CIREBON – Sejumlah penggemar dan pendukung Rhoma Irama yang tergabung dalam “Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri)” meluapkan emosi dengan merusak atribut partai. Mereka menginjak-injak dan membakar bendera Partai Kebangkitan Bangsa di Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Senin (28/4/2014).
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap PKB yang akhirnya batal merekomendasikan “Si Raja Dangdut” itu sebagai calon presiden.
Panglima Laskar RIFORRI Jawa Barat Raden Gilap mengatakan, ia dan seluruh anggota Riforri juga mencabut dukungan terhadap PKB dalam ajang Pilpres 2014 mendatang. “Kami kecewa dengan PKB yang tidak jelas dalam mengusung Rhoma untuk maju dalam pilpres,” katanya.
Gilap menilai, gembar-gembor PKB untuk mengusung Rhoma sebagai capres selama ini hanya sebuah kamuflase. PKB dituding hanya mendompleng popularitas Rhoma untuk mendongkrak raihan suara mereka dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu.
Hasilnya, Gilap menambahkan, raihan suara PKB dalam pileg memang naik tajam setelah didukung para penggemar si Raja Dangdut. Tidak terkecuali di Kabupaten Cirebon di mana kenaikan suara PKB telah berhasil menambah satu kursi tambahan di DPRD Kabupaten Cirebon.
Di sisi lain, Gilap menuding, Ketua Umum DPP PKB Muhamimin Iskandar sendiri-lah yang sebenarnya ingin maju menjadi capres. “Setelah pileg selesai, Muhaimin justru meninggalkan Rhoma Irama seperti kacang lupa kulitnya. Habis manis, sepah dibuang. Kami yang berada di luar stuktural PKB jelas tidak terima atas terzaliminya bang haji,” ujarnya.
Terkait dukungan anggota Riforri selanjutnya, Gilap belum bisa memastikan kelanjutannya. Namun yang pasti, mereka tidak akan mendukung siapapun yang dicalonkan PKB. Sejauh ini, Riforri masih akan menunggu keputusan kemana Rhoma akan mengalihkan dukungannya. Sumber: PIkiran Rakyat
Ah, sikap politik yang tidak dewasa… semestinya legowo jika gagal dapat rekom… terlalu