Kabar duka baru saja menyelimuti dunia pendidikan di Kota Padang. Seorang mahasiswa tingkat akhir dari Politeknik Negeri Padang (PNP) ditemukan nggak bernyawa di kamar kosnya sendiri. Kejadian ini ngebuat warga sekitar geger dan ninggalin banyak tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda asal Dharmasraya tersebut selama berada di perantauan.
Kasus ini bermula dari kekhawatiran yang sangat mendalam dari pihak keluarga korban. Mereka merasa ada yang nggak beres karena komunikasi yang biasanya lancar tiba-tiba terputus total selama beberapa hari. Ketegangan memuncak hingga akhirnya membawa pada penemuan jenazah korban yang cukup memprihatinkan di kawasan Jalan Puncak Jawa Gadut, Limau Manis. Berikut adalah detail teknis dan urutan kejadian yang kami rangkum berdasarkan laporan di lapangan:
1. Kehilangan Kontak dan Kecurigaan Keluarga
Semuanya berawal saat orang tua korban merasa gelisah karena nggak bisa ngehubungin anaknya sama sekali. Dalam kehidupan mahasiswa rantau, komunikasi rutin itu krusial banget buat mastiin keadaan. Karena sudah beberapa hari nggak ada kabar, orang tua korban akhirnya mutusin buat minta tolong ke pemilik kos, Ibu Mesi, buat ngecek kondisi kamar anaknya secara langsung. Mereka ngerasa kayaknya ada sesuatu yang salah karena nggak biasanya korban hilang kabar dalam waktu yang lama.
2. Upaya Pengecekan Kamar Kos oleh Pemilik
Mendapat permintaan tolong tersebut, Ibu Mesi langsung menuju kamar korban di lantai atas. Dia nyoba buat ngetuk pintu berkali-kali dan manggil nama korban, tapi nggak ada respon sama sekali dari dalam. Suasana di sekitar kamar terasa sangat sunyi. Kondisi pintu yang terkunci rapat dari dalam ngebuat Ibu Mesi makin curiga kalau terjadi hal buruk. Dia nggak berani buat langsung ngebongkar pintu sendirian karena situasi yang terasa mencekam.
3. Proses Pembukaan Paksa Menggunakan Kunci Cadangan
Karena nggak ada jawaban, Ibu Mesi akhirnya minta bantuan kepada beberapa pekerja bangunan yang kebetulan lagi ada di sekitar lokasi. Mereka bareng-bareng nyoba buat ngebuka kamar itu pake kunci cadangan yang ada. Upaya ini dilakukan sebagai langkah darurat buat mastiin keselamatan penghuni di dalam. Begitu pintu berhasil dibuka, bau nggak sedap mulai tercium, dan mereka langsung ngelihat pemandangan yang sangat mengejutkan.
4. Penemuan Korban di Area Kamar Mandi
Setelah pintu terbuka, mereka nemuin korban yang berinisial F ini sudah dalam kondisi meninggal dunia. Posisinya ditemukan di area kamar mandi. Berdasarkan keterangan teknis dari Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, korban ditemukan dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi menggunakan seutas tali. Kondisi fisik tubuh korban saat ditemukan sudah mulai menghitam, yang ngeandain kalau korban kayaknya sudah meninggal dunia lebih dari satu atau dua hari sebelum ditemukan.
5. Tindakan Olah TKP oleh Pihak Kepolisian
Nggak lama setelah penemuan tersebut, tim dari Unit Identifikasi Polresta Padang langsung turun ke lokasi buat ngelakuin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka ngumpulin berbagai bukti fisik, meriksa kondisi kamar, dan nyari tahu apakah ada tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain. Proses ini sangat teknis karena polisi harus ngebangun kronologi yang akurat berdasarkan posisi benda-benda di dalam kamar kos tersebut sebelum mereka bisa ngasih kesimpulan sementara.
6. Evakuasi ke RS Bhayangkara Padang
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas medis dan kepolisian. Mereka ngebawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang buat dilakuin pemeriksaan lebih lanjut atau autopsi guna nentuin penyebab pasti kematian. Sampai saat ini, polisi masih nunggu kedatangan keluarga besar korban yang lagi dalam perjalanan dari Kabupaten Dharmasraya menuju Kota Padang untuk proses penyerahan jenazah.
7. Profil Korban Menurut Warga Sekitar
Dari informasi yang kami kumpulin dari warga dan penghuni kos lainnya, korban dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam dan tertutup (introvert). Mereka bilang kalau F jarang banget ngomong atau berinteraksi sama tetangga kamar. Korban lebih sering ngabisin waktu sendirian di dalam kamar dan cuma keluar buat urusan kuliah atau nyari makan. Nggak pernah ada laporan kalau korban ngebawa teman atau ngebikin keributan di area kos tersebut. Terakhir kali warga ngelihat korban itu pada Sabtu (4/4/2026) pas dia lagi masukin motor, dan saat itu kondisinya kelihatan normal-normal aja kayak biasanya.
Kejadian ini ngebikin kita semua sadar betapa pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis para mahasiswa, terutama mereka yang lagi berjuang di tingkat akhir. Tekanan skripsi atau masalah pribadi seringkali jadi beban yang berat kalau dipikul sendirian. Kami sangat menyarankan buat kalian semua supaya lebih peduli sama lingkungan sekitar. Kalau punya teman yang mendadak hilang kabar atau kelihatan sangat tertutup, nggak ada salahnya buat sekadar nanya kabar atau ngajak ngobrol. Langkah kecil kayak gitu bisa aja ngebantu ngeringin beban yang lagi mereka rasain.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian yang sangat berat ini. Kita tunggu saja hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian untuk mengetahui motif di balik kejadian memilukan ini. Terima kasih banyak rekan-rekanita sudah membaca informasi ini sampai selesai, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.