Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Raspberry Pi, Komputer 300ribuan

Posted on March 20, 2012

Jakarta – Teknologi komputer telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sejak lama. Pengaplikasian teknologi komputer yang semakin banyak di tahun-tahun mendatang akan menjadikan peran komputer semakin penting dan bisa jadi krusial. Dari urusan mengolah dokumen hingga menonton film. Dari memainkan game hingga urusan cuci-mencuci.

Berbicara mengenai komputer dan teknologi yang berhubungan dengannya kita tentu tak mungkin melepaskan diri dari salah satu ilmu pokoknya, yaitu pemrograman. Karena peran orang-orang yang belajar dan mengerti ilmu inilah semua yang kita nikmati saat ini menjadi kenyataan — iPad, Android, Instagram, dan lain sebagainya.

Namun, diakui atau tidak pemrograman adalah salah satu disiplin yang paling ditakuti oleh mahasiswa. Tak jarang saya mendengar curhat dari para dosen yang mengajar ilmu ini bahwa mereka harus mengeluarkan tenaga lebih untuk membuat mahasiswanya mampu mengejar ketertinggalan.

Hal ini dilakukan karena tidak sedikit mahasiswa yang bahkan kesulitan untuk membuat sebuah program yang mengeluarkan kalimat ‘Hello world!’.

Satu penyebab penting dari ini adalah kurangnya mahasiswa dalam melakukan percobaan individual. Terlalu sering mendapatkan suapan membuat mereka kurang bereksplorasi untuk mengulang dan mempertajam pengetahuan yang lama atau menemukan hal baru.

Penyebab lainnya adalah kehidupan mahasiswa yang tidak mudah. Dengan orang tua berpenghasilan sebesar Rp 705.000 per bulan (upah minimum), menjadi mahasiswa ilmu komputer jelas bukan perkara gampang.

Terlepas dari biaya semester dan biaya lain untuk kampus, seorang mahasiswa setidaknya butuh merogoh kocek sebesar Rp 2 juta untuk mempunyai sebuah komputer agar bisa ngoprek dan coding.

Raspberry Pi

Raspberry Pi adalah sebuah komputer seharga USD 25 (untuk model A dan USD 35 untuk model B atau setara dengan Rp 300 ribuan) yang dikembangkan dan dirilis oleh sebuah yayasan bernama Raspberry Foundation di United Kingdom.

Raspberry Pi merupakan komputer yang bisa bekerja layaknya desktop seperti membuat dokumen, mengolah data dengan spreadsheet, menonton film, bermain game, dan tentu saja coding.

Dengan memanfaatkan teknologi SoC (system on chip), Raspberry Pi berjalan di atas arsitektur ARM11 — seperti yang dapat ditemui pada iPhone 3G maupun smartphone lain — dan dilengkapi dengan videocore 4 GPU yang mampu memutar video dengan kualitas BluRay.

Melihat komponen-komponen yang ada, saya menyebut Raspberry Pi adalah sebuah komputer substansial.

Meskipun berukuran hanya selebar KTP, komputer yang isinya terdiri dari perangkat inti saja ini kemampuannya tak kalah jika dibandingkan dengan desktop yang memiliki ukuran besar dan dilengkapi tetek-bengeknya.

Dilengkapi bahasa pemrograman Python dan juga bahan pembelajaran untuk pemrograman, Raspberry Pi adalah komputer yang tepat bagi seorang mahasiswa yang akan memulai petualangan kuliahnya.

Kekhawatiran akan rusaknya komputer karena percobaan yang dilakukan tentu saja ada. Namun, dengan SD card yang dapat di-reflash kekhawatiran itu tidak lagi sebesar ketika menggunakan desktop. Jika ternyata terjadi kerusakan pada board pun menggantinya dengan yang baru juga lebih mudah (dan murah) dibandingkan membeli board untuk desktop.

Berjalan dengan sistem operasi Linux, Raspberry Pi tidak hanya berguna untuk mahasiswa untuk belajar pemrograman tapi juga orang biasa maupun anak-anak baik untuk belajar maupun kegiatan sehari-hari. Seperti halnya Linux yang lain pengguna juga dapat mengolah data, bermain game, beraktivitas sosial di jagat maya dan lain-lain.

Raspberry Pi mungkin tidak sebagus dan sehebat iPad yang punya Retina display atau Galaxy Nexus yang bisa face lock. Tapi dengan Raspberry Pi petualangan akan jauh lebih menarik dari sekadar bermain Angry Birds atau ngetweet.

Dan bisa jadi, dengan petualangan yang konsisten salah satu di antara mahasiswa kita nanti mampu membuat sesuatu yang lebih bagus dari itu semua. Siapa yang tahu?

Sumber: detikINET

Terbaru

  • Apakah Aplikasi Labora Bisa Hasilkan Uang Jutaan atau Cuma Tipu-Tipu?
  • Apakah APK Cashcash Pro Penipu? Cek Reviewnya Dulu
  • Google Kliks Communicator: Pengalaman Awal yang Mengejutkan – Apa yang Kami Rasakan?
  • Belum Tahu? Ini Ukuran Banner YouTube yang Pas Biar Channel Kalian Makin Kece!
  • Inilah Rencana Gila China Balap AS ke Bulan Sebelum 2030
  • Inilah Spesifikasi Resmi Macbook Pro M5 yang Masuk Indonesia
  • Nonton Drama Bisa Dapat Cuan? Simak Cara Main Yudia APK Biar Nggak Salah Langkah!
  • Cuma Nonton Drama Pendek Bisa Cair Saldo DANA? Cobain Aplikasi Melolo, Begini Caranya!
  • Nonton Drama Bisa Dapat Cuan? Jangan Senang Dulu, Simak Fakta Mengejutkan Aplikasi Cash Drama Ini!
  • Ini Video Asli Bocil Block Blast 1 VS 3 di TikTok, Awas Jangan Asal Klik Link Sembarangan!
  • Instapop Terbukti Membayar atau Cuma Tipuan? Cek Faktanya Sebelum Kalian Buang Waktu Main Game!
  • Geger Video Botol Coca Cola 24 Detik di TikTok, Jangan Asal Klik! Ini Fakta Sebenarnya
  • Apa itu Video Botol Makarizo Viral? Ini Faktanya
  • Apa itu Merge Fruit Master? Ini Pengertian dan Cara Main Game yang Katanya Bisa Menghasilkan Saldo
  • Apa itu Shortbox? Ini Pengertian dan Cara Menghasilkan Uang di Aplikasinya
  • Masih Bingung Bedanya CRM dan ERP? Ini Tips Cari Software CRM dan ERP Terbaik
  • Begini Cara Hapus Akun DANA Premium Secara Permanen!
  • Bukan Cuma Mitos! Ternyata Dinasti Song Punya Tempat Nongkrong Mirip PIK, Begini Isinya
  • Bukan Fiksi! Ini Bukti Manusia Punya ‘Kekuatan Super’ Akibat Mutasi Genetik dan Lingkungan
  • Dikelilingi Cincin Api, Kok Kalimantan Malah Nggak Punya Gunung Berapi? Ini Jawabannya!
  • Misteri Newgrange: Kuburan Batu 5.000 Tahun yang Menyimpan Peta Galaksi, Kok Bisa?
  • Transformasi Ekstrem Pesawat IL-96: Ganti 4 Mesin Jadi 2 Mesin Raksasa PD-35, Emang Bisa?
  • Apakah Aplikasi Cash Reels Penipu?
  • Ini Daftar Kode Redeem Fish It Roblox Terbaru Januari 2026 buat Panen Hadiah!
  • Main Game Dapat Duit? Cek Dulu Fakta Shop Shelf Master Sebelum Nyesel!
  • Monitor Putih Sejutaan Spek Dewa, Acer S243y Bikin Ngiler!
  • Kapsul Luar Angkasa China Ini Bisa Mendarat Selembut Awan, SpaceX Bakal Ketar-ketir?
  • Kereta Maglev 500 KM/Jam: Proyek Gila 1.100 Triliun dari Jepang
  • Kenapa Perusahaan China Mulai Ungguli Amerika di Sektor AI dan Otomotif
  • Mau Beli iPhone 17 Tapi Budget Mepet? Ini Daftar Alternatif iPhone yang Masih Layak Dibeli
  • Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?
  • Apa Itu Auvidea X242? Pengertian Carrier Board Jetson T5000 dengan Dual 10Gbe
  • Elementary OS 8.1 Resmi Rilis: Kini Pakai Wayland Secara Standar!
  • Apa Itu Raspberry Pi Imager? Pengertian dan Pembaruan Versi 2.0.3 yang Wajib Kalian Tahu
  • Performa Maksimal! Ini Cara Manual Update Ubuntu ke Linux Kernel 6.18 LTS
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Tutorial Membuat Game Dengan LangChain
  • X Terancam Sanksi Eropa Gara-Gara AI Grok Bikin Deepfake Anak Kecil
  • Nano Banana 2 Flash Itu Apa Sih? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Inilah Cara Install dan Pakai ChatGPT Atlas Browser, Pesaing Baru di Dunia Web
  • Apa Itu Integrasi Criminal IP dan Cortex XSOAR? Ini Definisinya
  • Gawat! VVS Stealer Cuma Seharga Makan Siang Tapi Bisa Habisi Akun Discord Kalian
  • Jadi Subscriber OnlyFans? Ini Risiko Fatal yang Mengintai Kalian!
  • Apa Itu CVE-2025-14733? Ini Pengertian Vulnerability Kritis di WatchGuard Firebox
  • Apa itu CVE-2020-12812? Ini Pengertian dan Bahaya Bug 2FA Bypass di Fortinet
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme