain itu, perusahaan juga sedang meninjau ulang kebijakan keamanan data mereka untuk memastikan bahwa mereka sesuai dengan standar industri terbaru.
Perusahaan meminta pelanggan untuk waspada terhadap potensi upaya penipuan atau pencurian identitas. Pelanggan disarankan untuk memantau rekening bank dan kartu kredit mereka secara teratur untuk mendeteksi aktivitas yang tidak sah. Jika ada aktivitas mencurigakan, mereka diinstruksikan untuk segera menghubungi bank atau lembaga keuangan mereka untuk melaporkan kejadian tersebut.
Kebocoran data ini merupakan pukulan telak bagi reputasi Asahi Group Holdings, yang dikenal sebagai salah satu merek bir terkemuka di dunia. Insiden ini juga menyoroti pentingnya keamanan data bagi perusahaan yang menyimpan informasi sensitif pelanggan. Banyak analis keamanan siber berpendapat bahwa perusahaan perlu meningkatkan investasi dalam langkah-langkah keamanan siber untuk melindungi data pelanggan dari ancaman yang terus berkembang.
Penyelidikan terhadap kebocoran data ini masih berlangsung, dan Asahi Group Holdings diharapkan akan memberikan pembaruan lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah ini. Perusahaan juga berencana untuk menawarkan layanan pemantauan kredit gratis kepada pelanggan yang terkena dampak sebagai bagian dari upaya kompensasi atas potensi kerugian yang mungkin dialami.
Selain itu, Asahi menekankan bahwa insiden ini tidak memengaruhi produksi atau distribusi produk bir mereka dan bahwa pelanggan masih dapat membeli produk Asahi seperti biasa.