Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Perbaiki Masalah Perubahan Registri yang Tidak Disimpan di Windows

Posted on May 14, 2024

Pernahkah Anda mengalami situasi di mana perubahan yang Anda buat pada Registry Windows tidak disimpan setelah reboot atau restart?

Jika ya, Anda tidak sendirian. Banyak pengguna Windows 11 dan 10 mengalami masalah ini, yang dapat membuat frustasi bagi administrator sistem yang mengandalkan Registry untuk mengonfigurasi sistem mereka.

Jangan khawatir, artikel ini akan memandu Anda melalui beberapa solusi untuk mengatasi masalah ini:

1. Nonaktifkan Fast Startup:

Fast Startup adalah fitur Windows yang memungkinkan komputer Anda untuk boot lebih cepat setelah dimatikan. Namun, terkadang Fast Startup dapat menyebabkan masalah dengan perubahan Registry.

Cara menonaktifkan Fast Startup:

  • Buka Control Panel.
  • Ubah “View by” menjadi “Large icons”.
  • Klik “Power Options”.
  • Klik “Choose what the power buttons do”.
  • Klik “Change settings that are currently unavailable”.
  • Hapus centang “Turn on fast startup”.
  • Klik “Save changes”.

2. Jalankan Pemindaian SFC dan DISM:

File sistem yang rusak dapat menyebabkan masalah dengan Registry. Untuk memindai dan memperbaiki file sistem yang rusak, Anda dapat menggunakan alat System File Checker (SFC) dan Deployment Image Servicing and Management (DISM).

Cara menjalankan SFC dan DISM:

  • Buka Command Prompt sebagai administrator.
  • Jalankan perintah berikut: sfc /scannow
  • Jika SFC menemukan dan memperbaiki file yang rusak, restart komputer Anda.
  • Jika SFC tidak dapat memperbaiki semua file yang rusak, jalankan perintah berikut: DISM.exe /Online /Cleanup-image /Restorehealth
  • Restart komputer Anda.

3. Edit Registry dari Command Prompt:

Anda juga dapat mengedit Registry dari Command Prompt untuk memperbaiki masalah ini. Namun, metode ini hanya direkomendasikan untuk pengguna yang berpengalaman dengan Registry.

Cara mengedit Registry dari Command Prompt:

  • Buka Command Prompt sebagai administrator.
  • Jalankan perintah berikut: REG /?
  • Perintah ini akan menampilkan daftar operasi yang dapat Anda gunakan untuk mengedit Registry.
  • Gunakan perintah yang sesuai untuk membuat perubahan yang diperlukan pada Registry.

4. Ubah Izin Key Registry:

Terkadang, masalah ini dapat disebabkan oleh masalah izin. Dalam hal ini, Anda perlu mengambil alih kepemilikan dan memberikan izin penuh pada key Registry yang bermasalah.

Cara mengubah izin key Registry:

  • Catatan: Sebelum Anda mengubah izin key Registry, sangat disarankan untuk membuat titik pemulihan sistem.
  • Buka Registry Editor.
  • Temukan key Registry yang ingin Anda ubah izinnya.
  • Klik kanan pada key Registry dan pilih “Properties”.
  • Klik tab “Security”.
  • Klik tombol “Advanced”.
  • Klik tombol “Change owner”.
  • Pilih akun pengguna Anda dari daftar dan klik “OK”.
  • Centang kotak “Replace owner of subkeys and permissions”.
  • Klik tombol “OK”.
  • Pilih akun pengguna Anda dari daftar di bawah “Permissions for owner” dan klik “Edit”.
  • Beri akun pengguna Anda izin penuh untuk key Registry.
  • Klik tombol “OK”.
  • Restart komputer Anda.

5. Buat Akun Pengguna Administrator Baru:

Jika masalah ini hanya terjadi pada akun pengguna Anda saat ini, Anda dapat mencoba membuat akun pengguna administrator baru dan melihat apakah perubahan Registry disimpan di akun baru tersebut.

Cara membuat akun pengguna administrator baru:

  • Buka Settings.
  • Klik “Accounts”.
  • Klik “Family & other users”.
  • Klik “Add a new user”.
  • Pilih “I don’t have this person’s sign-in information”.
  • Pilih “Local account”.
  • Masukkan nama pengguna dan kata sandi untuk akun baru.
  • Klik “Next”.
  • Klik “Finish”.

6. Reset PC Anda:

Jika semua solusi di atas tidak berhasil, Anda dapat mereset PC Anda tanpa menghapus data Anda. Namun, metode ini harus dipertimbangkan sebagai opsi terakhir.

Cara mereset PC Anda:

  • Buka Settings.
  • Klik “Update & Security”.
  • Klik “Recovery”.
  • Klik “Reset this PC”.
  • Pilih “Keep my files”.
  • Ikuti petunjuk di layar untuk menyelesaikan proses reset.

Catatan:

  • Kebanyakan perubahan Registry tidak langsung berlaku. Anda harus me-restart Windows Explorer atau komputer Anda agar perubahan diterapkan.
  • Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu me-restart komputer Anda beberapa kali agar perubahan Registry diterapkan sepenuhnya.

Semoga panduan ini membantu Anda mengatasi masalah perubahan Registry yang tidak disimpan di Windows.

Terbaru

  • Cara Menonaktifkan SpayLater & Spinjam: Panduan Lengkap & Anti Ribet!
  • Panik Lupa Passcode iPhone? Jangan Reset! Ini Cara Ampuhnya
  • Printer Ngambyuk! Cara Ampuh Atasi Error 709 di Windows 11
  • Apakah Koin Shopee Bisa Buat Bayar Shopee PayLater?
  • Strategi Lolos PTN: Bongkar Tuntas Pembobotan UTBK Berdasarkan Jurusan!
  • Apa itu Meta AI WhatsApp Business?
  • POCO X6 Pro: Monster Gaming di Kelas Menengah? Ini Review Jujur Kami!
  • Denda Lazada PayLater 80 Ribu: Kenapa Begitu? Ini Penjelasan Biaya Keterlambatan!
  • Cara Ampuh Atasi Error Yandex: Video Gak Bisa Diputar?
  • Pinjol Bikin Susah Ajukan BRI? Ini Dampaknya!
  • Aplikasi Byond BSI Error: Kenapa Hari Ini? Kapan Masalah Ini Selesai?
  • Apa itu QRIS BCA? Panduan Lengkap & Cara Kerjanya Buat Kalian!
  • Kenapa Aplikasi Bima Tri Gak Bisa Dibuka & Login? Ini Dia Penyebab & Solusinya!
  • Berapa Nilai Denda Telat Bayar Shopee Paylater?
  • Pengertian Paylater
  • Download Video Syakirah Viral Full Album: Lengkap & Mudah!
  • Apa itu USN IG (User Session Number Instagram)?
  • Transaksi Gagal Pakai SpayLater? Ini Dia Penyebab & Cara Mengatasinya!
  • Cara Bedain Bukti Transfer Asli & Palsu
  • Kaget Ada SMS Tagihan SPAYLATER! Ini Penjelasan Lengkapnya
  • Cara Mengatasi Error AD Domain Services Down
  • Akun SpayLater Kalian Nonaktif? Ini Dia Penyebab & Cara Mengatasinya!
  • Mengatasi Error: “Maaf, Layanan Spinjam Belum Tersedia untukmu”
  • Cara Mengatasi Komputer Restart Mendadak & Error Tak Terduga
  • Apa itu Apple Studio Display ?
  • Apakah AdGuard DNS Aman Buat Android Kalian?
  • Kenapa Kuota Nasional Tri Tidak Bisa Dipakai Padahal Masih Banyak?
  • Kenapa Saldo Rekening BNI Bisa Minus?
  • Apa itu Apple iPhone Lipat ‘Clamshell’?
  • ToonMe, Cara Ubah Foto Jadi Kartun Disney Gemoy
  • Linux News Roundup February 2026
  • How to Install JellyFin Media Server on Samsung TV with TizenOS
  • Why OneNote Clears Your Notes
  • AMD NPU Monitoring on Linux: A Beginner’s Guide to AI Chip Tracking!
  • How to Fix AMD Adrenalin’s Game Detection Issues on Windows
  • Cara Membuat Podcast dari PDF dengan NotebookLlama dan Groq
  • Tutorial Membuat Sistem Automatic Content Recognition (ACR) untuk Deteksi Logo
  • Apa itu Google Code Wiki?
  • Cara Membuat Agen AI Otomatis untuk Laporan ESG dengan Python dan LangChain
  • Cara Membuat Pipeline RAG dengan Framework AutoRAG
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme