Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!

Posted on March 25, 2026

Jujur saja, sepertinya hampir nggak ada orang yang langsung beli produk saat pertama kali berkunjung ke sebuah website. Data menunjukkan kalau cuma sekitar 2 sampai 3 persen pengunjung yang benar-benar belanja di kunjungan pertama mereka. Rasanya sayang banget kalau trafik yang sudah susah payah kalian datangkan menguap begitu saja tanpa hasil.

Sebenarnya ada cara efektif buat ngejar mereka kembali, yaitu lewat email marketing. Kami melihat banyak pebisnis sukses menggunakan strategi ini untuk meningkatkan peluang konversi hingga 25 persen. Salah satu alat yang paling mumpuni buat ngebangun sistem ini secara otomatis adalah Omnisend. Tenang saja, kalian nggak butuh keahlian coding atau nulis skrip yang ribet buat memulainya. Berikut adalah langkah-langkah teknis untuk menyiapkan email marketing kalian dari nol:

  1. Membuat Akun Gratis di Omnisend
    Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah mendaftar akun. Silakan buka situs Omnisend dan klik tombol “Start Free”. Kalian cuma perlu memasukkan email bisnis, membuat password, dan menentukan apakah bisnis kalian termasuk kategori e-commerce atau bukan. Jangan lupa buat cek kotak masuk email kalian untuk melakukan verifikasi akun supaya semua fiturnya bisa segera digunakan.
  2. Melengkapi Profil Bisnis dan Alamat Fisik
    Setelah verifikasi, kalian akan diminta mengisi data diri seperti nama depan, nama belakang, nama bisnis, dan alamat website. Satu hal yang teknis tapi penting adalah mencantumkan alamat fisik bisnis kalian. Kayaknya ini terdengar sepele, tapi ini wajib hukumnya untuk mematuhi peraturan anti-spam internasional. Jadi, pastikan alamat yang kalian masukkan sudah benar ya.
  3. Menghubungkan Website ke Platform Omnisend
    Sekarang waktunya ngebikin website kalian “ngobrol” dengan Omnisend. Jika kalian pengguna WordPress atau WooCommerce, prosesnya gampang banget. Di dashboard Omnisend, pilih “Connect your store”, lalu pilih logo WordPress. Kalian akan diminta menginstal plugin Omnisend di dashboard WordPress kalian. Setelah plugin aktif, masukkan API Key yang dikasih sama Omnisend ke pengaturan plugin tersebut. Klik “Check API Connection”, dan kalau sudah sukses, mereka berdua resmi terhubung.
  4. Mengatur Aset Brand Biar Terlihat Profesional
    Kalian pasti ingin email yang dikirim punya tampilan yang senada dengan website, kan? Omnisend punya fitur keren yang bisa otomatis menarik warna logo, jenis font, dan link media sosial dari website kalian. Masuk ke menu “Goals” lalu pilih “Set brand style”. Mereka bakal nge-scan website kalian dan ngebangun template email yang sesuai identitas brand kalian. Kalian juga bisa ngatur jenis font seperti Poppins atau Arial biar pembaca nggak pusing pas ngelihat emailnya.
  5. Membuat Segmentasi Audiens (Segments)
    Jangan pernah ngirim email yang sama ke semua orang. Kami sangat menyarankan kalian buat ngebangun “Segments”. Caranya, masuk ke menu “Audience” lalu pilih “Segments”. Kalian bisa ngebuat kategori berdasarkan perilaku mereka. Misalnya, buat segmen “Active Subscribers” untuk mereka yang rajin buka email dalam 30 hari terakhir, atau “Disengaged Subscribers” buat mereka yang sudah 3 bulan nggak pernah ngeklik email kalian. Dengan cara ini, kalian bisa ngasih penawaran yang lebih personal dan tepat sasaran.
  6. Membuat Pop-up dan Form Pendaftaran
    Gimana caranya dapetin email pengunjung? Caranya ya pakai form. Masuk ke menu “Forms” dan pilih template yang tersedia. Ada yang modelnya pop-up, ada juga yang tertanam di halaman (embedded). Kalian bisa mengatur kapan pop-up ini muncul, misalnya setelah pengunjung berada di halaman selama 5 detik atau saat mereka mau nutup browser (exit intent). Kasih mereka iming-iming kayak diskon 10% biar mereka makin semangat masukin alamat emailnya.
  7. Menyiapkan Email Otomasi (Workflows)
    Inilah bagian terbaiknya: membuat uang saat kalian tidur. Pilih menu “Automation” dan gunakan template “Welcome Email”. Kalian bisa ngatur trigger atau pemicu, misalnya sesaat setelah mereka daftar melalui form. Kalian bisa nambahin jeda waktu (delay), misalnya tunggu 1 menit baru kirim email sambutan. Di dalam email ini, kalian bisa otomatis ngasih kode kupon diskon yang sudah kalian janjikan di pop-up tadi. Jangan lupa klik “Start Workflow” buat mengaktifkan sistemnya.
  8. Menjalankan Email Campaign dengan Bantuan AI
    Kalau kalian mau ngumumin promo besar seperti Black Friday, kalian bisa pakai fitur “Campaigns”. Omnisend sekarang sudah punya fitur AI buat ngebantu nulis subjek email yang menarik. Kalian tinggal tulis kata kunci promonya, lalu biarkan AI ngebantu ngebikin kalimat yang ngebuat orang pengen ngeklik. Sebelum dikirim ke pelanggan, kami sarankan buat kirim email tes ke diri sendiri dulu buat ngecek apakah link-nya sudah benar atau belum.

Email marketing rasanya masih jadi kanal dengan ROI (Return on Investment) tertinggi sampai saat ini. Dengan menggunakan Omnisend, kalian nggak perlu lagi ngurusin satu per satu pelanggan secara manual karena semuanya sudah bisa didelegasikan ke sistem otomasi. Mulailah dengan segmentasi yang rapi dan jangan lupa berikan nilai tambah bagi subscriber kalian, bukan sekadar jualan terus-menerus.

Begitulah panduan teknisnya, rekan-rekanita sekalian. Semoga langkah-langkah di atas bisa ngebantu bisnis kalian makin berkembang dan profitnya makin maksimal. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu buat membaca artikel ini sampai habis, yuk langsung dicoba!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme