Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Islam non-Mainstream

Posted on July 7, 2012

Oleh H. As’ad Said Ali, Sekjend PBNU

Taksonomi Gerakan

Pada bagian ini saya akan menyampaikan taksonomi gerakan-gerakan Islam non-mainstream. Hal ini penting karena ketika masa reformasi muncul, salah satu kekuatan sosial yang tidak terduga adalah menjamurnya gerakan Islam baru di Indonesia. Gerakan-gerakan ini tumbuh di luar mainstream gerakan Islam Indonesia, seperti Muhammadiyah, NU dan sejenisnya. Kemunculannya cukup mencengangkan karena model gerakannya relatif mampu menarik minat sebagian kalangan Islam di Indonesia.

Secara umum dan tentatif, tumbuhnya gerakan-gerakan baru non-mainstream ini mengambil dua bentuk. Pertama, gerakan non-salafi yang mengikatkan diri dengan semangat mewujudkan doktrin secara kaffah dalam arti literal. Kedua, gerakan salafi yang berusaha mewujudkan cita-cita sosial politik Islam yang berbeda dengan formulasi gerakan Islam mainstream. Dua gerakan ini tumbuh secara bersamaan dan saling bersinggungan, baik dengan sesama gerakan non-mainstream maupun dengan gerakan mainstream.

Bentuk gerakan politik kelompok non-mainstream dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu jihadis, reformis, dan rejeksionis. Jihadis adalah bentuk aksi politik berupa tindakan kekerasan atas nama jihad. Reformis adalah bentuk aksi politik berupa tekanan terhadap pemerintah tanpa melakukan kekerasan yang akan mengganggu stabilitas nasional dan menuntut hak-hak sektarian. Rejeksionis adalah bentuk aksi politik berupa penolakan terhadap sistem demokrasi dan melakukan tekanan-tekanan terhadap berbagai kebijakan. Selanjutnya akan diuraikan bagaimana gerakan politik kelompok-kelompok non-mainstream dalam praktek, bagaimana bentuknya, dan bagaimana strategi dan langkah-langkahnya.
Gerakan-gerakan Islam baru non-mainstream dalam kelompok Non-Salafi adalah: Darul Arqam, Jama’ah Tabligh, Ihwanul Muslimin, Isa Bugis, IJABI (Ikatan Jamaah Ahlu al Bait Indonesia), FPI (Front Pembela Islam), DI (Darul Islam), Hizbut Tahrir, dan lain-lain. Sedangkan yang masuk dalam kelompok Salafi adalah: MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), Laskar Jihad, Jamaah Islamiyah, dan group-group Informal seperti Abdul Hakim Haddad, Yazid Jawz, Husein As-Sewed dan lain-lain; sementara yang masuk kelompok-kelompok Pengajian, diantaranya: Daurah, Halaqah, dan lain-lain.

Dibawah ini saya uraikan taksonomi gerakan kelompok-kelompok tersebut. Namun karena tidak mungkin menguraikan semuanya, maka hanya beberapa saja yang saya kemukakan pada kesempatan ini, yaitu kelompok-kelompok gerakan Islam baru yang paling menonjol saja.

Non-Salafi

1. Ihwanul Muslimin
Gagasan Ikhwanul Muslimin (Ikhwan/IM) sudah lama diperkenalkan oleh sejumlah kalangan akademisi di Indonesia, namun gerakan Ikhwan baru mulai tumbuh sejak awal dekade 1990-an. Embrionya adalah munculnya kelompok Fikrah Harakah. Kelompok yang sudah berdiri sejak 1986 ini, menjelang dekade 1990-an mulai aktif menggodok kemungkinan pengembangan gerakan ikhwan di Indonesia. Tokoh penting pada fase awal ini adalah sejumlah mantan aktivis Darul Islam (DI).

Meskipun belum menggunakan nama Ikhwanul Muslimin (IM), substansi ajaran ikhwan telah disebarkan melalui kampus-kampus. Pilihan ini bukanlah hal yang unik, sebab IM di Mesir juga mendasarkan basis massa gerakan di kalangan akademisi. Untuk Indonesia, format yang digunakan adalah membentuk kelompok Usroh. Eksperimen ini cukup berhasil. Terbukti dengan dikuasainya lembaga dakwah kampus oleh kelompok Usroh, setelah sebelumnya didominasi oleh aktivis HMI, PMII dan PII.

Di samping kalangan akademisi, rekrutmen kader lainnya adalah pelajar-pelajar Indonesia yang belajar di Arab Saudi dan Mesir. Terutama yang berguru kepada tokoh-tokoh Ikhwan di kedua negara tersebut. Mereka bisa berasal dari LIPIA/LPBA, ataupun langsung belajar di Timur Tengah. Mereka yang belajar ke Timur Tengah ini umumnya menduduki posisi penting dalam jamaah ikhwan di Indonesia.

Setelah basis massa kalangan akademisi tergarap dan mulai aktifnya kader lulusan Timur Tengah, gerakan Ikhwan kemudian dikembangkan dengan beragam jalur. Secara umum ada dua jalur yang kini sudah kokoh yaitu:

a. Jalur Tarbiyah/Jamaah.
Jalur ini berkonsentrasi dalam mempersiapkan kader pada level grassroot yang nantinya akan menjadi basis massa yang paling solid. Cara yang digunakan adalah membentuk halaqoh-halaqoh dengan menggunakan sistem sel. Materi pengajian yang dikembangkan dalam halaqoh seperti panduan pembinaan kader Islam dan dakwah, manajemen aktivitas tarbiyah dan seterusnya. Materi-materi tersebut dikemas dalam Manhaj Tarbiyah Islamiah.

b. Jalur Siyasah/ Kepartaian.
Jalur ini digunakan sebagai salah satu aktualisasi kader dalam dunia politik. Gagasan-gagasan yang telah dimatangkan dalam jalur jamaah diterjemahkan dalam lapangan politik kepartaian. Karena itulah partai dianggap sebagai kelanjutan dari strategi dakwah.

Dua jalur tersebut dikendalikan oleh Maktab Riqobah Al Ammah (MRA) MRA mempunyai stuktur lain yang menopangnya seperti Mas’ul Maktab Tanfidzi, Aminul Aam, Amin Maktab, dan seterusnya. MRA juga mengendalikan sebuah institusi semacam “polit biro” jalur siyasah/kepartaian. Mekanisme yang digunakan adalah adanya struktur Majelis Dewan Syuro yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam partai. Seluruh anggota MRA adalah anggota Majelis Dewan Syuro. Hanya sedikit sekali anggota Mejelis Dewan Syuro yang bukan anggota MRA.

Dalam pandangan MRA, kesempurnaan kader tidak hanya diukur dari kualifikasi spiritual, sebagaimana doktrin dasar ikhwan. Lebih dari itu, kesempurnaan kader harus teraktualisasi dalam kehidupan nyata. Dalam konteks inilah tarbiyah siyasah/kepartaian, hanyalah salah satu elemen aktualisasi dakwah. Aktualisasi lainnya sangat beragam. Secara lebih detail, aktualisasi dakwah gerakan ikhwan di Indonesia, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Tarbiyah umum/halaqoh.
Rekrutmen umum kader untuk pemula. Dari sini kader disalurkan dalam beragam tarbiyah yang sudah tersedia.
a. Tarbiyah siyasah/kepartaian. Diaktualisasikan dalam partai. Dikendalikan langsung oleh MRA
b. Tarbiyah amaliah/dalam bidang bisnis. Diaktualisaikan dalam beragam jenis usaha. Data base jenis usaha/produk dalam naungan jaringan ikhwan dikenal dengan nama green leaft.
c. Tarbiyah dalam bidang profesional. Dalam jalur ini kegiatan dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok kecil di kantor-kantor, umumnya perkantoran swasta,namun tidak sedikit pula di kantor pemerintahan. Sasaran ofensifnya adalah kegiatan keagamaan di kantor, dan untuk ini mereka sering untuk berusaha “menguasai” kepengurusan atau kegiatan masjid di perkantoran tersebut.
d. Tarbiyah asykariah/paramiliter. Jalur ini ini sudah lama dirintis yaitu sejak tahun1996. Argumen utamanya adalah pentingnya menyiapkan sayap militer di lingkungan jamaah. Dalam bentuk yang lebih sederhana, pendekatan ini sudah diterapkan dalam metode liqo, yaitu pada tahap mukhayyam di mana para kader harus mengikuti latihan fisik dan latihan bela diri. Karena bagian dari liqo, maka secara otomatis mukhayyam diselenggarakan oleh seluruh jajaran jamaah, seperti DPD dan Deppera.

Adapun tarbiyah asykariah, adalah jalur khusus yang akan mengembleng kader dalam latihan para militer. Pelatihan tarbiyah asykariah umumnya dilakukan ditempat-tempat tertentu yang relatif tertutup, seperti Gunung Salak, Gunung Pangrango, Gunung Puntan (Bandung Selatan) dan sebagainya.

Di luar aktivitas tarbiyah asykariah (latihan paramiliter), terdapat suatu kelompok khusus yang menerjemahkan gagasan jihad fisik gerakan ikhwan. Jalur ini sebenarnya merupakan jalur tertutup dalam struktur Ikhwan Indonesia. Aktivitas utama mereka sekarang ini diantaranya adalah menjadi instruktur untuk pelatihan tarbiyah asykariah (paramiliter)

Kelompok ini dalam banyak hal mirip dengan kelompok serupa yang ada di Mesir, (kelompok Uzaimin, sayap jihad ikhwan Mesir) ataupun Palestina (barikade Izzudin Al Qassam, sayap militer Hammas). (bersambung)

Terbaru

  • Ini Maksud Soal Tugas Guru Non-ASN Berakhir 2027!
  • Apa Itu Siscamling? Inilah Cara Mengaktifkan Paket Anti Spam Telkomsel
  • Sah, Nilai TKA Jadi Salah Satu Komponen Seleksi Siswa SPMB Secara Nasional 2026
  • Inilah 3 Lagi Pinjol Ilegal Menurut OJK Tahun 2026
  • Cara Login Proktor Browser OSN Mode Online, Uji Coba OSN Semua Jenjang Terbaru
  • Inilah Link Web Komunikasi OSN 2026 anbk.kemendikdasmen.go.id/osnk ANBK Kemendikdasmen untuk Simulasi
  • Inilah Jadwal Pembagian Deviden BBRI 2026, Siap-siap!
  • Ini Alasan Kenapa Followers IG Berkurang Sendiri Mei 2026?
  • Panduan Download vhd-osnk-2025_fresh versi 29.25.5.0 untuk Uji Coba OSN-K SMA SMP Sederajat 2026
  • Iniloh Syarat dan Komponen Nilai Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Nilai Rapor 2026/2027
  • Inilah Syarat dan Prosedur Ikut Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Tes Tulis 2026/2027
  • Inilah Kronologi & Latar Belakang Kasus Erin Taulany vs ART Hera: Masalah Facebook Pro?
  • Inilah Alasan Kenapa Ending Film Children of Heaven diubah di Indonesia
  • Ini Alasan Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf Richard Lee
  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to create high-quality AI videos without wasting credits by using a professional storyboarding workflow
  • How to Use Google Remy and the New Wave of AI Agents to Automate Your Tasks 24/7
  • How to create a consistent AI influencer from scratch and build a high-value digital brand easily
  • Anthropic-SpaceX Deal Explained! 220K GPU & Orbital Compute
  • How to Setup Free Claude Code on Windows in 10 Minutes: A Complete No-Subscription Guide
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme