Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Daftar Struktur Kemenko dan Kementerian Kabinet Merah Putih 2024-2029

Posted on October 23, 2024

Pasca pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Minggu (20/10/2024), publik disuguhkan dengan wajah baru pemerintahan Indonesia: Kabinet Merah Putih. Kabinet ini menandai era baru dengan komposisi dan struktur yang berbeda dari pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya. Perbedaan yang paling mencolok adalah jumlah kementerian yang melonjak dari 34 menjadi 48, dengan penambahan 7 Kementerian Koordinator (Kemenko) untuk menopang arah kebijakan.

Struktur Kabinet Merah Putih ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai pembagian kementerian di bawah Kemenko Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran:

1. Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan

Kemenko ini membawahi:

  • Kementerian Hukum
  • Kementerian HAM
  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
  • Instansi lain yang dianggap perlu

Dengan dibentuknya Kemenko ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam penegakan hukum, perlindungan HAM, dan pengelolaan imigrasi serta pemasyarakatan.

2. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Kemenko Perekonomian memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di bawahnya terdapat:

  • Kementerian Ketenagakerjaan
  • Kementerian Perindustrian
  • Kementerian Perdagangan
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • Kementerian Badan Usaha Milik Negara
  • Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal
  • Kementerian Pariwisata
  • Instansi lain yang dianggap perlu

Struktur kementerian ini menunjukkan fokus pemerintah pada pengembangan sektor industri, perdagangan, energi, investasi, pariwisata, dan ketenagakerjaan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

3. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Kemenko ini bertanggung jawab atas peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat melalui:

  • Kementerian Agama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
  • Kementerian Kebudayaan
  • Kementerian Kesehatan
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
  • Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
  • Kementerian Pemuda dan Olahraga
  • Instansi lain yang dianggap perlu

Dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan, Kemenko ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia.

4. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

Kemenko ini bertanggung jawab untuk membangun infrastruktur yang memadai dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Di bawahnya terdapat:

  • Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
  • Kementerian Pekerjaan Umum
  • Kementerian Perumahan Rakyat
  • Kementerian Transmigrasi
  • Kementerian Perhubungan
  • Instansi lain yang dianggap perlu

Struktur kementerian ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga dapat mendorong konektivitas dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

5. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Kemenko ini dibentuk untuk menjembatani kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok marginal. Di bawahnya terdapat:

  • Kementerian Sosial
  • Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
  • Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
  • Kementerian Koperasi
  • Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
  • Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif
  • Instansi lain yang dianggap perlu

Struktur kementerian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong perekonomian di tingkat desa, dan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

6. Kementerian Koordinator Bidang Pangan

Kemenko ini memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dengan membawahi:

  • Kementerian Pertanian
  • Kementerian Kehutanan
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
  • Badan Pangan Nasional
  • Badan Gizi Nasional
  • Instansi lain yang dianggap perlu

Dengan struktur kementerian ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam pengembangan sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan pengelolaan lingkungan untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

7. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan

Kemenko ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, dan membawahi:

  • Kementerian Dalam Negeri
  • Kementerian Luar Negeri
  • Kementerian Pertahanan
  • Kementerian Komunikasi dan Digital
  • Kejaksaan Agung
  • Tentara Nasional Indonesia
  • Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • Instansi lain yang dianggap perlu

Kemenko ini berperan sebagai pusat koordinasi dalam menjalankan kebijakan politik luar negeri, menjaga keamanan negara, dan memastikan kelancaran komunikasi dan informasi.

Kesimpulan

Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran menjadi bukti konkret dari komitmen pemerintah untuk melakukan reformasi besar dalam struktur pemerintahan. Penambahan jumlah kementerian dan Kemenko diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan program dan kebijakan.

Namun, perlu diingat bahwa perubahan besar ini juga menghadirkan tantangan. Keselarasan dan koordinasi antar kementerian dan Kemenko menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program dan mencapai tujuan bersama. Kemampuan Kabinet Merah Putih untuk mengatasi tantangan ini akan menjadi penentu keberhasilan dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Pemerintah harus memastikan bahwa semua kementerian dan Kemenko bekerja secara sinergis dan terintegrasi untuk mewujudkan visi dan misi Kabinet Merah Putih. Perubahan struktural ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaulat.

Terbaru

  • Worth It! Switching from Fedora KDE to Kubuntu
  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Building Long-Running AI Agents with Pi Durable: An AI SRE Agent Example
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • Ini Dia QR Link Dana Kaget 400K, 27 Oktober 2026
  • Fresh! Ini Biodata dan Fakta Unik dari Member No Na
  • Inilah Rekomendasi 10 Drama Jepang Wajib Tonton November 2026
  • Siapa Sosok Dibalik Video Kerudung Biru Di Mobil? Ini Konteks Asli Rekamannya
  • Bantah Menteri Kesehatan Sesak Nafas di Kalimantan, Netizen Tidak Percaya

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme