Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Review BlackBerry Curve 8530

Posted on May 24, 2011

Sekitar dua pekan lalu, AHA (affordable hyper-speed access) mengejutkan pasar dengan menghadirkan layanan BlackBerry berbasis code division multiple access (CDMA) di Indonesia. Hal itu ditandai dengan dirilisnya perangkat BlackBerry Curve 8530 di Cilandak Town Square, Jakarta. Dengan demikian, AHA menjadi operator ketujuh yang menyediakan layanan BlackBerry.

Sebagai pemain baru, tugas AHA cukup berat. Bakrie Connectivity (BConnect) sebagai pemegang merek AHA harus berkompetisi dengan operator-operator raksasa sekaliber Telkomsel, Indosat, dan XL, yang lebih dulu menguasai pasar BlackBerry di Tanah Air.

Namun, BConnect mengaku optimistis. Meski perangkat BlackBerry Curve 8530 adalah satu-satunya senjata untuk masuk ke arena “perang BlackBerry”, AHA mengandalkan kecepatan dan harga yang murah. Sebab itu, kali ini VIVAnews.com ingin membuktikan seberapa andal smartphone tersebut.

Fisik, Desain, dan Spesifikasi
Secara fisik, BlackBerry Curve 8530 sama persis dengan BlackBerry Curve 8520 atau dikenal dengan BlackBerry Gemini. Keduanya memiliki panjang 10,9 sentimeter (cm), lebar 6 cm, tebal 1,3 cm, dan berat 106 gram. Material dan bentuk keypad Qwerty-nya pun tak ada yang berbeda.

Sama halnya dengan Gemini, BlackBerry Curve 8530 pun tidak memiliki trackball. Sebagai gantinya, Research In Motion (RIM) menyematkan optical trackpad yang sensitif atas sentuhan jari, yang ditemani dengan tombol Call/Dial, End/Power, Menu, dan beberapa tombol multimedia di sisi atas.

Pada sisi kirinya, RIM menempatkan port microUSB yang berfungsi untuk mengisi ulang baterai atau mentransfer data via kabel. Lalu, terdapat pula jack stereo 3,5 mm dan shortcut untuk voice commander. Sementara itu, di sisi kanan akan ditemukan tombol volume +/-, shortcut untuk kamera, dan microphone.

Susunan keypad Qwerty-nya sama persis dengan BlackBerry Javelin, hanya relatif lebih keras seperti BlackBerry Gemini. Ia memiliki layar TFT 65.000 warna sebesar 2,4 inci dengan resolusi 320 x 240 piksel, resolusi yang cukup untuk sebuah smartphone.

Selain itu, perbedaan terdapat pada kinerja prosesor. Kalau Gemini memiliki prosesor berkemampuan 512 MHz, Curve 8530 mempunyai prosesor lebih bertenaga, yakni 528 MHz.

Sebagai layanan nilai tambah, pelanggan dapat melakukan telepon dan SMS ke semua pengguna AHA dan Esia gratis seumur hidup. Pelanggan juga berhak mendapatkan layanan full BIS (e-mail, browsing, IM) secara gratis selama paruh tahun pertama.

Begitu pun layanan unduh ribuan lagu lokal dan barat asli di aplikasi AHAvibe. Pelanggan dapat memilih 3 paket BIS yang diinginkan, meliputi paket harian seharga Rp5.000, mingguan Rp30.000, dan bulanan Rp99.000.

Berikut sepintas fitur dan spesifikasi BlackBerry Curve 8530:

Dimensi dan berat 10,9 x 6 x 1,3 cm
106 gram
Layar TFT, 65.000 warna
Ukuran layar 2,4 inci, 320 x 240 piksel

– QWERTY keyboard
– Touch-sensitive optical trackpad
Memori 256MB (ROM)
microSD up to 32GB
Konektivitas 3G Rev. A up to 3,1 Mbps
Wi-Fi 802.11 b/g
Bluetooth v2.1
microUSB v2.1
Kamera 2 MP, 1600 x 1200 piksel
Video Ada
OS BlackBerry OS 5.0
CPU 528 MHz processor
Radio Tidak ada
Browser HTML
GPS Ada, A-GPS support
Fitur – BlackBerry maps
– MP3/eAAC+/WMA/WAV player
– MP4/H.263/H.264/WMV player
– Organizer
– Document viewer
– Voice memo/dial/commands
– Predictive text input
Baterai Li-ion 1150 mAh

Hingga 252 jam (standby)
Hingga 4 jam 30 menit (talktime)
Harga Rp2,2 juta (belum termasuk PPn)
*untuk 500 pelanggan Esia pertama
Rp3,8 juta

Kinerja
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa nomor telepon yang dibenamkan pada BlackBerry Curve 8530 melalui sistem injeksi, bukan kartu SIM/UIM. Sehingga, untuk mengaktifkannya, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, mendatangi Gerai Esia terdekat terlebih dahulu. Jika sudah memiliki nomor Esia atau AHA, Anda cukup meminta petugas di Gerai Esia untuk migrasi nomor tersebut ke handset BlackBerry.

Kedua, Anda bisa menggosok PIN Suka-Suka yang terdapat di dalam kotak BlackBerry AHA. Lalu, masukkan ICCID (19 digit angka yang tersedia) dan PIN (4 digit angka yang tersedia) pada website Nomor Suka-Suka.

Pertama-tama, kami menguji coba fungsi dasar telefoni BlackBerry Curve 8530. Layanan suara (telepon) dan teks (SMS) berjalan lancar tanpa ada kendala berarti. Suara relatif jernih, dan pesan teks jarang bermasalah. Namun, sangat terpengaruh oleh kekuatan sinyal di wilayah sekitar Anda.

Menariknya, kami dapat melakukan telepon dan SMS ke semua pengguna AHA dan Esia gratis sepuasnya lantaran AHA menggratiskannya seumur hidup. Pelanggan juga berhak mendapatkan layanan full BIS (e-mail, browsing, IM) secara gratis selama paruh tahun pertama.

Untuk layanan data bergerak, kami akui kecepatan akses data BlackBerry AHA cukup cepat, meski terkadang akses Internet kerap terputus di wilayah-wilayah tertentu. Umumnya karena wilayah tertentu itu tidak terjangkau penuh pancaran BTS. Namun, secara umum, jangkauan AHA merata.

Tebet, Jakarta Selatan Lokal 120/50 kbps, Internasional 120/80 kbps
Kelapa Gading, Jakarta Timur Lokal 100/90 kbps, Internasional 120/40 kbps

Pelanggan juga dimungkinkan untuk menikmati kuota 1GB dengan kecepatan hingga 3,1 Mbps selama sebulan pertama. Sehingga, pelanggan dapat menikmati video streaming YouTube tanpa buffering.

Namun, sebelum menikmati akses Internet, pelanggan perlu mengaktifkan paket BlackBerry Internet Service AHA yang terbagi ke dalam tiga paket, meliputi harian (1 hari) Rp5.000, mingguan (7 hari) Rp30.000, dan bulanan (30 hari) Rp99.000. Pelanggan cukup mengunjungi website www.AHA.co.id/login untuk memilih paket BIS yang diinginkan.

Terkait layanan e-mail dan BlackBerry Messenger, kami tidak menemui kendala berarti. Hampir semuanya berjalan dengan semestinya. Aktivitas mengirimkan gambar dan video juga relatif lancar. Untuk menambah aplikasi, pelanggan bisa mengunduhnya di BlackBerry App World. Koneksi selama mengunduh sejumlah aplikasi ringan seperti RSS Feeder, LoveIndonesia, cukup stabil.

Kelebihan:
– Koneksi Internet secara umum cepat dan stabil, terutama di kota-kota yang dijangkau area AHA EVDO.
– Gratis telepon dan SMS sesama pengguna Esia dan AHA seumur hidup.
– Dapat menikmati video streaming YouTube tanpa buffering selama sebulan pertama.

Kekurangan:
– Meski cepat, koneksi masih kerap terputus di daerah-daerah tertentu.
– Keypad Qwerty keras dan kurang empuk.
– Sedikit repot untuk migrasi nomor Esia lama lantaran harus mengantre di Gerai Esia.

Terbaru

  • Inilah Rahasia ReciMe, Potensi Sukses dari Aplikasi Resep Sederhana
  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme