Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PKB: Ada 3 Alternatif Soal Syarat Pencapresan

Posted on May 24, 2012

JAKARTA– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terpecah menjadi tiga kelompok dalam menyikapi persoalan batas syarat dukungan parpol mengusung capres.

Sekretaris Fraksi PKB DPR Hanif Dhakiri mengaku, di internal PKB ada tiga arus pemikiran dalam menyikapi syarat pengusungan capres tersebut. Pertama,kelompok yang menginginkan presidential threshold tetap seperti dalam UU Pilpres saat ini, yakni 20%. “Mereka yang mendukung ini beralasan bahwa angka 20% itu cukup moderat karena akan menghasilkan paling banyak lima pasang calon presiden dan wakil presiden. Kalau lebih dari lima pasang, dikhawatirkan akan memicu capres asal-asalan dan pemborosan biaya politik,” kata Hanif di Jakarta kemarin.

Kelompok kedua, ada yang menginginkan presidential threshold dinaikkan sampai 25% atau bahkan 30%.Mereka yang mendukung pemikiran ini beralasan bahwa sudah saatnya presidensialisme Indonesia dikokohkan melalui seleksi ketat capres dan cawapres, serta dorongan bagi terbangunnya koalisi pemerintahan yang lebih solid dan dilakukan sebelum pilpres.

“Dengan presidential threshold sebesar 30% misalnya,hanya akan ada tiga pasangan capres- cawapres dan kompetisi politik bisa jadi lebih berkualitas. Kontras calon akan terang benderang di mata rakyat.Pada sisi lain,koalisi pemerintahan akan lebih mudah dibentuk karena diikat sejak sebelum pilpres dan partai yang memenangkan kompetisi presiden akan memiliki dukungan memadai di DPR,”ungkapnya.

Sedangkan kelompok ketiga, lanjut Hanif, kelompok yang menginginkan presidentialthreshold disamakan dengan parliamentary threshold (PT).Artinya, partai yang lolos PT otomatis berhak mengajukan capres dan cawapres.“Teman-teman yang mendukung ide ini berpikiran bahwa presidential threshold dengan parlemen jangan dibedakan karena pemilihan presiden pun berbasis pada partai politik,”ungkapnya.

Hanif mengatakan, kelompok ketiga ini beranggapan,peserta pemilu legislatif maupun pilpres adalah partai politik sehingga PT sudah cukup menjadi syarat pencapresan. Koalisi pemerintahan nanti dapat didesain melalui syarat minimum pembentukan fraksi yang dibuat lebih tinggi sehingga hanya akan ada blok koalisi pemerintah dan blok oposisi di DPR.

“Dengan threshold begitu, akan ada cukup banyak alternatif calon presiden dan tentu saja akan mendorong partisipasi politik rakyat yang lebih tinggi,”katanya. Menurut dia, meski kini terdapat tiga kelompok berbeda, PKB secara kelembagaan belum perlu memberikan respons terkait RUU Pilpres.PKB nanti berencana melakukan kajian mendalam menyangkut arah dan substansi UU Pilpres yang sesuai dengan UU Parpol maupun UU Pemilu yang baru,serta memastikan terjadi penguatan kelembagaan politik.

Sementara itu,Ketua DPP PKB Malik Haramain mengatakan, dirinya termasuk kelompok yang memilih presidential threshold dinaikkan sampai 25% atau bahkan 30%.Pertimbangan memilih opsi ini untuk efektivitas pemerintahan. Malik menyatakan, seorang presiden harus didukung mayoritas parlemen.”Jadi,seorang calon presiden harus clear dulu dukungan di parlemen,”katanya. Sumber: Seputar Indonesia

Terbaru

  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Master Mistral Medium 3.5: A Comprehensive Guide to the 128B Dense Open-Source Giant
  • How to Create Professional YouTube Content Using HeyGen AI Without Showing Your Face
  • How to Boost Your Local AI Speed with Gemma 4 Multi-Token Prediction
  • How to 3x your AI speed with Google’s Gemma 4 MTP Drafters: A step-by-step guide to lightning-fast inference
  • How to Master Google Pomelli: The Ultimate AI Tool for Creating Professional Marketing Content in Minutes
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme