Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

3 Kiat Mengelola Data ‘Raksasa’

Posted on March 14, 2012

Jakarta – Baru-baru ini Forrester melaporkan bahwa dalam 20 sampai 25 tahun terakhir, perusahaan-perusahaan hanya bakal menggunakan 5% dari data mereka, sehingga melewatkan peluang untuk mendiferensiasikan diri mereka dengan kekayaan intelijen yang dapat disediakan oleh data perusahaan mereka.

Mendukung penemuan ini, Mckinsey’s Global Institute juga melaporkan di tahun 2011 bahwa penggunaan big data akan menjadi strategi kunci untuk memimpin perusahaan mengalahkan saingan mereka. Sebagai contoh, para peritel yang memanfaatkan analisa big data telah melaporkan peningkatan di marjin operasional sampai dengan 60%.

Ya, itulah plus minus big data alias memiliki banyak kumpulan data terkait alur bisnis dan operasional perusahaan. Big data bisa menjadi hal positif jika perusahaan dapat memanfaatkan data tersebut sebagai nilai tambah.

Di sisi lain, big data malah akan menjadi beban bagi perusahaan yang cuma menyimpan data-data tersebut tanpa tahu harus diapakan.

Hal ini kian menegaskan peran business analytics sebagai keuntungan strategis bagi perusahaan di segala bidang — mulai dari layanan keuangan, pemerintahan dan layanan masyarakat sampai dengan produk konsumer yang memiliki pergerakan cepat.

Dari pihak industri, para vendor pun sejatinya telah dan akan terus menawarkan solusi-solusi baru untuk mengelola big data dengan efisien. Namun dengan begitu banyaknya solusi yang tersedia, bagaimana Anda yakin yang mana yang terbaik untuk perusahaan Anda?

Steven Law, NetApp Country Manager untuk Indonesia dan Filipina, memberikan tips dan triknya agar perusahaan dapat memulai dengan tepat pengelolaan Big Data mereka.

1. Perjelas kebutuhan Anda

Sekarang ini perusahaan memiliki jumlah data yang sangat besar yang harus diurus, dan penting bagi mereka untuk mengetahui berapa banyak dan apa tipe data yang dihasilkan.

Pemahaman tersebut akan memandu Anda untuk memutuskan solusi yang paling tepat dan hemat yang dapat membantu mengelola data Anda secara efisien, dan menggali intelijen yang dapat diambil untuk bisnis Anda.

Sebagai contoh, perusahaan yang menjalankan sistem High Performance Computing (HPC) cenderung memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk akses data dan storage. Kecepatan dan ketangkasan dari supercomputer ini memerlukan sistem storage yang sama fleksibel dan efisiennya untuk mendukung arus data yang dihasilkan.

Jika perusahaan beroperasi dengan bandwidth yang tinggi dan memerlukan hasil yang cepat, Anda harus mencari sistem paralleling filing seperti Lustre. Sistem-sistem ini menyediakan skalabilitas untuk kebutuhan sekarang dan yang akan datang sekaligus mengoptimalkan konfigurasi storage untuk performa yang lebih kuat.

2. Mengimplementasi tools manajemen yang tepat

Setelah mengadopsi solusi, maka penting untuk memastikan bahwa penyedia storage Anda menawarkan tools manajemen yang tepat. Memiliki solusi yang bersifat open source dapat memfasilitasi integrasi infrastruktur TI dan tools manajemen yang baru dan yang sebelumnya.

“Hadoop adalah contoh salah satu solusi seperti itu. Diciptakan untuk memenuhi tantangan big data, framework programming berbasis Java ini mendukung proses dataset yang besar di lingkungan komputasi yang terdistribusi,” jelas Stephen, dalam keterangannya kepada detikINET, Selasa (27/12/2011).

Solusi-solusi open source untuk Hadoop memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan sistem server dan database mereka yang ada untuk menganalisis dataset berukuran besar.

Dengan teknologi yang baru, pengurangan biaya ini belum tentu akan meningkatkan fleksibilitas dan performa. Fungsi open source Hadoop mengakselerasi adopsi apliklasi analitis untuk meningkatkan business intelligence.

3. Berpikir ke depan

Big Data sudah dipastikan terus tumbuh, ukuran Petabyte sebentar lagi akan tergantikan dengan Zetabyte. Oleh karena itu, adalah penting untuk memiliki infrastruktur yang scalable agar perusahaan siap untuk memenuhi kebutuhan mendatang. Memiliki arsitektur TI yang komprehensif untuk instalasi data center yang mudah memberikan kemampuan untuk ekspansi di masa depan.

“Selain solusi on premise storage dan processing, perusahaan juga perlu mempertimbangkan memindahkan Big Data ke cloud. Dengan menitikberatkan pada kemampuan otomasi secure multi-tenancy, banyak perusahaan yang lebih besar perlu mempertimbangkan mengintegrasikan solusi Big Data mereka dengan cloud untuk meminimalisasikan biaya dan memacu konsolidasi,” lanjut Stephen.

Big data membawa kekayaan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk bisnis. Agar hal tersebut dapat terwujud, perusahaan perlu untuk mengimplementasikan solusi data storage dan processing yang tepat.

“Dengan solusi yang tepat untuk mengelola data, maka waktu dapat dihabiskan dengan lebih efisien untuk melakukan analisa atas data yang akan menghasilkan keuntungan bisnis,” Stephen menandaskan.

sumber: detikINET

Terbaru

  • Kelebihan dan Kekurangan Paypal Indonesia 2026
  • Inilah Fungsi Web Browser Terbaru yang Bikin Internetan Kalian Jauh Lebih Aman!
  • Ini Cara Pinjaman Online Bank Mandiri Langsung Cair via Livin Tanpa Ribet
  • Gagal Tukar Pengguna Dapodik? Jangan Panik, Ini Trik Ampuh Buat Jenjang PAUD dan SD!
  • Game Terasa Berat Padahal HP Bagus? Ini Trik Setting WebView yang Jarang Orang Tahu!
  • Cara Simpan Video FreeReels ke Galeri Tanpa Watermark, Dijamin Aman dan Resmi!
  • Capek Mancing Terus? Coba Trik AFK Fish It Roblox 2026 Ini, 100% Gratis Tanpa Langganan!
  • Profil Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR Indonesia Air Yang Jatuh di Maros, Sulawesi Selatan
  • Update Pencarian Pesawat IAT: Suara Ledakan di Maros Bikin Geger, Ini Fakta Terbarunya!
  • Sejarah Ganyang Malaysia: Saat Indonesia Hampir Perang Terbuka dengan Inggris
  • Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar di Maros
  • Bosen Nyupir Bus Terus? Ini 9 Mod Bussid Motor Honda Paling Keren Buat Kalian Coba!
  • Saldo DANA Gratis dari Kode Redeem Terbaru 2026, APK JadiDuit Penipu?
  • Ngefans Maxwell Clash of Champions? Begini Cara Masuk Saluran WA-nya Biar Update Terus!
  • Ini Cara Pakai greatonlinetools.com buat Nambah Likes dan Iseng ke Teman!
  • Cara Pakai Bug Token M7 Mobile Legends, Banjir Skin Prime Cuma Modal Browser!
  • Pusing Gagal Simpan Data Internet Dapodik 2026.b? Ini Trik Jitu Mengatasinya!
  • Mau Cuan Tambahan? Ini Cara Mudah Jadi Clipper di Ternak Klip Modal HP Doang!
  • Akun PTK Silang Merah di Dapodik 2026.b Bikin Panik? Jangan Dihapus, Coba Trik Ini Dulu!
  • Ini Trik Supaya Bisa Mancing Otomatis di Fish It Roblox Pakai GG Game Space
  • Sering Stuck Saat Registrasi Dapodik 2026.b? Coba Cara Offline Ini, Dijamin Lancar!
  • Belum Tahu? Ini Trik Isi Data Internet Dapodik 2026.B Biar Validasi Aman!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Dapat Saldo E-Wallet Cuma Modal Tidur di Sleep Time Tracker
  • Padahal Negara Maju, Kenapa Selandia Baru Nggak Bangun Jembatan Antar Pulau? Ini Alasannya!
  • Nonton Drama Bisa Dapat 1 Juta? Cek Dulu Fakta dan Bukti Penarikan Aplikasi Gold Drama Ini!
  • Takut Saldo Habis? Gini Cara Stop Langganan CapCut Pro Sebelum Perpanjangan Otomatis
  • Gini Caranya Hilangkan Invalid Peserta Didik di Dapodik 2026 B Tanpa Ribet, Cuma Sekali Klik!
  • Rombel Hilang di Dapodik 2026 B? Tenang, Gini Cara Mudah Mengatasinya Tanpa Menu Aksi!
  • Pusing Lihat Ratusan Invalid Sarpras di Dapodik 2026 B? Tenang, Ini Cara Membereskan Datanya
  • Validasi Merah Terus? Ini Cara Tuntas Isi Data Listrik & Internet di Dapodik 2026 B
  • NVIDIA Rubin Explained: The 6-Chip Supercomputer That Changes Everything
  • What is OpenEverest? The Future of Database Management on Kubernetes
  • T3g: Code is Cheap Now, Software Isn’t
  • Is the New $130 Raspberry Pi AI Hat+ 2 Worth Your Allowance? A Detailed Review
  • Create AI Voices on Your CPU: Pocket TTS Explained for Beginners
  • Apa itu State Space Models (SSM) dalam AI?
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Tutorial AI Lengkap Strategi Indexing RAG
  • Cara Membuat AI Voice Agent Cerdas untuk Layanan Pelanggan Menggunakan Vapi
  • Inilah Cara Belajar Cepat Model Context Protocol (MCP) Lewat 7 Proyek Open Source Terbaik
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
  • Apa itu CVE-2020-12812? Ini Penjelasan Celah Keamanan Fortinet FortiOS 2FA yang Masih Bahaya
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme