Era digital sekarang ngebuat semua data harus serba rapi, termasuk buat urusan madrasah. Update data SIMSarpras 2026 bukan cuma soal gugur kewajiban administratif aja, tapi ini penentu apakah madrasah kalian bakal dilirik buat dapet bantuan tahun depan atau nggak. Yuk, simak cara teknis pengisiannya biar nggak salah langkah!
Transformasi digital yang makin kencang di lingkungan Kemenag ngebikin kita semua harus makin melek teknologi. Data yang kalian masukkan ke portal SIMSarpras itu nantinya bakal jadi acuan utama buat mereka di pusat dalam nentuin kebijakan. Kalau datanya berantakan, ya jangan kaget kalau madrasah kalian susah dapet bantuan rehab atau pembangunan ruang kelas baru. Kita harus paham kalau perencanaan bantuan itu nggak main-main, semuanya berbasis data real yang kalian setor. Makanya, kami bakal ngejelasin langkah demi langkahnya secara detail biar nggak ada lagi yang bingung pas ngadepin sistem ini.
Berikut adalah tahapan teknis yang harus kalian lakukan untuk melakukan pembaruan data SIMSarpras periode 2026:
- Akses Portal dan Login Sistem
Langkah pertama, kalian harus buka browser dan masuk ke portal resmi SIMSarpras. Di halaman login, ada dua pilihan cara masuk yang bisa kalian pakai. Pertama, pakai akun madrasah yang berbasis NSM (Nomor Statistik Madrasah). Kedua, kalian bisa pakai sistem SSOIS kalau sudah terintegrasi. Setelah berhasil masuk, hal paling krusial adalah milih tahun anggaran. Pastikan kalian pilih tahun 2026. Kenapa? Karena data yang kalian input sekarang itu dipersiapkan buat anggaran tahun depan. Kalau salah pilih tahun, kerja keras kalian bisa jadi sia-sia karena datanya nggak bakal masuk ke periode perencanaan yang benar. - Melengkapi Identitas dan Titik Koordinat
Setelah masuk ke dashboard, kalian bakal nemu menu Identitas Madrasah. Di sini biasanya beberapa data sudah terisi otomatis, tapi kalian tetap harus ngecek lagi. Bagian yang sering bikin pusing adalah koordinat lokasi. Kalian perlu buka Google Maps di tab baru, cari lokasi madrasah kalian, lalu copy koordinatnya (latitude dan longitude). Setelah itu, tempelkan ke kolom yang tersedia di sistem. Selain koordinat, kalian juga diminta buat nyantumin link Google Maps. Caranya gampang, tinggal klik “Bagikan” di Google Maps, terus copy link pendeknya dan paste ke portal. Data lokasi ini penting banget supaya tim verifikator tahu posisi persis madrasah kalian pas mereka mau ngelakuin survei lapangan. - Sinkronisasi Data Lahan dengan EMIS
SIMSarpras ini nggak berdiri sendiri, tapi dia narik data juga dari EMIS. Kalian perlu ngecek luas tanah yang ada di EMIS sebelum ngisi di sini. Caranya, buka EMIS, cek di bagian sarana prasarana, terus pilih aset tetap berupa lahan. Data luas tanah, status sertifikat (apakah milik sendiri, wakaf, atau sewa), itu semua harus sinkron. Kami sering nemuin kasus di mana data di SIMSarpras beda sama di EMIS, dan ini bisa ngebikin proses verifikasi jadi terhambat. Jadi, pastikan kalian sudah update data lahan di EMIS terlebih dulu sebelum lanjut di portal ini. - Input Data Bangunan dan Sumber Daya
Kalian harus masukin detail setiap bangunan yang ada di lingkungan madrasah. Ini mencakup tahun kapan gedung itu dibangun, luas bangunannya berapa, sampai ke urusan kelistrikan. Masukan berapa daya listrik (VA) yang dipakai dan apa sumber internet utamanya. Di zaman sekarang, koneksi internet itu sudah kayak kebutuhan pokok buat madrasah, apalagi kalau mereka mau ngadain ujian berbasis komputer. Sepertinya hal sepele, tapi data daya listrik dan internet ini ngebantu pemerintah nentuin madrasah mana yang layak dapet bantuan perangkat TIK. - Detailing Ruang Kelas dan Fasilitas Lain
Masuk ke bagian yang lebih teknis, kalian diminta buat ngelist semua ruangan yang ada. Mulai dari ruang kelas, kantor guru, perpustakaan, sampai toilet. Setiap ruangan harus dijelasin kondisinya sekarang kayak gimana. Kalau ruangannya memang nggak ada, ya jangan dipaksain diisi. Sistem ini butuh gambaran nyata, jadi kalau emang ruang kelasnya cuma ada 5 tapi yang dipakai 6 karena ada yang disekat, jelasin aja sesuai kondisi aslinya. Jangan lupa cantumin kondisi fisik per ruangan, apakah ada bocor atau tembok yang retak. - Pelaporan Kerusakan Perabot Madrasah
Bukan cuma bangunan, perabot di dalamnya juga harus didata. Meja, kursi, lemari, sampai rak buku itu ada kolomnya sendiri. Kalau misalnya ada 40 kursi di satu kelas tapi yang rusak ada 10, kalian harus tulis jumlah yang rusak itu secara akurat. Data ini nantinya bakal dikalkulasi sama sistem buat ngebangun profil kebutuhan sarana kalian. Kalau kalian ngasal ngisinya, peluang buat dapet bantuan pengadaan kursi baru bisa hilang karena sistem ngebaca sarana kalian masih dalam kondisi baik. - Data Peralatan Teknologi dan Olahraga
Kalian juga harus ngelaporin aset-aset pendukung kayak laptop, PC server, printer, sampai peralatan olahraga. Kalau ada laptop yang rusak atau sudah nggak layak pakai buat ngeprint atau tugas administratif, masukkan ke kategori rusak. Pemerintah pengen tahu seberapa siap madrasah kalian dalam ngadepin digitalisasi pendidikan. Begitu juga sama sarana olahraga, kalau lapangannya becek atau alat-alatnya sudah nggak bisa dipakai, jangan ragu buat ngelaporin di sini. - Analisis Teknis Kerusakan Bangunan
Di menu ini, kalian harus lebih spesifik lagi ngomongin soal kerusakan. Apakah dindingnya pecah-pecah? Apakah atapnya sudah mau roboh? Pilih kategori kerusakan yang sesuai, misalnya kerusakan ringan, sedang, atau berat. Kalian juga harus milih penyebab kerusakannya, sepertinya karena faktor usia bangunan yang sudah tua atau mungkin karena faktor lingkungan kayak sering kena banjir atau tanah bergerak. - Dampak Kerusakan terhadap Pembelajaran
Ini bagian yang rasanya sering dilewatin, padahal penting. Kalian diminta ngejelasin apa dampak dari kerusakan itu. Misalnya, gara-gara atap bocor, kegiatan belajar mengajar jadi terganggu tiap kali hujan. Penjelasan ini ngebantu mereka yang di pusat buat paham kalau bantuan itu sifatnya mendesak. Kalau dampaknya besar, peluang kalian buat jadi prioritas bakal makin gede. - Menentukan Skala Prioritas dan Upload Foto
Setelah semua data teknis beres, kalian harus nentuin skala prioritas. Mana yang paling butuh diperbaiki duluan? Pilihannya biasanya antara sedang atau tinggi. Terakhir, kalian wajib upload foto kondisi madrasah sebagai bukti fisik. Pastikan fotonya jelas, nggak ngeblur, dan menunjukkan bagian yang rusak tadi. Kami saranin kalau gagal upload gara-gara koneksi, coba simpan dulu progresnya baru ulangi lagi nanti. Foto ini adalah “nyawa” dari pengajuan kalian, jadi jangan sampai salah kirim foto ya!
Pembaruan data melalui SIMSarpras ini sejatinya adalah langkah strategis buat mastiin setiap rupiah bantuan yang dikeluarin pemerintah itu nggak salah alamat. Kalau datanya akurat, madrasah kalian nggak cuma sekadar tertib secara administrasi, tapi juga ngebuka jalan buat perbaikan fasilitas yang nyata. Proses ini memang makan waktu dan butuh ketelitian tinggi, tapi rasanya manfaat jangka panjangnya buat kenyamanan siswa belajar itu jauh lebih berharga. Kami menyarankan kalian jangan nunggu sampai deadline buat mulai ngisi, biar ada waktu kalau seandainya ada data yang harus diperbaiki lagi.
Semoga panduan teknis ini ngebantu rekan-rekanita sekalian dalam nyelesain tugas pendataan di madrasah masing-masing. Tetap semangat ngebangun pendidikan yang lebih baik dan terimakasih sudah membaca sampai habis!