Sidoarjo- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar membuka secara resmi Gerakan Penanggulangan Pengangguran Nasional Tahun 2013 dan Pencanangan Gerakan Perempuan Mandiri di Negeri Sendiri di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2013).
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk menggugah seluruh komponen masyarakat agar bersinergi dan berintegrasi menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi para penganggur maupun pencari kerja khususnya perempuan,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin itu.
GPP 2013 dengan tema “Perempuan Mandiri di Negeri Sendiri” diisi dengan beberapa kegiatan meliputi launching dan pelantikan pengurus pusat Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia dan Pemberian Bantuan Program kepada Lembaga Masyarakat.
Selain itu, diadakan juga pameran Expo yang diisi dengan jumlah 70 stand dan diikuti oleh565 orang pelaku usaha kecil dan menengah, pengrajin serta perintis ekonomi dimana pelaku utamanya adalah perempuan yang berasal dari binaan Kemnakertrans, Organisasi Masyarakat dan sektor terkait serta seminar wirausha yang diikuti 100 peserta berasal dari perguruan tinggi, praktisi, instansi terkait & organisasi masyarakat.
Cak Imin menambahkan, salah satu upaya Kementerian Kerja Tenaga dan Transmigrasi adalah melaksanakan Gerakan Penanggulangan Pengangguran yang merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kesempatan kerja, menanggulangi pengangguran dan kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja.
Pelaksanaan program Aksi GPP ini, kata Muhaimin, digelar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Program Aksi GPP ini di antaranya meliputi kegiatan padat karya infrastruktur dan produktif, pemberdayaan masyarakat mandiri, penerapan teknologi tepat guna, kewirausahaan pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional dan pendampingan serta job fair, subsidi program pelatihan keterampilan, dan desa produktif.
“Agar efektif, program aksi pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas ini dipadukan dengan pelaksanaan program-program di bidang pelatihan kerja dan produktivitas. Sehingga para pengangguran dan pencari kerja yang sudah dilatih bisa segera mendapatkan pekerjaan,” kata Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
Menurut Cak Imin selama ini pemerintah telah memberikan perhatian khusus bagi kaum perempuan yang mampu membangkitkan semangat kemandirian ekonomi di negeri sendiri dengan menjadi perintis wirausaha dan usaha kecil menengah.
“Pemerintah terus mendorong perkembangan wirausaha yang dikelola kaum perempuankarena mempunyai nilai strategis dalam mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan dan kesempatan kerja baru serta menopang perekonomian negara,” katanya.
Dukungan bagi pengembangan sektor kewirausahaan bagi kaum perempuan dilakukan mengingat sekitar 60 % pelaku usaha kecil menengah adalah perempuan.
Perkembangan wirausaha produktif di Indonesia diyakini mampu mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja. Apalagi kesempatan kerja dengan berwirausaha di berbagai bidang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh semua lulusan jenjang pendidikan mulai dari SD sampai lulusan perguruan tinggi.
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan keberhasilan penciptaan wirausaha sukses sebanyak 10.000 orang yang bergerak di berbagai jenis bidang usaha dalam setiap tahunnya.
Untuk mendukung program pendampingan wirausaha ini, dikerahkan sebanyak 3.132 orang instruktur yang bekerja di balai-balai latihan kerja (BLK). Mereka bertugas mendidik dan mendampingi para calon wirausaha mandiri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia
Program unggulan yang dikembangkan dalam pembinaan kewirausahaan meliputi pelatihan usaha mandiri pelatihan teknis dan manajerial tenaga kerja, padat karya produktif, pemagangan, teknologi tepat guna dan pendampingan serta pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan penyerapan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan lima pilar aksi penciptaan kesempatan kerja yang diimplementasikan pada tahun ini melalui program penciptaan kesempatan kerja satu juta.
Pemerintah menetapkan 5 pilar strategi yaitu Informasi dan Layanan Ketenagakerjaan, Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Angkatan Kerja, Pengembangan UMKM dan kewirausahaan, Program Padat Karya dan Infrastruktur serta Program Darurat Penciptaan Lapangan Kerja.
Sumber: DPP PKB