Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Cara Install iTunes di Linux tahun 2024

Posted on June 16, 2024

Meskipun iTunes adalah program besutan Apple, pengguna Linux tetap dapat menginstalnya di sistem mereka. Namun, perlu dipahami bahwa ini bukanlah cara resmi yang disediakan Apple. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan Wine, sebuah lapisan kompatibilitas yang menjalankan aplikasi Windows di Linux.

Dengan Wine, Anda dapat menjalankan program iTunes.exe, tetapi perlu diingat bahwa mungkin akan muncul beberapa tantangan seperti masalah kompatibilitas, kurangnya dukungan resmi, atau masalah performa.

Panduan Instalasi

Persiapan

  • Sistem Operasi: Panduan ini ditujukan untuk pengguna Ubuntu 24.04 dan 23.04. Namun, cara serupa dapat diterapkan pada distro berbasis Debian lainnya seperti Linux Mint, Pop!_OS, dan lainnya.
  • Wine: Wine merupakan program penting untuk menjalankan aplikasi Windows di Linux. Pastikan Wine belum terinstal di sistem Anda.

Langkah-Langkah Instalasi

  1. Perbarui Paket: Sebelum memulai instalasi, perbarui daftar paket dan upgrade sistem menggunakan perintah berikut:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
  1. Instal Wine: Langkah selanjutnya adalah menginstal Wine. Jalankan perintah berikut:
sudo dpkg --add-architecture i386 && sudo apt update && sudo apt install wine64 wine32:i386
  1. Konfigurasi Wine: Untuk meningkatkan kompatibilitas, konfigurasikan Wine agar menjalankan versi Windows terbaru. Jalankan perintah berikut untuk membuka jendela konfigurasi Wine:
winecfg

Pada jendela konfigurasi Wine, kunjungi tab “Applications” dan pilih “Windows 10” atau versi yang lebih tinggi. Kemudian, klik “OK” untuk menyimpan perubahan.

4. Unduh iTunes.exe

Apple tidak menyediakan unduhan langsung untuk berkas iTunes.exe di situs resminya. Oleh karena itu, kita perlu mencari sumber pihak ketiga yang menyediakan berbagai versi paket iTunes Windows.

Penting: Meskipun berbagai versi tersedia, versi iTunes 12.8.0.150 telah terbukti menjadi yang paling stabil dan minim bug berdasarkan pengujian. Anda dapat mengenduhnya menggunakan perintah berikut:

wget https://secure-appldnld.apple.com/itunes12/091-81692-20180709-A4DF288B-8929-401F-AD73-4189359D8A6B/iTunes64Setup.exe

5. Instal iTunes

Setelah proses unduh selesai, jalankan perintah berikut untuk menjalankan berkas penginstal iTunes dalam antarmuka Wine:

wine iTunes64Setup.exe

Klik “Next” pada jendela penginstalan untuk melanjutkan proses instalasi.

6. Konfigurasi dan Instalasi

Pada jendela berikutnya, Anda akan ditemukan beberapa opsi konfigurasi untuk iTunes. Sebaiknya biarkan pengaturan tersebut secara default dan klik “Install” untuk memulai proses instalasi.

7. AutoRun

Jendela berikutnya akan menanyakan apakah Anda ingin mengaktifkan fitur AutoRun. Fitur ini pada umumnya berfungsi untuk mendeteksi ketika DVD dimasukkan ke dalam drive. Anda bebas memilih “Yes” atau “No”. Untuk panduan ini, kita pilih “Yes”.

Menginstal iTunes di Linux: Panduan Lengkap untuk Pengguna Ubuntu (Lanjutan)

8. Penyelesaian Instalasi

Proses instalasi iTunes akan memakan waktu beberapa saat. Setelah selesai, Anda akan melihat jendela ucapan selamat. Klik “Finish” untuk menutup jendela.

Menjalankan iTunes

Anda telah berhasil menginstal iTunes di sistem Anda. Namun, berbeda dengan aplikasi Linux pada umumnya, iTunes tidak memiliki ikon di menu aplikasi. Ini adalah kendala umum saat menjalankan aplikasi Windows di Linux menggunakan Wine.

Tenang, Anda tetap dapat menjalankan iTunes dengan cara berikut:

wine ~/.wine/drive_c/Program\ Files/iTunes/iTunes.exe

Perintah ini akan membuka iTunes dalam antarmuka Wine.

Pengaturan Awal

Saat pertama kali menjalankan iTunes, Anda akan diminta untuk menyetujui perjanjian lisensi. Klik “Agree” untuk melanjutkan.

Jendela selamat datang iTunes akan muncul. Pada tahap ini, penting untuk tidak mengklik “Update Now”. Mengklik tombol ini akan memperbarui iTunes ke versi terbaru, yang berpotensi menimbulkan masalah kompatibilitas.

Penggunaan iTunes di Linux

Kini, Anda dapat menggunakan iTunes di Linux seperti biasa. Namun, perlu diingat bahwa beberapa fitur dan fungsi mungkin tidak bekerja dengan sempurna karena keterbatasan Wine.

Menghapus iTunes

Jika Anda ingin menghapus iTunes dari sistem Linux, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka terminal dan jalankan perintah berikut:
wine uninstaller ~/.wine/drive_c/Program\ Files/iTunes/iTunes.exe
  1. Hapus folder Wine secara manual:
rm -rf ~/.wine

Kesimpulan

Meskipun bukan metode resmi dari Apple, Anda dapat menginstal dan menjalankan iTunes di Linux menggunakan Wine. Panduan ini telah menjelaskan langkah-langkah detail untuk menginstal dan menggunakan iTunes di Ubuntu 24.04 dan 23.04.

Perlu diingat bahwa Wine bukan solusi sempurna, dan Anda mungkin mengalami beberapa masalah kompatibilitas. Namun, dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memaksimalkan pengalaman menggunakan iTunes di Linux.

Tips Tambahan:

  • Jika Anda mengalami masalah saat menjalankan iTunes, coba perbarui Wine ke versi terbaru.
  • Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang Wine dan cara menggunakannya di situs web resmi: https://winehq.org/
  • Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman Anda, jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah ini.

Semoga panduan ini bermanfaat!

Terbaru

  • Ini Alasan Kenapa Fitur Bing AI Sedang Trending dan Dicari Banyak Orang
  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Cara Tarik Saldo APK Game Clear Blast
  • Apakah APK Game Clear Blast Penipu? Ini Reviewnya
  • Inilah Perbedaan SEO dan GEO + Tips Konten Disukai Google dan AI!
  • Inilah Cara Download Video TikTok 2026 Tanpa Watermark
  • Belum Tahu? Ini Trik Nonton Doods Pro Bebas Iklan dan Cara Downloadnya
  • Misteri DNA Spanyol Terungkap: Jauh Lebih Tua dari Romawi dan Moor!
  • Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan
  • Apa itu Tesso Nilo dan Kronologi Konflik Taman Nasional
  • Inilah 4 Keunikan Sulawesi Tengah: Kota Emas Gaib, Situs Purba dll
  • Kepulauan Heard dan McDonald: Pulau Paling Terpencil Milik Australia
  • Ghost Farm Janjikan Rp 3 Juta Cuma-Cuma, Beneran Membayar atau Scam? Ini Buktinya!
  • Apakah UIPinjam Pinjol Penipu? Cek Reviewnya Dulu Disini
  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Apakah Aplikasi Labora Bisa Hasilkan Uang Jutaan atau Cuma Tipu-Tipu?
  • Apakah APK Cashcash Pro Penipu? Cek Reviewnya Dulu
  • Google Kliks Communicator: Pengalaman Awal yang Mengejutkan – Apa yang Kami Rasakan?
  • Belum Tahu? Ini Ukuran Banner YouTube yang Pas Biar Channel Kalian Makin Kece!
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • CES 2026: Real Botics Wants to Be Your Best Friend, but at $95k, Are They Worth the Hype?
  • Cara Buat Sistem Moderasi Konten Cerdas dengan GPT-OSS-Safeguard
  • Inilah Cara Membuat Aplikasi Web Full-Stack Tanpa Coding dengan Manus 1.5
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Tutorial Membuat Game Dengan LangChain
  • Apa Itu CVE-2025-59374? Mengenal Celah Keamanan ASUS Live Update yang Viral Lagi
  • Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
  • Apa itu Covenant Health Data Breach? Ini Pengertian dan Kronologi Lengkapnya
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme