Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Abdul Haris Sholeh, Guru Ngaji Pelestari Kerbau Lumpur Brebes

Posted on June 18, 2015

Brebes, Ditengah menurunnya populasi Kerbau di Indonesia, Abdul Haris Sholeh dengan gigih merawat dan mengembangkan kerbau hingga 630 kerbau per Mei 2015. Dia bersama teman-temannya di Kelompok Tani Ternak (KTT) Kerbau Mahesa Mukti Desa Kebandungan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes merasa terpanggil untuk membudidaya Kerbau Lumpur Brebes. Di sela kesibukannya mengajar di Madrasah Diniyah desa setempat, merawat kerbau-kerbau anggota kelompoknya adalah pilihan hidupnya dengan sepenuh hati. 

Atas ikhtiarnya tersebut, dia diusulkan menjadi Pelestari Sumber Daya Genetik (SDG) Kerbau Lumpur tingkat Provinsi Jawa Tengah oleh Dinas Peternakan Kabupaten Brebes. “Menyayangi binatang, bagian dari ibadah,” kata Haris ketika di temui di kandang Kerbau kelompoknya, Desa Kebandungan, Kamis (18/6).

Pria kelahiran Brebes 12 Juni 1980 ini dipandang layak oleh Dinas Peternakan Kabupaten Brebes sebagai Pelestari SDG Kerbau Lumpur. Karena terbukti telah mendukung Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau (PSDS/K) tahun 2015 dengan menjunjung kearifan lokal.

Menurut Haris, ternak sebagai rojo koyo dan tabungan sejak Nenek Moyang harus dipadukan dengan pendekatan interdisciplinary approach atau pembangunan peternakan yang melibatkan banyak pihak. Di desanya, dia berkoordinasi dengan kelompok ternak lainnya melakukan kegiatan Pelestarian Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) yang populasinya mulai terancam punah. 

Guru Ngaji itu juga melihat, nasib  para peternak kerbau mulai tergusur kemajuan teknologi pertanian. Untuk itu, dia menggarap 4 hektar usaha tani dengan membawahi 86 anggota dari 4 KTT Pembibit Kerbau se-Desa Kebandungan. Ketua Kelompok Peternak (GAPOKNAK) Desa Kebandungan itu mengubah pola kehidupan peternak yang lebih terarah sejak 2008. 

“Realita dilapangan, mayoritas kerbau hanya dimiliki oleh peternak kecil dengan sistem tradisional (subsistem) pada lahan marjinal, sempit dengan menggunakan tenaga kerja keluarga yang kurang terdidik,” papar alumni MA Miftahul Huda Tasikmalaya itu.

Semangat ustadz beranak dua itu makin tumbuh ketika Bupati Brebes Idza Priyanti SE meninjau potensi peternakan di daerah tersebut. Saat itu, tengah digelar Panen Gudel dan Pedet pada 4 Nopember 2013 silam oleh Dinas Peternakan Kabupaten Brebes. 

Panen Gudel dan Pedet, tergolong sukses untuk ukuran desa terpencil dengan kondisi infrastruktur yang kurang memadai. Kesuksesannya dibuktikan dengan kehadiran Bupati beserta jajarannya, Ketua DPRD Brebes, Kepala BPPTP Jawa Tengah, Kepala Dinas Peternakan Propinsi Jawa Tengah, Peneliti Senior Balitnak, Perguruan Tinggi dan Kelompok Tani Ternak se-Brebes.

Berawal dari acara tersebut, potensi ternak desa Kebandungan seolah tiada henti dijadikan lokasi kegiatan penelitian seperti dari Lolit Grati Pasuruan, BET Cipelang, Mahasiswa PKL dan BPTP. Bahkan pakar Kerbau sekaligus Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof Tridjoko Wisnu Murti serta Perwakilan Direktorat Bibit Pusat beberapa kali menyambangi kelompok Kerbau binaan Ustadz Haris.

 
Merubah pola pikir peternak Kerbau yang mayoritas hanya lulusan SD bahkan masih banyak yang belum melek huruf tidaklah semudah membalikan tangan. Karena mereka harus bisa mencatat atau mengingat perkawinan, menimbang dan mengukur kerbaunya agar menerapkan pola pembibitan (Good Breeding Practices). Namun berkat kesabaran dan keuletan Ustadz Haris, para peternak Kerbau desa Kebandungan memiliki recording ternak kerbau yang dilaporkan tiap bulan ke Dinas Peternakan Brebes selaku pembina. Kegiatan  yang demikian merupakan terobosan tak ternilai sebagai upaya pelestarian kerbau yang sudah sangat  mendesak. 

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes Ir Yulia Hendrawati MSi mengaku bangga dengan aktivitas yang dilakukan oleh Ustadz Haris. Hal ini sejalan dengan dinas peternakan yang tengah melakukan Program Pembibitan yang berkelanjutan agar populasi kerbau dan mutu genetik dapat lebih ditingkatkan. 

Melalui pendekatan Subdistrict raising model, dimana Ustadz Haris selaku Ketua Kelompok bersama pengurus KTT merangsang para pemilik  ternak untuk bersatu dalam kelompok. Kegiatan mereka terkumpul secara kandang dan manajemen, dalam artian reproduksi, pakan, kesehatan, pengolahan dan pemasaran bersatu pada level desa. “Ustadz Haris telah menerapkan program Sanak Sekadang (Sehat Ternak Sehat Kandang),” tutur Yulia.

Yulia memuji upaya Ustadz Haris yang telah menggalakkan pengembangan usaha pembibitan  Kerbau. Ustadz Haris telah melakukan  pengembangan tiga pilar peternakan, yakni pertama, pengembangan potensi ternak dan bibit ternak (recording yang valid dan berkelanjutan). Kedua, pengembangan hijauan pakan ternak (HPT) di tanah tidur atau tanah bengkok, dan ketiga pengembangan teknologi budidaya dan pembibitan ternak ber-Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB).

“Keberhasilan Ustadz Haris meskipun belum secepat yang dibayangkan namun dengan memulai para peternak mencatat perkembangan ternak kerbau dan pola perkawinan terseleksi serta tidak mudah menjual ternak adalah langkah awal yang brilian,” kata Yulia. 

Keberhasilan Haris, lanjutnya, perlu mendapat apresiasi dalam menerapkan pola budidaya tradisional menjadi peternak pembibit yang diikuti seluruh peternak kerbau di desanya. 

Hal ini menjadi acuan pelestarian dan pengembangan ternak kerbau lumpur yang mulai terpinggirkan oleh modernisasi teknologi pertanian secara umum. Dari karya besar Ustadz Haris sudah mewujudkan ‘Kerbau Lumpur Brebes dari Kebandungan untuk Indonesia’. (Wasdiun/Fathoni)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Inilah Bocoran Tecno Pova 8 dan Spark 50 Pro, HP dengan Baterai Monster Sampai 7.750mAh!
  • Inilah Alasan Kenapa Poco X8 Pro Series Ludes Terjual 30 Ribu Unit dalam Sehari, Performanya Benar-Benar Naik Kelas!
  • Inilah Rekomendasi HP Samsung dengan Kamera Terbaik 2025, Hasil Foto Dijamin Kayak Profesional!
  • Inilah Kemudahan Belanja Elektronik Lewat Kolaborasi Strategis Indodana Finance dan Sharp Indonesia
  • Inilah Rekomendasi Smartwatch Mirip Apple Watch Termurah 2026 yang Bikin Gaya Makin Maksimal
  • Inilah Cara Cek Lokasi UTBK 2026 Agar Tidak Salah Alamat dan Terlambat
  • Inilah Realme Narzo 100 Lite 5G, Smartphone Baterai 7000mAh yang Siap Meluncur dengan Spesifikasi Gahar dan Layar Super Smooth
  • Inilah Alasan Kenapa Aplikasi MOVA Berbahaya dan Bukan Cara Cepat Kaya yang Aman
  • Inilah Huawei Watch GT Runner 2, Smartwatch Keren yang Siap Bikin Lari Kalian Makin Kencang dan Presisi!
  • Inilah Panduan Lengkap Mengunduh dan Mencetak Kartu Peserta UTBK 2026 Biar Nggak Salah Langkah
  • Apa itu Satgas PKH? Tim Khusus yang Bakal Sikat Penguasaan Hutan Ilegal di Indonesia
  • Inilah REDMI Pad 2 SE, Tablet Murah dengan Layar 2K yang Siap Bikin Nyaman Mata Kalian
  • Apa itu msgstore.db.crypt14 di WhatsApp? Jangan Asal Hapus Kalau Nggak Mau Chat Hilang!
  • Inilah Fakta di Balik Kasus Siswi 15 Tahun di Langkat yang Viral Jadi Tersangka Usai Bela Ayahnya
  • Inilah 7 HP Redmi Kamera Terbaik 2026 dengan Resolusi 200 MP, Kualitas Flagship Harga Tetap Irit!
  • Inilah Bahaya dan Cara Kerja Unlock FF Beta Server Account Apk Mobilitado yang Lagi Viral
  • Inilah 5 Laptop Lenovo Paling Awet dan Tangguh Buat Investasi Jangka Panjang Kalian
  • Inilah Kronologi Tragis Mahasiswa PNP Padang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos 11 April 2026
  • Inilah Kenapa Akun WhatsApp Kalian Sedang Ditinjau dan Cara Mengatasinya Biar Normal Lagi
  • Inilah Kronologi Gadis Lampung Nekat Menyamar Jadi Pria Demi Lamar Kekasih di Sinjai yang Berujung Urusan Polisi
  • Inilah Kronologi Kecelakaan Beruntun Jalur Purworejo-Magelang 11 April 2026: Berawal Dari Rem Mendadak Karena Kucing Melintas
  • Inilah Kabar Mengejutkan OTT KPK Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Begini Kronologi dan Profil Lengkapnya
  • Inilah Mod HUD Minecraft 2026 yang Bikin Tampilan Game Kalian Makin Keren dan Informatif
  • Inilah Panduan Lengkap UM-PTKIN 2026: Jadwal, Cara Daftar, dan Tips Strategis Memilih Jurusan di UIN IAIN STAIN
  • Inilah Alasan Kenapa Tiny House di Sleman Makin Populer dan Cara Bangunnya dengan Budget 100 Jutaan
  • Inilah Alasan Kenapa Akun Instagram Wapres Gibran Sempat Follow Akun Judi Online, Ternyata Begini Faktanya!
  • Inilah Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Penistaan Agama Injak Alquran di Lebak Banten yang Lagi Viral
  • Inilah Rekomendasi Instagram Downloader Terbaik 2026, Cara Download Reels dan Foto Paling Sat Set!
  • Inilah Alasan Kenapa Channel YouTube Kalian Gak Berkembang Meskipun Kontennya Udah Bagus
  • Inilah Cara Buka Situs yang Diblokir di Tahun 2026, Trik Rahasia Tanpa VPN!
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Use VoxCPM2: The Complete Tutorial for Professional Voice Cloning and AI Speech Generation
  • Complete tutorial for Creao AI: How to build smart AI agents that automate your daily tasks
  • How to Streamline Your Digital Workflow with TeraBox AI: A Complete Tutorial for Beginners
  • How to Run Google Gemma 4 Locally: A Beginner’s Guide to Tiny but Mighty AI Models
  • A Beginner Tutorial on Cloning Website Source Code Using ChatGPT and AI Logic Reconstruction
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme