Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Windows 11

Apa Itu Fitur Eksperimental Windows? Ini Pengertian dan Cara Menonaktifkannya

Posted on December 18, 2025

Fitur eksperimental Windows adalah sekumpulan fungsi atau alat dalam sistem operasi yang masih dalam tahap pengembangan dan pengujian oleh Microsoft. Secara sederhana, ini adalah versi “beta” dari fitur masa depan yang belum dirilis secara publik karena kestabilannya belum terjamin seratus persen. Jadi, mereka (Microsoft) merilisnya secara terbatas agar pengguna bisa mencobanya, memberikan umpan balik, namun dengan risiko adanya bug atau ketidakstabilan sistem.

Ketika berbicara mengenai sistem operasi, kami sering mendapati perdebatan di antara komunitas IT mengenai perlu atau tidaknya mengaktifkan fitur yang belum matang ini. Di satu sisi, kalian bisa mendapatkan akses lebih awal ke teknologi terbaru yang mungkin mempercepat alur kerja. Namun, di sisi lain, fitur-fitur ini kayaknya bisa bikin sistem jadi “moody”—kadang cepat, kadang lambat tanpa alasan jelas. Fitur eksperimental ini memang dirancang untuk mereka yang berani mengambil risiko demi inovasi, tapi nggak semua orang punya toleransi yang sama terhadap glitch.

Dalam ekosistem Windows, pengelolaan fitur ini menjadi krusial. Kami akan menjabarkan langkah teknisnya di bawah ini. Harap diingat, proses ini memerlukan ketelitian karena kita sedang mengubah konfigurasi dasar yang disediakan oleh pengembang. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa kalian ikuti untuk mengelola fitur tersebut:

  1. Akses Menu Pengaturan Utama
    Langkah paling dasar adalah masuk ke jantung konfigurasi Windows. Kalian bisa melakukannya dengan menekan tombol Start, lalu mengetik ‘Pengaturan’ atau ‘Settings’. Cara yang lebih cepat dan sering kami gunakan adalah dengan menekan kombinasi tombol Windows + I di keyboard. Ini akan langsung membuka jendela Settings tanpa basa-basi. Pastikan kalian punya hak akses administrator, ya.
  2. Navigasi ke Pembaruan & Keamanan (Update & Security)
    Setelah jendela pengaturan terbuka, cari dan pilih opsi bertuliskan ‘Pembaruan & Keamanan’. Di menu inilah Microsoft biasanya menyembunyikan pengaturan krusial terkait kesehatan sistem dan fitur-fitur baru. Rasanya masuk akal karena fitur eksperimental sangat erat kaitannya dengan update sistem operasi itu sendiri.
  3. Temukan Opsi ‘Fitur Preview’ atau Insider Program
    Pada bilah menu di sebelah kiri, carilah opsi yang merujuk pada ‘Fitur Preview’ atau sering juga dilabeli sebagai ‘Windows Insider Program’ tergantung versi build Windows kalian. Di sinilah daftar fitur-fitur eksperimental yang tersedia akan ditampilkan. Kalian akan melihat apa saja yang sedang digodok oleh mereka sebelum dilempar ke pasar massal.
  4. Eksekusi Aktivasi atau Deaktivasi
    Ini adalah langkah intinya. Setiap fitur yang terdaftar akan memiliki tombol toggle atau pilihan ‘Aktifkan’ (Enable) dan ‘Nonaktifkan’ (Disable). Klik tombol tersebut sesuai kebutuhan kalian. Perlu dicatat, saat kalian mengubah status ini, sistem mungkin akan melakukan konfigurasi latar belakang yang memakan waktu beberapa menit. Kurang lebihnya, sabar sedikit itu perlu karena sistem sedang menulis ulang beberapa registri penting.
  5. Lakukan Restart Sistem (Sangat Penting)
    Jangan anggap remeh langkah ini. Setelah melakukan perubahan, sangat disarankan—bahkan diwajibkan—untuk me-restart komputer kalian. Segitunya, restart itu penting karena Windows perlu memuat ulang kernel dan driver dengan konfigurasi baru yang baru saja kalian ubah. Tanpa restart, perubahan kayaknya nggak akan berjalan efektif atau malah bikin eror.
  6. Verifikasi dan Monitoring Status
    Setelah komputer menyala kembali, masuk lagi ke menu ‘Fitur Preview’ tadi untuk memastikan statusnya sudah berubah. Jika kalian merasa sistem jadi berat atau ada aplikasi yang force close, kalian bisa kembali ke langkah 4 dan menekan tombol ‘Nonaktifkan’ untuk mengembalikan kondisi seperti semula.

Berdasarkan pengamatan kami selama bergelut di dunia teknis, mengelola fitur eksperimental ini memang butuh kehati-hatian ekstra. Dari perspektif praktis, tidak ada jaminan bahwa fitur baru akan selalu lebih baik dari fitur lama yang sudah stabil. Seringkali, pengguna terjebak dalam keinginan untuk tampil beda dengan fitur terbaru, padahal stabilitas adalah kunci produktivitas. Rasanya memang keren punya fitur yang orang lain belum punya, tapi kalau laptop jadi sering hang, buat apa?

Oleh karena itu, kami menyarankan agar kalian hanya mengaktifkan fitur ini di perangkat sekunder atau jika kalian memang paham cara melakukan troubleshooting jika terjadi masalah. Begitunya, risiko tetap ada di tangan pengguna. Rekomendasi kami, bacalah dokumentasi setiap fitur dengan teliti sebelum mengaktifkannya. Terima kasih sudah menyimak artikel ini sampai habis, rekan-rekanita. Semoga perangkat kalian tetap kencang dan stabil!

Terbaru

  • Apa itu Logis? Kenapa Logika Bisa Berbeda-beda?
  • Ini Alasan Kenapa Fitur Bing AI Sedang Trending dan Dicari Banyak Orang
  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Cara Tarik Saldo APK Game Clear Blast
  • Apakah APK Game Clear Blast Penipu? Ini Reviewnya
  • Inilah Perbedaan SEO dan GEO + Tips Konten Disukai Google dan AI!
  • Inilah Cara Download Video TikTok 2026 Tanpa Watermark
  • Belum Tahu? Ini Trik Nonton Doods Pro Bebas Iklan dan Cara Downloadnya
  • Misteri DNA Spanyol Terungkap: Jauh Lebih Tua dari Romawi dan Moor!
  • Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan
  • Apa itu Tesso Nilo dan Kronologi Konflik Taman Nasional
  • Inilah 4 Keunikan Sulawesi Tengah: Kota Emas Gaib, Situs Purba dll
  • Kepulauan Heard dan McDonald: Pulau Paling Terpencil Milik Australia
  • Ghost Farm Janjikan Rp 3 Juta Cuma-Cuma, Beneran Membayar atau Scam? Ini Buktinya!
  • Apakah UIPinjam Pinjol Penipu? Cek Reviewnya Dulu Disini
  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Apakah Aplikasi Labora Bisa Hasilkan Uang Jutaan atau Cuma Tipu-Tipu?
  • Apakah APK Cashcash Pro Penipu? Cek Reviewnya Dulu
  • Google Kliks Communicator: Pengalaman Awal yang Mengejutkan – Apa yang Kami Rasakan?
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • CES 2026: Real Botics Wants to Be Your Best Friend, but at $95k, Are They Worth the Hype?
  • Cara Buat Sistem Moderasi Konten Cerdas dengan GPT-OSS-Safeguard
  • Inilah Cara Membuat Aplikasi Web Full-Stack Tanpa Coding dengan Manus 1.5
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Tutorial Membuat Game Dengan LangChain
  • Apa Itu CVE-2025-59374? Mengenal Celah Keamanan ASUS Live Update yang Viral Lagi
  • Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
  • Apa itu Covenant Health Data Breach? Ini Pengertian dan Kronologi Lengkapnya
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme