Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ragam Calon Legislatif dari PKB

Posted on April 4, 2014

Penurunan jumlah suara yang terjadi pada Pemilu 2009 memberi lecutan bagi Partai Kebangkitan Bangsa untuk berbenah. Memasang calon legislator beragam dari artis, pemuda, perempuan, dan dekat dengan daerah pemilihannya adalah usaha partai ini.

Upaya mengusung program keberagaman dan religi pernah melambungkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 1999 dan 2004. Partai yang lahir dari kalangan Nahdlatul Ulama ini berusaha mengejar masa emasnya kembali dengan merekrut calon anggota legislatif (caleg)-nya dari beragam latar belakang. Salah satunya dari kalangan artis.

Jawa masih jadi tumpuan harapan PKB mendulang suara. Pemilu 2009, caleg PKB dari Jabar paling sedikit jumlahnya yang meraih kursi DPR. Padahal, calon pemilih di provinsi tersebut terbanyak kedua setelah Jatim. Tak heran, PKB menyebar banyak caleg pesohor di Jabar. Caleg dari kalangan ini umumnya ditempatkan di nomor jadi, yaitu nomor urut 1 hingga 3.

Selain artis, segmen yang dibidik berasal dari kalangan perempuan. Dari 558 caleg yang disiapkan untuk DPR pusat, sekitar 37 persen perempuan. Dibandingkan dengan lima tahun lalu, jumlah itu meningkat mendekati 3 persen. Jika dirata-rata, satu di antara tiga caleg PKB adalah perempuan. Jumlah ini melebihi proporsi caleg perempuan untuk DPR pusat dari semua partai sebesar 34,6 persen.

Latar usia caleg juga jadi bidikan PKB. Sekitar 12 persen caleg muda PKB yang berusia di bawah 30 tahun mayoritas adalah perempuan. Hanya ada delapan caleg laki-laki di kelompok umur tersebut. Sementara itu, caleg termuda, yaitu Deddy Hasanudin dari daerah pemilihan (dapil) Jabar II, berumur 20 tahun saat mendaftarkan diri.

Sebaliknya, jumlah caleg yang berusia minimal 51 tahun bertambah 5 persen. Caleg tertua PKB tercatat berumur 69 tahun, yaitu Zulkarnain. Konsultan bidang manajemen dan organisasi sumber daya manusia ini menjadi caleg dapil DKI Jakarta I.

PKB juga memberi ruang bagi caleg lokal. Berdasarkan domisili, lebih dari 58 persen caleg PKB berasal dari provinsi tempat yang bersangkutan terdaftar. Selebihnya caleg berasal dari luar dapil. Umumnya, caleg yang bukan asli dapil justru menempati nomor urut atas. Pola ini untuk lebih memberikan kesempatan bagi orang lokal.

Latar belakang

Kali ini komposisi latar belakang pekerjaan pun berubah. Caleg PKB lebih beragam dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Beberapa caleg tercatat berkiprah sebagai agamawan, antara lain ustaz dan pendeta. Beberapa yang lain dalam jumlah lebih kecil masih terdaftar sebagai abdi negara, baik sebagai pegawai negeri sipil, birokrat, kemiliteran, maupun aparat penegak hukum. Sebagian besar caleg lainnya berkiprah di luar birokrasi dan pemerintahan, mengabdi pada keilmuan sebagai akademisi, anggota legislatif pada periode sebelumnya, hingga berkarya di ranah swasta.

Caleg PKB yang berkiprah di bidang swasta sebagian adalah karyawan (26,3 persen) dan pengusaha (17,4 persen). Sebagian kecil adalah wartawan, seniman, dan aktivis di lembaga non-pemerintah. Persentase caleg berlatar belakang agamawan dan abdi negara tidak besar, kurang dari 4 persen. Sementara jumlah caleg yang berangkat dari dunia akademis meningkat cukup tinggi, mencapai lebih dari 10 persen.

Sebagian caleg PKB tercatat sudah berpengalaman menjadi anggota DPR di tingkat pusat atau daerah pada masa bakti 2009-2014. Sejumlah nama caleg yang pernah menjadi anggota legislatif diasumsikan cukup dikenal calon pemilih sehingga berpotensi menangguk suara dan terpilih kembali. Sebagian lagi menjadi pengurus PKB.

Keberagaman warisan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mulai diterapkan. Sumber: Kompas

Terbaru

  • Inilah Rahasia ReciMe, Potensi Sukses dari Aplikasi Resep Sederhana
  • Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
  • Vidrush, Solusi Produksi Video massal buat Channel Faceless
  • Inilah Higgsfield AI Audio, Trik Canggih Buat Voice Cloning dan Dubbing Video Youtube Otomatis!
  • Everything You Need to Know About Project X and the Rumored AI-Powered Remaster of The Sims 4
  • Inilah Trik Cuan dari Instagram Jadi Affiliator, Tapi Tanpa Perlu Jualan Produk!
  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Clear Copilot Memory in Windows 11 Step by Step
  • How to Show Battery Percentage on Windows 11
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme