Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PCNU Jember Usul Perda Soal Syiah

Posted on June 14, 2012

Jember, NU Online
Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) mengatakan, pihaknya mendorong terbentuknya Perarturan Gubernur (Pergub) untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur. Demikian disampaikan dalam Dialog Ulama dan Umara’ yang digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Jember, Senin (11/6) kemarin.

Hal ini menyusul peristiwa penyerangan yang dilakukan para pengikut Syiah terhadap Tokoh NU Jember, Ustadz Fauzi di Kecamatan Puger Jember (30/5) lalu.

Bupati Jember, Ir.H. MZA Djalal dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih terus melakukan evaluasi dan memberikan pemahaman kepada masing-masing pihak agar tidak menyusul kejadian yang sama.

“Yang penting sekarang menjaga keamanan dulu, sambil memberikan pemahaman kepada masing-masing pihak,” kata Djalal. “Selanjutnya kita mengharap adanya ketegasan dari pemerintah atasan, baik pemprov maupun pemerintah pusat, agar kita yang di daerah mempunyai pegangan hukum, mana aliran yang boleh dan mana aliran-aliran yang tidak dibenarkan.”

Jika ada aturan hukum yang tegas dari pemerintah pusat maupun Pemprov, tambah Bupati Jember ini, pihak Pemda, aparat keamanan juga lembaga keagamaan lain tidak akan ragu-ragu untuk mengambil sikap, karena saat bertindak mereka mempunyai dasar.

Terkait persoalan tersebut, sikap PCNU Jember untuk sementara hanya dapat mendesak agar persoalan hukum dari aspek kriminalitas dapat segera diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun PCNU juga mendorong terbentuknya Pergub untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur.

“Sebagaimana yang disampaikan Bapak Bupati, kita memerlukan arahan dari pusat. MUI Jatim memang sudah mengeluarkan keputusan, tetapi sifatnya baru fatwa dan tidak mengikat. Karena itu harus ada keputusan dalam bentuk Pergub, sehingga kami akan mendorong terbentuknya Pergub untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur,” ungkap Gus Aab.

terkait keberadaan pimpinan pesantren Darus Sholihin, Ali Muhsin Al Habsyi yang diduga merupakan tokoh penyebar ajaran Syiah di Puger dan salah satu menantunya menjadi pelaku penyerangan terhadap Ustadz Fauzi, Ketua PCNU Jember menyampaikan bahwa untuk melihat aspek aliran yang dianut seseorang, harus memperhatikan beberapa hal: pertama dari buku ajaran, kedua dari amaliah, ketiga dari ucapan, dan keempat dari saksi-saksi yang ada di masyarakat.

“Sementara ini, di depan Kapolres, Ustad Ali mengatakan bahwa dirinya bukan hanya seorang sunni tapi seorang NU dan mengaku pernah aktif di kepengurusan NU Kencong. Tapi yang jelas, dari pidato yang disampaikannya menjadi awal mula munculnya konflik di tengah-tengah masyarakat. Nampak sekali dari cara beliau mengutarakan dan menafsirkan Al-Qur’an, mengambil hadits termasuk pemahamannya, dan cara memberikan penilaian terhadap sahabat yang tidak imbang, mengunggulkan sayyidina Ali serta mendiskreditkan yang lain sampai menimbulkan bahasa-bahasa yang tidak santun kepada para sahabat yang menimbulkan emosi masyarakat, indikasinya kuat sekali kalau beliau adalah syiah,” ungkap Gus Aab.

Ditambahkan, untuk memperoleh ketegasan apakah pengasuh pesantren Darus Sholihin Puger tersebut seorang sunni atau syiah, pada hari Rabu (13/6) ini, Ustadz Ali akan dipanggil untuk diklarifikasi di Kantor Bakesbang dan Linmas.

Dialog Ulama dan Umaro’ yang dibarengkan dengan tasyakuran lepas-pisah siswa-siswi SMP Ma’arif 08 Wuluhan Jember tersebut selain dihadiri Bupati Jember dan Ketua PCNU Jember, juga diikuti Kepala Bekesbang dan Linmas, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Camat dan unsur Muspika serta Kepala Desa di kecamatan Wuluhan, Para Pengasuh Pondok Pesantren, tokoh-tokoh masyarakat, serta Kepala Sekolah SD-SMA di wilayah kecamatan Ambulu dan Wuluhan.

Terbaru

  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Master Mistral Medium 3.5: A Comprehensive Guide to the 128B Dense Open-Source Giant
  • How to Create Professional YouTube Content Using HeyGen AI Without Showing Your Face
  • How to Boost Your Local AI Speed with Gemma 4 Multi-Token Prediction
  • How to 3x your AI speed with Google’s Gemma 4 MTP Drafters: A step-by-step guide to lightning-fast inference
  • How to Master Google Pomelli: The Ultimate AI Tool for Creating Professional Marketing Content in Minutes
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme