PASURUAN – Suasana tenang di lingkungan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang terletak di kawasan Raci, Kecamatan Bangil, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi ketegangan yang mencekam. Sebuah peristiwa yang melibatkan oknum pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasuruan kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah sebuah rekaman video berdurasi singkat namun sarat akan misteri beredar luas di berbagai platform media sosial.
Video yang memiliki durasi sekitar 2 menit 7 detik tersebut memperlihatkan momen dramatis saat sejumlah petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan melakukan tindakan pemeriksaan mendadak terhadap seorang pria. Pria tersebut diidentifikasi berinisial HD, yang dalam rekaman tersebut terlihat mengenakan kemeja putih dengan logo resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, sebuah atribut yang mengonfirmasi statusnya sebagai aparatur sipil negara atau pegawai di lingkungan Pemkab.
Kehebohan ini bermula dari kecurigaan petugas Satpol PP yang tengah melakukan patroli rutin di area perkantoran. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi pada Rabu sore, 6 Mei 2026, saat kondisi di sekitar kompleks perkantoran mulai sepi dari aktivitas pegawai. Petugas yang sedang berkeliling kemudian mencurigai keberadaan sebuah mobil dinas yang terparkir cukup lama di salah satu sudut area perkantoran yang cukup tersembunyi.
Kecurigaan petugas tersebut memuncak ketika mereka memutuskan untuk mendekati kendaraan tersebut guna melakukan pengecekan lebih lanjut. Saat petugas mulai melakukan pendekatan, suasana semakin tegang ketika seorang perempuan yang berada di dalam mobil tersebut terlihat keluar dengan gerakan yang sangat tergesa-gesa, seolah-olah sedang berusaha menghindari perhatian atau merasa terkejut dengan kehadiran petugas.
Dalam potongan video yang viral tersebut, terlihat interaksi yang cukup intens antara petugas Satpol PP dengan HD. Petugas melakukan interogasi guna mencari tahu alasan di balik keberadaan mobil dinas tersebut di lokasi dan waktu yang dianggap tidak wajar. Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam pemeriksaan tersebut adalah temuan fisik di dalam kendaraan. Petugas tampak menanyakan keberadaan dan alasan banyaknya tisu yang ditemukan berserakan di bawah dashboard serta di area kursi penumpang mobil dinas tersebut. Temuan ini memicu spekulasi liar di kalangan netizen mengenai aktivitas apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh oknum pegawai tersebut di dalam mobil saat jam kerja atau di area perkantoran pemerintah.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi di ruang digital tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akhirnya angkat bicara. Kepala BKPSDM Kabupaten Pasuruan, Fathurrahman, memberikan pernyataan resmi terkait status hukum dan administratif dari insiden yang melibatkan pegawai Dinas Pendidikan tersebut.
Fathurrahman mengakui bahwa pihaknya telah mendengar kabar mengenai kejadian yang terekam dalam video viral tersebut. Namun, ia menekankan bahwa hingga saat ini, BKPSDM belum menerima laporan formal secara tertulis maupun lisan yang bersifat resmi terkait kronologi lengkap dan detail kejadian dari instansi terkait.
Menurut Fathurrahman, saat ini permasalahan tersebut masih berada dalam tahap penanganan awal atau pembinaan internal di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan sendiri. Hal ini merupakan prosedur standar di mana instansi asal pegawai yang bersangkutan diharapkan melakukan verifikasi fakta terlebih dahulu sebelum menyerahkan kasus tersebut ke tingkat kabupaten.
“Kami baru mendengar sebatas informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial. Sampai saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk ke meja BKPSDM karena prosesnya saat ini masih dalam ranah pembinaan internal di perangkat daerah yang bersangkutan,” ujar Fathurrahman saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis, 7 Mei 2026.
Meski demikian, Fathurrahman memberikan peringatan keras bahwa BKPSDM tidak akan tinggal diam jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran yang nyata. Ia menegaskan bahwa setiap aparatur sipil negara terikat oleh aturan disiplin dan kode etik yang sangat ketat. Jika dalam proses investigasi internal yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan ditemukan bukti-bukti kuat adanya pelanggaran disiplin, penyalahgunaan fasilitas negara, maupun pelanggaran etika profesi, maka kasus tersebut wajib segera dilaporkan ke BKPSDM.
“Apabila dalam proses pembinaan internal tersebut nantinya ditemukan adanya unsur pelanggaran, baik itu pelanggaran disiplin pegawai maupun pelanggaran etika, maka kami mendorong agar kasus tersebut segera dilaporkan kepada kami di BKPSDM. Hal ini penting agar proses penindakan dapat berjalan secara transparan dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya lebih lanjut.
Langkah tegas ini diambil untuk menjaga marwah dan integritas Pemerintah Kabupaten Pasuruan di mata masyarakat. Publik menuntut adanya transparansi dan keadilan dalam menangani kasus oknum pegawai yang diduga menyalahgunakan wewenang atau fasilitas negara untuk kepentingan pribadi yang tidak pantas. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur sipil negara di Kabupaten Pasuruan untuk senantiasa menjaga perilaku dan profesionalisme, terutama saat menggunakan fasilitas dinas dan berada di lingkungan kerja.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan belum memberikan keterangan resmi secara mendalam mengenai hasil pembinaan internal mereka. Masyarakat kini tengah menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menuntaskan polemik ini, apakah akan berujung pada sanksi administratif, pemecatan, ataukah hanya sekadar teguran keras sesuai dengan tingkat pelanggaran yang terbukti nantinya.
Peristiwa ini juga memicu diskusi luas mengenai pengawasan terhadap penggunaan kendaraan dinas di lingkungan pemerintahan. Banyak pihak menyarankan agar sistem pengawasan terhadap aset negara, termasuk mobil dinas, diperketat melalui sistem GPS atau pengawasan rutin oleh satuan pengawas internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Ketegangan di Raci, Bangil, ini menjadi cermin betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam mengawasi kinerja pemerintah. Video yang beredar dalam hitungan menit mampu memicu reaksi massal, yang pada akhirnya memaksa lembaga pemerintah untuk segera merespons dan melakukan tindakan korektif terhadap oknum-oknum yang dianggap mencoreng nama baik institusi.
Kasus HD dan dugaan aktivitas mencurigakan di dalam mobil dinas ini kini menjadi ujian bagi komitmen Pemkab Pasuruan dalam menegakkan disiplin pegawai. Semua mata kini tertuju pada BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, menantikan hasil investigasi yang jujur dan adil guna meredam gejolak opini publik yang terus berkembang.