Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Setelah Apple, Uni Eropa Juga Kejar Microsoft dan Booking.com

Posted on May 13, 2024

Apple Bukan Satu-satunya! Microsoft dan Booking.com Juga Terkena Jerat Undang-Undang Antimonopoli Uni Eropa

Dunia teknologi sedang dihebohkan dengan Undang-Undang Pasar Digital (DMA) Uni Eropa, sebuah peraturan yang dirancang untuk mengendalikan dominasi perusahaan teknologi raksasa. Setelah Apple dipaksa melakukan perubahan besar untuk mematuhi DMA, kini giliran Microsoft dan Booking.com yang berada di bawah pengawasan ketat regulator Uni Eropa.

Apple dan DMA: Sebuah Kilas Balik

DMA menggunakan ukuran pangsa pasar untuk menentukan apakah suatu perusahaan dianggap sebagai ‘penjaga gerbang’ dalam bidang tertentu. Label ini disematkan pada perusahaan yang memiliki dominasi pasar yang cukup besar untuk menghalangi pesaing potensial.

Apple, raksasa teknologi yang terkenal dengan produk iPhone-nya, telah ditetapkan sebagai penjaga gerbang terkait App Store dan browser web Safari. Sebagai tanggapan, Apple telah mengumumkan kebijakan baru yang berkaitan dengan kedua layanan tersebut. Namun, langkah ini belum sepenuhnya meyakinkan regulator bahwa Apple telah mematuhi DMA.

Microsoft di Bidikan DMA: Kisah Pertempuran Lama yang Terulang

Microsoft, yang pernah menghadapi tuntutan antimonopoli penting di Amerika Serikat pada tahun 2001, kini kembali berhadapan dengan bayang-bayang hukum. Kali ini, aplikasi obrolan dan konferensi video Teams yang menjadi pusat perhatian.

Teams, diluncurkan pada tahun 2016 sebagai pesaing langsung Slack, telah menjadi bagian integral dari ekosistem Microsoft 365. Hal inilah yang memicu kekhawatiran regulator Uni Eropa. Integrasi Teams ke dalam Microsoft 365 dianggap dapat menghambat pelanggan untuk menggunakan produk pesaing, seperti Slack.

Situasi ini mengingatkan pada kasus antimonopoli Microsoft di AS, di mana perusahaan tersebut dituduh menggabungkan Internet Explorer dengan sistem operasi Windows untuk menguasai pasar browser.
Sebagai bentuk pembelaan, Microsoft menawarkan untuk memisahkan Teams dari Microsoft 365. Namun, belum jelas apakah langkah ini akan memuaskan regulator.

Menurut laporan Financial Times, Uni Eropa telah menyelesaikan penyelidikannya dan akan secara resmi mengumumkan tuduhan antimonopoli terhadap Microsoft dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun ada rencana yang tidak mengikat, regulator Uni Eropa masih khawatir Microsoft belum melakukan langkah yang cukup untuk menciptakan persaingan yang adil.

Beberapa kekhawatiran yang diangkat antara lain:

  • Kompatibilitas: Saingan khawatir Microsoft akan membuat Teams lebih kompatibel dengan perangkat lunaknya sendiri dibandingkan dengan aplikasi pesaing.
  • Portabilitas Data: Kurangnya portabilitas data menyulitkan pengguna Teams untuk beralih ke platform alternatif.
  • Meskipun Microsoft mungkin mengajukan penawaran lebih lanjut untuk menghindari sanksi, baik Microsoft maupun Uni Eropa menolak memberikan komentar resmi.

Booking.com: Tersandung Masalah Bias

Platform pemesanan perjalanan Booking.com juga tak luput dari jerat DMA. Perusahaan ini dituding menyajikan daftar hotel yang bias kepada konsumen, memprioritaskan penawaran yang menghasilkan komisi tertinggi bagi Booking.com, bukan penawaran terbaik bagi wisatawan.

X (Twitter) Lolos, Tapi Belum Aman Sepenuhnya

Jejaring sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter juga sempat berada di bawah pengawasan. Regulator Uni Eropa menyelidiki apakah bisnis penjualan iklan Twitter beroperasi dengan cara yang anti-persaingan. Hasilnya, Twitter dinyatakan tidak melanggar DMA dalam hal ini.

Namun, regulator Uni Eropa masih menyelidiki apakah layanan X lainnya dapat tunduk pada DMA.
DMA: Sebuah Era Baru Bagi Industri Teknologi

Undang-Undang Pasar Digital Uni Eropa menandai era baru dalam regulasi industri teknologi. DMA dirancang untuk menciptakan persaingan yang lebih adil dan mencegah perusahaan teknologi raksasa menyalahgunakan dominasi pasar mereka.

Kasus Apple, Microsoft, dan Booking.com menunjukkan bahwa DMA bukanlah peraturan yang bisa dianggap remeh. Perusahaan teknologi raksasa harus siap untuk menyesuaikan model bisnis mereka agar sejalan dengan DMA atau bersiap menghadapi konsekuensi hukum yang berat.

Terbaru

  • Apa itu Probabilistic Methods dalam Klasifikasi Data?
  • Apa itu Klasifikasi Data dengan Metode Feature Selection?
  • Inilah Panduan Lengkap Jalur Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Malang 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya!
  • Inilah Cara Lengkap Daftar UM Undip 2026: Panduan Teknis, Jadwal, dan Syarat Biar Nggak Salah Langkah!
  • Inilah Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics dan QS WUR, Nggak Kalah Sama Negeri!
  • Inilah Cara Daftar PPKB UI 2026, Kesempatan Emas Masuk Kampus Jaket Kuning Tanpa Tes!
  • Inilah Tampilan Baru Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026, Cara Cek Status dan Nominal Bantuan yang Cair!
  • Inilah Aturan PIN SPMB Jatim 2026, Bisa Dipakai Berapa Kali Sih?
  • Apa itu Common Techniques in Data Classification?
  • Inilah Cara Mengatasi Error Loading File Default.rdp Saat Menggunakan Remote Desktop
  • Anak Anies, Mutiara Baswedan Sukses Lulus S2 di Harvard University Sambil Momong Anak, Inspiratif Pol!
  • Inilah Kenapa Nama Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Bikin Netizen Penasaran Banget!
  • Inilah Panduan Lengkap Fakultas Vokasi UNY Kampus Wates 2026: Jurusan, Biaya Kuliah, dan Bedanya dengan Gunungkidul
  • Inilah Arti FOMO yang Sebenarnya dan Cara Biar Jenengan Nggak Gampang Ikut-ikutan Tren Viral
  • Inilah Perbedaan Red Flag dan Green Flag Serta Cara Mengenalinya dalam Hubungan
  • Inilah Cara Menghitung Nilai Gabungan Rapor dan TKA SPMB 2026 Supaya Peluang Lolos Makin Besar
  • Inilah Sisi Gelap Dunia Kotak-Kotak, Mengenal Creepypasta Minecraft yang Bikin Pemain Merinding Seharian
  • Inilah Caranya Plotting Bidang Tanah Mandiri Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku Supaya Data Jenengan Makin Akurat
  • Inilah Debut Yua Mikami di Drama Netflix Sins of Kujo, Perannya Bikin Banyak Orang Kaget!
  • Inilah Alasan Kenapa Video Viral Rok Hijau di Dapur Jadi Trending Topik dan Bikin Geger Netizen
  • Inilah Arti Rizz yang Viral di Media Sosial dan Rahasia Punya Karisma Alami Tanpa Perlu Banyak Gaya
  • Inilah Cara Menghapus Game Steam Sampai Bersih Biar Penyimpanan Lega dan Library Tetap Rapi
  • Inilah Cara Melacak iPhone Hilang Biar Bisa Motret Muka Pencurinya Secara Otomatis
  • Iki Loh Mitos Jam Posting Instagram yang Sering Bikin Bingung
  • Inilah Arti Withdrawn dalam Saham dan Cara Melakukannya Biar Nggak Bingung Pas Trading
  • Inilah Cara Melihat Nilai UTBK SNBT 2026 dan Tutorial Download Sertifikat Resminya
  • Inilah Kenapa Kalian Harus Pilih View TikTok Gratis Tanpa Login Biar Akun Tetap Aman dan Cepat FYP
  • Inilah Bedanya SSD NVMe vs SATA di Laptop Bisnis, Kitorang Kasih Tau Biar Kalian Tra Salah Pilih!
  • Inilah Cara Cek Tier Akun FF Pakai AI yang Lagi Viral, Ternyata Gampang Sekali!
  • Is it Legal? How to Use Fake Website to Generate Leads?
  • SELinux Make Nginx Break and How to Fix It Easy
  • How See Hidden SELinux Errors When Your Server Is Broken
  • How Fix SELinux Port Denied Error With Sealert Easy Guide
  • Read SELinux AVC Denial Log Simple Guide for Noob
  • How Check and Fix SELinux Block Things in Fedora Linux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme