Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Mengenal Tradisi Menulis Kitab Kuning, Kitab Thoriqatul Husul KH Sahal Mahfudz

Posted on November 4, 2013

Kitab Thoriqotul Husul karya KH Sahal Mahfudh barangkali bukanlah termasuk salah satu dari 100-an kitab berbahasa Arab yang karya ulama Nusantara yang dikoleksi oleh peneliti kitab kuning asal Belanda Martin van Bruinessen pada tahun 1990-an. Kitab setebal lebih dari 500 halaman di bidang usul fiqih ini baru dicetak secara terbatas pada tahun 2001.

Tradisi menulis dalam bahasa Arab tidak berakhir sampai awal abad ke-20, atau era perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, namun terus berlanjut, bahkan hingga sekarang. Berbeda dengan kalangan modernis atau reformis yang lebih senang menulis dalam bahasa Indonesia, bagi kalangan pesantren karya-karya berbahasa Arab mempunyai point tersendiri. (Meskipun karya kiai pesantren yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah jauh lebih banyak dari karya berbahasa Arab)

Namun kitab berbahasa Arab yang ditulis oleh para kiai, termasuk yang berupanadzam (syair-syair bahasa Arab) memang tidak sengaja ditulis untuk disebarkan ke pesantren-pesantren lain, menjadi bahan kajian atau mata pelajaran di pesantren. Kitab-kitab itu lebih merupakan kreatifitas kiai bersangkutan dan disimpan sendiri atau dipresentasikan untuk kalangan terbatas. Ini menjadi salah satu jawaban dari pertanyaan yang disampaikan di awal Seri Kajian Kitab Kuning NU Online tentang mengapa karya ulama Indonesia tidak dikaji di pesantren-pesantren.

Kitab Thoriqotul Husul (Jalan Menuju Sukses: red) yang menjadi pokok pembicaraan kali ini ditulis oleh KH Sahal Mahfudh hanya sebagai semacam diktat untuk mengajarkan kitab Ghoyatul Wushulkarya ulama Syafiiyyah abad ke-9 H Abu Zakariya Al-Anshori, bukan untuk diterbitkan dan diedarkan di pasaran. Dalam pengantar kitab itu disebutkan, pada sekitar tahun 1380 H (tahun 1960-an) Kiai Sahal (lahir 1937) diminta mengajarkan Ghoyatul Wushul saat beliau masih nyantridi pondok pesantren yang diasuh oleh Kiai Zubair bin Dahlan (ayah KH Maimun Zubair) di Sarang Jawa Tengah. Di tahun itu juga Kiai Sahal menuliskan khasyiyah atau penjelasan atas kitabGhoyatul Wushul.

Yang menarik dicatat, selain kitab Thoriqotul Husul itu, ada lagi khasyiyah atau penjelasan atas kitab Ghoyatul Wushul sebelumnya yang juga ditulis oleh ulama Indonesia, KH Muhammad Mahfud (wafat 1919) dari Termas Jawa Timur yang diberi judul “Nailul Ma’mul”. Karya dari guru Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari ini juga banyak dikutip oleh Kiai Sahal dalam Thoriqotul Husul. Kitab Nailul Ma’mul itu juga tidak diterbitkan dan beredar luas di kalangan pesantren sampai saat ini. Namun keberadaan Nailul Ma’mul yang dirujuk oleh Kiai Sahal dalam menuliskan Thoriqotul Husul cukup menunjukkan bahwa komunikasi ilmiah antara ulama Indonesia dari generasi ke generasi terjalin melalui kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab dan beredar secara terbatas.

Tradisi menulis dalam bahasa Arab dimulai setelah banyaknya ulama Indonesia yang menimba Ilmu dan bertemu dengan banyak ulama dari berbagai penjuru dunia di tanah suci Makkah, meski tidak semua kiai yang menulis dalam bahasa Arab itu belajar berlama-lama di Makkah. Kiai Sahal sendiri hanya berada di Mekkah selama 2-3 bulan. Di sana, ia bertemu dengan Syekh Yasin bin Isa dari Padang yang memberikan ijazah banyak sekali kitab berbahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Ijazah –yang diperoleh setelah Kiai Sahal berkomunikasi intens dengan Syekh Yasin melalui surat– merupakan satu pernyataan syah bahwa Kiai Sahal telah berhak membaca dan mengamalkan berbagai kitab berbahasa Arab itu dengan bermodal ilmu yang telah dipelajarinya dari pesantren ke pesantren di Indonesia.

Tradisi menulis dalam bahasa Arab itu dilanjutkan oleh para ulama Indonesia di banyak pesantren. Khazahan bahasa Arab sudah akrab di lingkungan pesantren. Kiai Ihsan bin Dahlan Jampes Kediri yang menulis kitab fenomenal di bidang tasawuf yang dikaji di banyak negara muslim Sirojut Thalibin (tahun 1940-an), serta Manahijul Imdad di bidang fiqih (baru diterbitkan 2005) dan banyak kitab berbahasa Arab itu juga hanya belajar di pesantren, dan tidak mengenyam pendidikan resminya di Timur Tengah.  Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa Itu Putlocker? Ini Pengertian dan Deretan Alternatif Penggantinya
  • Apa Itu Extend Volume? Ini Cara Memperluas Drive C di Windows 11
  • Ini Trik AFK Fish It Roblox Pakai LDCloud, Auto Panen Ikan Tanpa Bikin HP Panas!
  • Apa itu Game Zenless Zone Zero (ZZZ) HoYoVerse? Ini Cara Mainnya
  • Cuma Kurang 1 Rupiah! Misteri Lucky Draw Akulaku Rp300 Ribu, Bisa Cair Nggak Sih?
  • Video Melolo Cuma Layar Hitam? Ini Trik Ampuh Mengatasinya, Pasti Berhasil!
  • Mau Simpan Video Twitter dan TikTok Tanpa Aplikasi? Begini Cara Praktis Pakai VidsSave!
  • Mau Gaji Dolar? Gini Caranya Tembus Kerja di Australia, Jangan Sampai Salah Visa!
  • Belum Tahu? Inilah Fakta MigoReels, Katanya Nonton Drama Bisa Dapat Rp700 Ribu!
  • Apa Itu Event Invite Friends CapCut? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya Biar Cuan
  • Apa Itu MJ di FF? Ini Pengertian, Asal-Usul, dan Risiko di Balik Istilah Tersebut
  • Apa Itu Pengertian Penonaktifan SPayLater? Ini Durasi Blokir Akibat Telat Bayar
  • Apa Itu Rasio Gambar Ukuran 1:1 di Canva? Ini Pengertian dan Cara Buatnya
  • Pengiriman Shopee Express Hemat itu Berapa Lama? Ini Pengertian dan Estimasi Sampainya
  • Android 2025: Aplikasi Baru dan Smartphone Impian yang Akan Datang!
  • Apa Itu Google AI Pro Ultra? Ini Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya
  • Apa Itu Error Gagal Kirim Nilai RDM 3.1? Ini Pengertian dan Solusi Mengatasinya
  • Facebook Mulai Batasi Link Eksternal Cuma 2 Sebulan! Ini Trik Mengatasinya
  • Cara Nonton Tensura Season 4! Bakal Tayang April 2026 dengan Format 5 Cour
  • Belum Tahu? Inilah Trik Supaya Live TikTok Kalian Aman dan Banjir Cuan
  • Pixel 8 Dapatkan Mode Panorama Baru! Hasil Foto Lebih Luas & Lebih Kreatif
  • Apa Itu AppLocker? Ini Pengertian dan Cara Mengamankan Windows 11 Kalian dari Skrip Jahat
  • Cara Membuat Riwayat Copilot Kamu Tetap Bersih dan Rapi!
  • Game & Aplikasi Android Terbaik Saat Diskon Liburan Natal! Jangan Ketinggalan!
  • Apa Itu Game Prison Escape Journey? Ini Pengertian dan Cara Mainnya untuk Pemula
  • “Listrik Gratis” dari Solar Panel Cuma Mitos?! Ini Sisi Gelap PLTS
  • Samsung Galaxy Z-Fold: Uji Jatuh Bebas yang Mengguncang Keandalan Lipatannya
  • Google One 2026: Apa yang Akan Jadi Fitur Utama dan Harga yang Diharapkan?
  • Apa Itu Error 0x800704f8? Ini Pengertian dan Cara Mengatasinya
  • Android Akhirnya Dapat GPS Darurat di India! Setelah Hampir 10 Tahun
  • Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?
  • Apa Itu Auvidea X242? Pengertian Carrier Board Jetson T5000 dengan Dual 10Gbe
  • Elementary OS 8.1 Resmi Rilis: Kini Pakai Wayland Secara Standar!
  • Apa Itu Raspberry Pi Imager? Pengertian dan Pembaruan Versi 2.0.3 yang Wajib Kalian Tahu
  • Performa Maksimal! Ini Cara Manual Update Ubuntu ke Linux Kernel 6.18 LTS
  • Inilah Cara Kerja AI Instagram Deteksi Konten Berbahaya dan Spam Secara Otomatis
  • Prompt AI Tahun Baruan di Bundaran HI
  • Prompt AI Pamer iPhone 17 Pro Max Orange
  • Apa itu GPT 5.2 di Microsoft Copilot? Ini Pengertian dan Keunggulannya
  • Apa Itu Iklan ChatGPT? Mengenal Sponsored Content yang Bakal Muncul di Hasil Pencarian AI
  • Apa itu CVE-2025-68664? Memahami Celah Keamanan LangGrinch pada LangChain
  • Kronologi Kasus Pencurian Data Karyawan Data Breach Korean Air 2025
  • Ini Kronologi Hack Memalukan Trustwallet di Natal 2025
  • Apa Itu Insiden Eksploitasi Sistem Rainbow Six Siege? Ini Penjelasannya
  • Apa Itu Docker Hardened Images (DHI)? Ini Definisi dan Penjelasannya
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme