Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Tradisi Perayaan Keberangkatan Haji: dari Aceh hingga Kediri

Posted on June 21, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Hamzah Sahal

Kapan aku menginjakkan kaki pertama kali di Jakarta? Aku tidak ingat betul, entah tahun 1990 atau 1991, saat itu aku masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Namun aku ingat persis peristiwanya, yaitu diajak bapak dan ibu yang menghantarkan temannya berangkat haji. Menghantar ke mana?

Menghantar ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Ingatan itu muncul saat masuk asrama tersebut untuk mengikuti bimbingan teknis sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), pertengah Mei 2022.

Ingatan pergi ke Jakarta tersimpan bukan saja itu karena pertama kali ke Jakarta dan pertama pergi jauh dari rumah, tetapi juga karena di belakang hari aku mengerti bahwa perjalanan itu penting dalam tradisi keagamaan dan umum dilakukan banyak orang: menghantarkan orang pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan haji. Tradisi ini sudah berlangsung dari zaman baheula hingga kini. Upacara sebelum memulai perjalanan pun tidak kalah pentingnya, karena dipraktikkan Rasulullah. Upacara itu disebut Walimatus Safar atau Walimah as-Safar, dalam KBBI ditulis Walimah Safar. Apa artinya?

“Perjamuan untuk keberangkatan atau kepergian: akan diadakan sebelum ia berangkat naik haji,” demikian Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan. Namun sejatinya, walimah safar tidak hanya untuk keberangkatan (kepulangan) haji dan atau umrah, namun juga untuk bepergian lainnya seperti berdagang, atau pergi jauh serta dalam waktu lama.

Tidaklah heran jika masyarakat Nusantara begitu semarak, meriah, mengharu-biru, bahkan pada titik tertuntu, dapat dibilang berlebihan. Dan tidak syak lagi, tradisi walimah safar kemudian disambut tradisi Nusantara yang beraneka ragam, sebagaimana Idul Fitri, Maulid Nabi, dan lain sebagainya.
Baca juga:  Kiai Yazid, Ahli Sembilan Bahasa dari Kampung Inggris
Mari kita lihat tradisi walimah safar untuk perjalanan haji di Aceh Utara. Di sana ada tradisi yang dinamakan Ditepungtawari atau disebut juga Peusijuk. Saya mendengar istilah itu dari seorang jemaah haji asal Aceh Utara, Jamaluddin, 39 tahun. Saya bertemu Jamal di Pelataran Masjid Nabawi, bakda Isya, Rabu, 15 Juni 2022. Dia tergabung dalam kelompok terbang 1 Aceh. Terbang dari Aceh pukul 2 dinihari tanggal 15 Juni dan mendarat di Madinah pagi hari. dan langsung “tancap gas” melaksanakan sembayang di Nabawi.

Tradisi Peusijuk, kata Jamal, seperti selamatan di Jawa, tapi sedikit lebih rumit. Jamal pernah tinggal di Jawa untuk menempuh sendidikan Strata 1 di bidang ekonomi. “Kami mengumpulkan padi, beras, air, dan bunga. Makna agar yang melakukan perjalanan bisa kuat, dingin, dan bahagia,” ujar Jamal. Dia sebetulnya agak kewalahan menjelaskan tradisinya sendiri, namun dirinya meyakini ini tradisi baik yang harus dijalankan. “Ada doa-doa Islam yang dirapalkan dan punya makna tinggi,” sambungnya.

Tradisi Peusijuk, kata Jamal, tidak hanya diadakan untuk walimah safar, tapi juga pernikahan, mau buka usaha, bahkan jika punya kendaraan baru. “Undangannya ratusan. Kami memohon kepada undangan untuk mendoakan haji yang mabrur dan keselamatan.”

Tradisi walimah safar di Lampung lain lagi. Berdasarkan penuturan Yusuf dari Lampung Tengah, acara pelepasan haji tampak sederhana. “Walimatus safar tanggal 1 Juni. Kami mengundang jemaah masjid al-Hidayatul Ula dan santunan anak yatim,” tutur Yusuf.
Baca juga:  Sejak di Pesantren, Para Santri Digembleng Bahtsul Masail
Dia menunjukkan video sedang membagikan bingkisan untuk beberapa anak yatim. “Ya rabbi bil musthofa balligh maqashidana waghfirlana maa madla ya wa si’al karomi..” baris pertama Qashidatul Burdah karya Muhammad bin Said al-Bushiri disenandungkan berulang kali sambul membagikan bungkisan dan mencium kepala anak yatim. “Wahai Tuhanku, dengan (kedudukan) Mushtafa (Nabi Muhammad), sampaikanlah maksud-maksud kami. Berikan ampunan bagi kami atas dosa yang telah silam, Wahai Zat yang luas kemurahan-Nya,” demikianlah arti syair yang sangat populer di Nusantara, khususnya bagi golongan muslim yang percaya dengan tawasul.

Dari Aceh, Lampung Tengah, mari kita tengok walimah safar orang Bekasi, wilayah yang berdempet dengan Jakarta. Jadi, meski ia masuk Jawa Barat, tapi tradisinya Betawi, bukan Sunda. Nah, karena aku juga orang Bekasi, maka aku hafal betul apa ciri utama orang Bekasi atau Betawi jika menggelar selamatan. Apa?

Merafal Ratibul Haddad. Karya Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad tersebut berisi tawasul, pilihan ayat suci, doa-doa. Ratibul Haddad mendarah daging, mengiringi denyut hidup masyarakat Betawi. “Apapun acaranya, apapun hajatnya, Ratibul Haddad bacaannya,” begitu kira-kira pakemnya. Nah, acara walimah Safar haji (dan umrah) bukan kekecualiannya.

“Malam sebelum keberangkatan, saya mengundang para tetangga baca Ratib, selanjutnya setiap malam Jumat hingga haji selesai,” kata Junaedi yang berangkat bersama 5 keluarga dan saudaranya; istri, anak tertua, kakak perempuannya, adik dan istrinya. “Total 6 orang,” terang. “Tapi adik dan kaka berangkat uang sendiri, bukan dari saya hehehe..” tambahnya.
Baca juga:  Ngaji Rumi: Syair Sufistik untuk Jalan Perdamaian 2019
Junaidi, 51 tahun, tampaknya bukan orang biasa. Sebab, yang datang pada acara walimah safar, selain tetangganya, juga tamu-tamu istimewa, ada KH. Masyhuri Malik, Prof. Mahmud dari UIN Bandung, para kiai dari Pengurus Cabang NU Kab. Bekasi, dan lain-lain.

Tradisi walimah safar di Kediri, Jawa Timur, tidak terlalu jauh berbeda dengan di Bekasi. Seperti yang dituturkan oleh Jemaah Haji Indonesia asal Kota Kediri Bambang Priyambodo (55 tahun) dan istrinya Ida Mustika (49 tahun), acaranya hanya mengumpulkan saudara dan tetangga untuk selamatan biasa, tidak mengandung unsur berlebihan yang dilarang agama.

Bambang mengadakan 2 kali walimah safar, di Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, yaitu di rumah orang tuanya, dan di rumahnya sendiri di Kota Kediri. Bambang yang seorang pejabat di lingkungan Pemda Kota Kediri mengatakan walimah safar simpel saja, mengundang kiai-kiai, tetangga, makan-makan, dan doa. Sajian makan untuk 250 orang di rumah orangtuanya dan 60 orang saat acara di rumahnya sendiri wajar saja.

“Itu saling berdoa saja, tanda kerukunan saja, kami menitipkan keluarga yang ditinggalkan kepada mereka,” kata Bambang yang tergabung dalam Haji Khusus. Bambang berangkat dari Surabaya Selasa malam dan tiba di Madinah Rabu 16 Juni 2022.

“Pamitan, minta maaf dan minta restu kepada para ulama dan tetangga. Kita kan gak tahu apa ajang akan terjadi toh?” Tambahnya.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Cara Mengatasi Error 208 BCA Mobile
  • Hapus Sekarang! Inilah Hornet, App LGBTQ Tembus Indonesia, Hati-hati
  • Berapa Lama Sih Ngecas HP 33 Watt? Ini Dia Penjelasannya!
  • Cara Cek Saldo Hana Bank Lewat SMS
  • Update Sistem Google Februari 2026: Apa yang Baru dan Perlu Kalian Tahu?
  • Membership FF Bulanan & Mingguan: Berapa DM yang Harus Kalian Siapkan?
  • Maksimal Ngecas HP Berapa Kali Sehari? Boleh 2 Kali Nggak, Sih?
  • Cara Mengatasi Error “Try Again, Open in Another App”
  • Sideload Android: Cara Pasang APK Tanpa Google Play Store (Panduan Lengkap 2026)
  • iPhone Jadi Kamera Vintage Modular? Proyek Kickstarter Ini Bikin Kagum!
  • Cara Mengatasi Video Nest Cam Bermasalah dan Video Hilang
  • iTunes Masih Jadi Rajanya Music? Ini Faktanya!
  • Google Home Smart Button Makin Canggih: Kini Otomatisasi Lebih Fleksibel!
  • F1: The Movie Raih Grammy! Tak Terduga, Kalahkan Bintang Country Ternama
  • Blokir Situs Judi Online: Lindungi Diri & Keluarga dari Dampak Negatif
  • Belanda Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial: Ini Detailnya!
  • Gemini Live Mendapat Desain Ulang ‘Floating UI’ yang Super Keren!
  • Galaxy S26 Kehilangan Magnet Qi2? Kebocoran Terbaru Bikin Penasaran!
  • DCT Coin: Crypto Legitim atau Penipuan? Bedah Tuntas, Harga & Fakta Penting!
  • Apple Rilis Update Terbaru untuk iOS, macOS, watchOS & Lainnya!
  • Paket Super Seru Telkomsel: Aplikasi Apa Saja yang Bisa Digunakan?
  • Deus Ex: Human Revolution GRATIS di Android! Buruan Download Sebelum Hilang!
  • Apa Bedanya Thigh, Wing, dan Drumstick di McDonald’s? Yuk, Kupas Tuntas!
  • OpenAI Luncurkan Codex App untuk macOS: Kode Jadi Lebih Mudah!
  • Dana Kaget Wealth Plan: Untung atau Mitos? Review Jujur & Cara Daftarnya!
  • Desain Sony WF-1000XM6 Bocor: Desain Baru, Performa Lebih Gahar!
  • Cara Pinjam 5 Juta di Pegadaian: Mudah, Cepat & Aman! (2024)
  • AYANEO Pocket S Mini: Konsol Android Super Ringkas Hadir!
  • Cara Mendapatkan Kode Verifikasi Telegram Lewat WA
  • Kenapa PayLater Lazada Gak Bisa Dipakai Padahal Udah Lunas?
  • How to Disable AI Features in Firefox 148
  • Git 2.53: What’s New?
  • Linux From Scratch Ditches Old System V init
  • How to Maintained the SSD with TRIM
  • What is CVE-2024-21009? Microsoft Office Security Serious Bug
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme