Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Google Pixel

Sering Telepon di Tempat Berisik? Fitur Baru Expressive Call dari Google Bakal Jadi Penyelamat Kalian!

Posted on December 14, 2025

Pernah nggak sih kalian harus teriak-teriak pas lagi nelpon karena posisi lagi di stasiun, kafe yang ramai, atau pinggir jalan? Rasanya pasti keganggu banget dan bikin emosi. Nah, Google sepertinya paham betul penderitaan ini. Mereka lagi nyiapin fitur inovatif bernama ‘Expressive Calling’ yang bakal bikin suara kalian tetep jernih meski di tengah keramaian. Penasaran gimana canggihnya teknologi ini bakal mengubah cara kita berkomunikasi?

Google emang nggak pernah kehabisan akal buat manjain penggunanya. Fitur ‘Expressive Calling’ ini bukan cuma sekadar gimmick marketing, tapi sebuah langkah serius buat ngerombak total pengalaman panggilan di hp generasi mendatang. Saat ini, fitur tersebut masih dalam tahap uji coba beta, tapi potensinya udah kelihatan banget. Fokus utamanya jelas: peningkatan kualitas audio yang signifikan. Jadi, kalau kalian sering nelpon di kondisi bising, fitur ini bakal jadi jawaban yang ditunggu-tunggu karena ia menawarkan pengalaman yang lebih alami dan imersif.

Berdasarkan laporan yang kami baca dari 9to5Google, teknologi di balik layar ini cukup kompleks dan menjanjikan. Nggak cuma sekadar noise cancellation biasa yang ‘membuang’ suara latar secara kasar, tapi sistem ini bekerja jauh lebih cerdas. Dia menganalisis suara kalian, lalu menyesuaikannya biar terdengar lebih jernih dan jelas. Bayangkan kalian lagi di pusat keramaian atau transportasi umum, sistem ini bakal ‘ngambil’ suara kalian dan memolesnya supaya lawan bicara nggak denger suara bising yang ganggu. Tujuannya simpel, memastikan percakapan tetap jelas terlepas dari kondisi lingkungan sekitar yang kadang nggak bersahabat.

Secara teknis, Google sepertinya menggabungkan beberapa ‘senjata’ ampuh yang sudah mereka kembangkan sebelumnya. Ada teknologi ‘Voice Isolation’ yang mungkin pernah kalian rasakan di Pixel Buds, ditambah sama teknologi ‘Beamforming’ yang fungsinya mengarahkan audio secara spesifik ke telinga pengguna. Belum lagi algoritma AI canggih yang udah ‘belajar’ dari jutaan jam data panggilan. Kombinasi maut ini yang bikin kemampuan mengenali dan menekan kebisingan jadi jauh lebih presisi. Kuranglebihnya, hp kalian jadi punya telinga sendiri yang pintar memilah mana suara tuan-nya dan mana suara gangguan.

Buat sekarang, ‘Expressive Calling’ baru bisa dicicipi sama pengguna Pixel 8 dan Pixel 8 Pro yang ikut serta dalam program beta. Google lagi getol-getolnya ngumpulin umpan balik dari para penguji ini buat menyempurnakan performanya sebelum diluncurkan secara luas. Umpan balik ini krusial banget buat memastikan fitur tersebut benar-benar memenuhi ekspektasi. Tapi yang menarik, Google nggak cuma ngejar suara ‘bersih’ dari noise. Mereka juga menekankan peningkatan kualitas suara secara keseluruhan, termasuk nada dan intonasi. Jadi, percakapan bakal terasa lebih hidup, meyakinkan, dan emosi yang kalian sampaikan bisa diterima dengan baik oleh lawan bicara.

Rencananya, Google bakal menyebar fitur ini ke perangkat Pixel lainnya secara bertahap seiring penyempurnaan fitur. Kami belum tahu tanggal pastinya, tapi janji Google soal peningkatan signifikan ini patut ditunggu. Harapan kami, para pengembang aplikasi pihak ketiga nantinya juga bisa memanfaatkan teknologi ini. Bayangkan kalau kualitas audio sebagus ini bisa kita nikmati di aplikasi chatting sehari-hari, pasti ekosistem Google bakal makin solid dan memanjakan telinga kita semua.

Dari pengamatan kami, langkah Google ini nunjukin kalau ‘kualitas dasar’ sebuah ponsel—yaitu menelepon dengan jelas—masih jadi prioritas utama di tengah gempuran fitur kamera dan gaming. Buat rekan-rekanita yang mobilitasnya tinggi dan sering harus conference call di jalan, fitur ini jelas bakal sangat membantu produktivitas tanpa harus cari tempat sepi dulu. Rasanya sih, kita tinggal nunggu waktu aja sampai fitur semacam ini jadi standar baru di industri. Saran kami, pantau terus pembaruan sistem di perangkat kalian. Terima kasih sudah membaca ulasan teknologi minggu ini, rekan-rekanita!

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Misteri Red John di serial The Mentalist, siapa sih sebenarnya sosok pembunuh yang bikin Patrick Jane frustrasi selama enam musim?
  • David Da Silva sama Ciro Alves kok belum masuk Timnas ya? Padahal sudah urus naturalisasi
  • Lagi-lagi rame soal video kakak adik di mobil, warga diingatkan jangan asal klik link sembarangan
  • Lagi rame cari download FF Astute Beta OB52 APK, mending hati-hati jangan asal instal biar akun aman
  • Reza Auditore kena meme jadi Duta Besar Israel? Cek faktanya biar nggak kemakan shitpost netizen

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme