Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Alumni IPTN di AS Dambakan Kebangkitan Dirgantara

Posted on February 22, 2012

Seattle – Diaspora ratusan alumni IPTN di Amerika, Eropa dan Asia, mengusik keingintahuan bagaimana kiprah putra-putri bangsa ini? Para insinyur itu kini menorehkan karya di berbagai pabrik pesawat dunia. Namun mereka mendambakan kebangkitan kembali industri dirgantara nasional.

Sejauh ini, banyak kalangan bertanya, kemana kini alumni IPTN atau PT Dirgantara Indonesia (DI) setelah pabrik pesawat terbang nasional di Bandung itu tak berkembang maksimal? Ratusan insinyur anak kandung IPTN tersebar di Inggris, Prancis, Jerman (Airbus), Brasil, Kanada, dan Amerika Serikat (AS). Sekitar 30 di antaranya berkarir di Boeing Company, Seattle.

Di bawah rintik hujan dan udara dingin yang menusuk, saya bertemu dan berdialog dengan sejumlah alumni IPTN itu yang kini berkiprah di pabrik pesawat Boeing, Seattle, USA.

Saya berdiskusi dengan mereka, para insinyur yang selalu merindukan bangkitnya industri dirgantara di Tanah Air, PT Dirgantara (dulu IPTN), yang telah menaungi dan membekali mereka mengembara ke Amerika, Eropa dan Asia lainnya sebagai profesional.

“Pak Habibie, Mantan Presiden dan mantan Menristek merupakan tokoh nasional yang berkarakter dan dipercaya Presiden Soeharto dalam mengembangkan industri strategis, salah satunya IPTN. Dalam hal industri strategis, Habibie menjadi pemimpin nasional yang berhasil membangun IPTN bergerak maju dan pesat,” kata Ir Tonny Soeharto dan Ir Soepeno, alumni IPTN yang berdomisili di Seattle, AS akhir pekan lalu.

Tonny adalah mantan Vice President IPTN dan sejak 1995 ditempatkan di Seattle sebagai perwakilan IPTN North America. Setelah krisis moneter yang menghancurkan IPTN, ia hijrah dan bergabung ke Boeing pada 1999 dan kini menjadi lead engineer MRB di Boeing.

Sementara Soepeno selepas dari IPTN pada akhir 1999, bekerja di Brasilia beberapa tahun, lalu berkiprah di Boeing sampai 2008. Tonny dan Soepeno adalah para murid Habibie dan keduanya juga alumni teknik mesin ITB.

Ada lagi kader-kader Habibie yang berkiprah di Boeing yang saya ajak dialog antara lain Ir Dudi Prasetio (lulusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya), Ir Bram Djermani (lulusan Universitas Toledo, AS), Ir Irvan (alumnus ITB) dan Ir Patriawan (alumnus Teknik UGM) serta Ir Agung Suhaedi (alumnus ITENAS Bandung) dalam diskusi berantai hari-hari berikutnya.

Masih banyak orang Indonesia berkarir cemerlang di Boeing di antaranya Ir Kholid Hanafi di pembuatan Boeing 737, Maurita Sutedja di bagian keuangan, dan Sulaeman Kamil. Yang terakhir ini mantan Direktur Teknologi IPTN dan pernah menjadi Asisten Menristek-Kepala BPPT.

Tonny Soeharto dan Soepeno menegaskan bahwa industri pesawat PT Dirgantara jelas membutuhkan dukungan kebijakan negara. “Industri strategis itu memerlukan pemimpin nasional yang demokratis, kuat dan peduli pada pengembangan industri pesawat terbang sebagai industri strategis masa kini dan masa depan,” kata Tonny.

Ia menandaskan pentingnya pemimpin yang memiliki leadership kuat, komit dan peduli industri pesawat sebagai salah satu industri yang sangat strategis. Makanya PT Dirgantara atau dulu IPTN bisa dikembangkan lebih pesat dan kompetitif di dunia internasional jika ada kebijakan negara yang mensupportnya penuh.

Hal senada juga diungkapkan Dudi Prasetio yang menilai PT Dirgantara dan industri strategis lainnya di Tanah Air, membutuhkan pemimpin/tokoh nasional yang komit, yang sangat paham mengapa perkembangan teknologi tinggi sangat dibutuhkan.

Indonesia harus belajar dari India yang lebih pesat dan cepat kemajuan teknologinya karena kebijakan negara yang mendukungnya secara penuh. “Ini juga diperkuat dengan nasionalisme para teknolog, teknokrat dan profesional India di AS, Eropa dan dunia internasional dalam membantu para insinyur dan sarjana India yang lebih muda untuk mengembangkan karir mereka,” imbuh Patriawan.

Tonny H Soeharto juga menyatakan kebijakan negara adalah mutlak agar SDM berkembang di bidang industri strategis dalam waktu relatif cepat. “Harus ada menteri atau presiden/wapres yang sekokoh Pak Habibie untuk mengembangkan industri dirgantara agar peradaban kita maju di Asia,” tandas Tonny.

Ia mengaku merindukan munculnya sosok seperti Habibie. “Itu bisa terjadi jika Presiden menaruh kepercayaan pada sosok seperti itu, misalnya Dr Ir Ilham Habibie yang merupakan putera Pak Habibie, Dia itu cerdas dan kredibel,” tegasnya.

“Hanya dengan pemimpin yang memiliki leadership yang kuat, komit dan perduli industri pesawat, maka IPTN bisa dikembangkan lebih pesat dan kompetitif di dunia internasional,” imbuh Tonny, yang bersama istrinya, Ir Wartini Tonny, juga alumni ITB dan IPTN kini berdomisili di Seattle.

Tonny sempat bertemu M Jusuf Kalla sewaktu menjabat Wapres berkunjung ke Boeing. Ia juga dikenal dekat dengan Presiden Direktur PT Dirgantara Dr Ir Budi Santoso bahkan beberapa pekan lalu keduanya sempat bertemu di Seattle.

Tonny masuk IPTN pada 1982 dan meminta pensiun dini 1998. Semasa di IPTN, ayah dua anak ini pernah ditugaskan belajar di Spanyol beberapa tahun. Karena itu, tak sulit bagi Tonny untuk diterima di Boeing sejak 1999. “Saya orang IPTN pertama yang kerja di Boeing,” kata mantan Vice President IPTN itu.

Sementara Soepeno mengingatkan begitu banyak insinyur yang disekolahkan Habibie di AS dan Eropa dengan prestasi dahsyat, namun kini mengalami diaspora di luar negeri, karena Indonesia tidak lagi punya kebijakan yang jelas, berkesinambungan dan progresif dalam industri pesawat terbang.

“Pencapaian Pak Habibie harus dilanjutkan, para pemimpin nasional jangan hanya mengurus politik praktis, namun harus komit dan peduli atas PT Dirgantara di masa depan,” kata alumnus ITB yang malang melintang di IPTN, Brazilia dan AS itu.

Sudah bukan lagi cerita aneh bahwa orang-orang Indonesia yang bekerja di Boeing merasa bangga sekaligus prihatin. “Hari depan industri PT Dirgantara masih prospektif. Pimpinannya sekarang butuh dukungan negara agar bisa berkembang maju. Saya yakin kita mampu,” imbuh Tonny lagi. [mdr]

Terbaru

  • Ngefans Maxwell Clash of Champions? Begini Cara Masuk Saluran WA-nya Biar Update Terus!
  • Ini Cara Pakai greatonlinetools.com buat Nambah Likes dan Iseng ke Teman!
  • Cara Pakai Bug Token M7 Mobile Legends, Banjir Skin Prime Cuma Modal Browser!
  • Pusing Gagal Simpan Data Internet Dapodik 2026.b? Ini Trik Jitu Mengatasinya!
  • Mau Cuan Tambahan? Ini Cara Mudah Jadi Clipper di Ternak Klip Modal HP Doang!
  • Akun PTK Silang Merah di Dapodik 2026.b Bikin Panik? Jangan Dihapus, Coba Trik Ini Dulu!
  • Ini Trik Supaya Bisa Mancing Otomatis di Fish It Roblox Pakai GG Game Space
  • Sering Stuck Saat Registrasi Dapodik 2026.b? Coba Cara Offline Ini, Dijamin Lancar!
  • Belum Tahu? Ini Trik Isi Data Internet Dapodik 2026.B Biar Validasi Aman!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Dapat Saldo E-Wallet Cuma Modal Tidur di Sleep Time Tracker
  • Padahal Negara Maju, Kenapa Selandia Baru Nggak Bangun Jembatan Antar Pulau? Ini Alasannya!
  • Nonton Drama Bisa Dapat 1 Juta? Cek Dulu Fakta dan Bukti Penarikan Aplikasi Gold Drama Ini!
  • Takut Saldo Habis? Gini Cara Stop Langganan CapCut Pro Sebelum Perpanjangan Otomatis
  • Gini Caranya Hilangkan Invalid Peserta Didik di Dapodik 2026 B Tanpa Ribet, Cuma Sekali Klik!
  • Rombel Hilang di Dapodik 2026 B? Tenang, Gini Cara Mudah Mengatasinya Tanpa Menu Aksi!
  • Pusing Lihat Ratusan Invalid Sarpras di Dapodik 2026 B? Tenang, Ini Cara Membereskan Datanya
  • Validasi Merah Terus? Ini Cara Tuntas Isi Data Listrik & Internet di Dapodik 2026 B
  • Inilah Trik Install Dapodik 2026.B Tanpa Patch, Wajib Uninstall Versi Lama!
  • Apakah APK PinjamAja Penipu?
  • Ini Trik Cepat Cuan di Clear Blast Tanpa Undang Teman
  • Belum Tahu? Inilah Suku Bajau Punya Gen “Mutan” Mirip Fishman One Piece, Ini Faktanya!
  • Inilah Paket PLTS Hybrid 6kVA Aspro DML 600 yang Paling Powerful!
  • Suku Tsaatan: Suku Mongolia Penggembala Rusa Kutub
  • Game Happy Rush Terbukti Membayar atau Cuma Scam Iklan?
  • Cara Nonton Drama Dapat Duit di Free Flick, Tapi Awas Jangan Sampai Tertipu Saldo Jutaan!
  • APK Pinjol Rajindompet Penipu? Ini Review Aslinya
  • Keganggu Iklan Pop-Up Indosat Pas Main Game? Ini Trik Ampuh Matikannya!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Upload Reels Instagram Sampai 20 Menit, Konten Jadi Lebih Puas!
  • Apa itu Negara Somaliland? Apa Hubungannya dengan Israel?
  • Apa itu Game TheoTown? Game Simulasi Jadi Diktator
  • OpenNebula VM High Availability Explained
  • Koffan: Self-Hosted App for Shopping List
  • CSIRT Tips for Incident Response Planning
  • Build Your Own Offline-Ready Cloud Storage with Phylum and TrueNAS
  • How to Run Hugging Face Checkpoints on JAX or PyTorch with Keras Hub
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Tutorial AI Lengkap Strategi Indexing RAG
  • Cara Membuat AI Voice Agent Cerdas untuk Layanan Pelanggan Menggunakan Vapi
  • Inilah Cara Belajar Cepat Model Context Protocol (MCP) Lewat 7 Proyek Open Source Terbaik
  • Inilah Cara Menguasai Tracing dan Evaluasi Aplikasi LLM Menggunakan LangSmith
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
  • Apa itu CVE-2020-12812? Ini Penjelasan Celah Keamanan Fortinet FortiOS 2FA yang Masih Bahaya
  • Apa itu CVE-2025-14847? Ini Penjelasan Lengkap MongoBleed
  • Ini Kronologi & Resiko Kebocoran Data WIRED
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme